Analisis Tingkat Kekeringan Lahan Sawah Desa Tlogotirto Berbasis Citra Landsat 8

Tlogotirto, Krajan.id – Mahasiswa Universitas Diponegoro (UNDIP) yang tergabung dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) melakukan analisis tingkat kekeringan lahan sawah di Desa Tlogotirto, Kecamatan Sumberlawang, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, Jumat (17/1/2026). Kegiatan ini bertujuan memetakan kondisi kekeringan lahan pertanian sekaligus mengidentifikasi wilayah sawah yang paling rentan terdampak kekurangan air.

Analisis dilakukan menggunakan metode Normalized Difference Drought Index (NDDI) berbasis pengolahan citra satelit Landsat 8. Metode ini memungkinkan pemetaan kondisi kelembapan lahan secara spasial sehingga dapat menggambarkan variasi tingkat kekeringan dari kategori normal hingga sangat berat.

Bacaan Lainnya

Hasil pemetaan menunjukkan kondisi kekeringan lahan sawah di Desa Tlogotirto bervariasi. Sebagian besar wilayah didominasi kelas kekeringan sedang hingga sangat berat, yang ditunjukkan oleh warna kuning hingga merah pada peta hasil analisis. Sementara itu, area dengan kondisi normal hingga kekeringan rendah yang ditandai warna hijau relatif lebih sedikit dan tersebar tidak merata.

Sebaran kekeringan hampir mencakup seluruh wilayah desa, dengan konsentrasi tertinggi berada di bagian tengah. Area yang masih berada pada kondisi relatif normal umumnya memiliki akses irigasi yang lebih baik dibandingkan wilayah lainnya. Tingginya nilai NDDI pada sebagian besar lahan sawah mengindikasikan rendahnya ketersediaan air di dalam tanah, kondisi yang berpotensi menurunkan produktivitas pertanian jika tidak segera diantisipasi.

Kegiatan ini diawali dengan pemaparan hasil kajian oleh tim KKN yang berasal dari Program Studi Teknik Geodesi UNDIP. Selain pemaparan, tim juga membagikan modul ringkas berisi peta dan penjelasan hasil analisis kekeringan kepada perangkat desa dan perwakilan masyarakat.

Koordinator Tim KKN Desa Tlogotirto, Lukki Rahman, mengatakan bahwa pemetaan ini dapat dimanfaatkan sebagai dasar pengambilan keputusan di tingkat desa.

“Hasil analisis ini membantu kami melihat lokasi sawah yang paling terdampak kekeringan. Ke depan, data ini bisa menjadi dasar dalam pengelolaan irigasi dan penyesuaian pola tanam,” ujarnya.

Keluhan serupa juga disampaikan oleh petani setempat. Marmo, salah satu petani Desa Tlogotirto, menyebutkan bahwa kekurangan air memang dirasakan dalam beberapa waktu terakhir.

“Di beberapa lahan, pasokan air sangat terbatas. Kami berharap kajian ini bisa mendorong adanya perhatian dan solusi dari pihak terkait,” katanya.

Melalui hasil analisis berbasis citra satelit Landsat 8 ini, mahasiswa KKN berharap upaya mitigasi kekeringan dapat dilakukan secara lebih terarah dan tepat sasaran. Dengan demikian, keberlanjutan sektor pertanian serta ketahanan pangan masyarakat Desa Tlogotirto dapat tetap terjaga di tengah tantangan perubahan iklim dan keterbatasan sumber daya air.

Simak berita terbaru kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Krajan.id WhatsApp Channel: https://whatsapp.com/channel/0029VaAD5sdDOQIbeQkBct03 Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *