Bukan Sekadar Diversifikasi, Mahasiswa Teknik Pertanian FATEPA Unram Dorong Pengembangan Gula Semut Bernilai Tinggi di Giri Madia

Tim KKN-T Universitas Mataram bersama para pengrajin gula aren dan warga Desa Giri Madia berfoto bersama seusai kegiatan sosialisasi inovasi pengolahan dan pemasaran gula semut di Aula Kantor Desa Giri Madia, Lombok Barat. (doc. Tim KKN Tematik Desa Giri Madia)
Tim KKN-T Universitas Mataram bersama para pengrajin gula aren dan warga Desa Giri Madia berfoto bersama seusai kegiatan sosialisasi inovasi pengolahan dan pemasaran gula semut di Aula Kantor Desa Giri Madia, Lombok Barat. (doc. Tim KKN Tematik Desa Giri Madia)

Lombok Barat, Krajan.id – Tim Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Mataram (Unram) melakukan inovasi pengembangan produk gula aren di Desa Giri Madia, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat. Inovasi ini diwujudkan melalui peningkatan nilai tambah gula batok menjadi gula semut berbasis teknologi tepat guna. Program tersebut mendapat perhatian masyarakat karena dinilai mampu meningkatkan mutu produk, memperluas peluang pasar, serta menambah pendapatan rumah tangga pengrajin aren.

Desa Giri Madia merupakan desa pemekaran dari Desa Duman yang berada di kawasan perbukitan subur dan sejak lama dikenal sebagai sentra penghasil nira aren. Selama ini, nira aren diolah menjadi gula batok secara tradisional dan dijual kepada pengepul dengan harga sekitar Rp25.000–30.000 per kilogram.

Bacaan Lainnya

Namun, proses pengolahan yang masih mengandalkan teknik manual menyebabkan kualitas produk kurang stabil dan daya simpannya relatif rendah. Kondisi tersebut membuat gula batok sulit bersaing di pasar yang lebih luas dan melemahkan posisi tawar para pengrajin.

Merespons kondisi tersebut, Tim KKN-T Desa Giri Madia yang diketuai oleh Muhammad Khairul Hasbi, dengan anggota Aisah Dwi Lestari, Dygta Tri Juandti, Muh. Fajar Islam, M. Hairul Azmi, M. Khairul Rizal, Sakinah, Salma, dan Tiara Kurnia Sari Dewi dari Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pangan dan Agroindustri (FATEPA) Universitas Mataram, melaksanakan rangkaian kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan diawali dengan survei dan observasi lapangan di enam dusun, yakni Dusun Tempos Madani, Kebun Baru, Leong, Montong Galur, Montong Lisung, dan Awang Madia.

Hasil observasi tersebut memberikan gambaran nyata mengenai proses produksi gula aren, peralatan yang digunakan, serta berbagai kendala teknis yang dihadapi pengrajin, seperti minimnya variasi produk, kualitas yang belum seragam, dan keterbatasan daya simpan. Temuan ini kemudian menjadi dasar dalam perumusan program pengembangan gula semut berbasis teknologi sederhana yang mudah diterapkan oleh masyarakat.

Sebagai tindak lanjut, tim KKN-T melaksanakan uji teknis pengolahan gula semut dengan memanfaatkan peralatan yang telah tersedia di desa, meliputi mesin kristalisator, mesin pengering (oven), dan mesin penepung (disk mill).

Uji teknis ini dilakukan bersama Kepala Kelompok Tani Hutan (KTH) Giri Madia, Bapak M. Munzir. Hasil uji coba menunjukkan bahwa penerapan teknologi tersebut mampu menghasilkan gula semut dengan kualitas yang lebih baik, tekstur seragam, tidak mudah menggumpal, serta memiliki daya simpan yang jauh lebih panjang dibandingkan gula batok.

Uji teknis mengaduk larutan nira aren saat proses pembuatan gula semut menggunakan peralatan produksi di Desa Giri Madia, Lombok Barat. (doc. Tim KKN Tematik Desa Giri Madia)
Uji teknis mengaduk larutan nira aren saat proses pembuatan gula semut menggunakan peralatan produksi di Desa Giri Madia, Lombok Barat. (doc. Tim KKN Tematik Desa Giri Madia)

Berdasarkan hasil uji teknis tersebut, tim kemudian melaksanakan kegiatan sosialisasi pada 20 November 2025 di Aula Kantor Desa Giri Madia. Kegiatan ini dihadiri oleh para pengrajin gula aren dan masyarakat setempat, serta didukung penuh oleh Kepala Desa Giri Madia, Bapak Samiuddin.

Sosialisasi bertujuan untuk memperkenalkan peluang diversifikasi produk gula aren, proses produksi gula semut, potensi pasar, serta pemanfaatan teknologi tepat guna dalam peningkatan mutu produk. Antusiasme peserta terlihat dari diskusi yang berlangsung aktif, mulai dari cara kerja peralatan, teknik pengolahan, hingga peluang dan strategi pemasaran.

Mahasiswa KKN-T Unram bersama pengrajin Giri Madia menimbang dan mengemas gula semut hasil produksi lokal sebagai bagian dari pelatihan peningkatan mutu dan pemasaran produk aren. (doc. Tim KKN Tematik Desa Giri Madia)
Mahasiswa KKN-T Unram bersama pengrajin Giri Madia menimbang dan mengemas gula semut hasil produksi lokal sebagai bagian dari pelatihan peningkatan mutu dan pemasaran produk aren. (doc. Tim KKN Tematik Desa Giri Madia)

Melalui kegiatan ini, masyarakat mulai memahami bahwa gula semut memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi, lebih praktis digunakan, memiliki daya simpan yang panjang, serta berpeluang menembus pasar yang lebih luas, bahkan hingga pasar ekspor. Selain itu, kegiatan ini juga menumbuhkan motivasi masyarakat untuk mengembangkan produk olahan aren sebagai komoditas bernilai tambah tanpa meninggalkan karakter tradisional yang telah melekat selama ini.

Program ini turut mendorong tumbuhnya kesadaran bahwa peningkatan kualitas produk dapat dicapai dengan memanfaatkan peralatan sederhana yang sebelumnya belum dimaksimalkan. Pendekatan berbasis praktik lapangan juga berhasil menumbuhkan keyakinan masyarakat bahwa penerapan teknologi dapat berjalan seiring dengan kearifan lokal.

Tim KKN-T Desa Giri Madia menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh masyarakat dan Pemerintah Desa Giri Madia atas dukungan dan keterlibatan selama program berlangsung. Apresiasi juga disampaikan kepada Dosen Pembimbing Lapangan, Ibu Ida Ayu Widhiantari, S.TP., M.P., atas arahan dan pendampingan yang diberikan, serta kepada LPPM Universitas Mataram atas dukungan pendanaan sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat terlaksana secara optimal dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Simak berita terbaru kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Krajan.id WhatsApp Channel: https://whatsapp.com/channel/0029VaAD5sdDOQIbeQkBct03 Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *