Cegah Kontaminasi Air Bersih, Mahasiswa KKN-PPM UMBY 2026 Optimalkan Talang Air di Dusun Ngepoh Kidul

Mahasiswa KKN-PPM UMBY Kelompok 15 bersama warga Dusun Ngepoh Kidul bergotong royong menyiapkan rangka bambu untuk pemasangan jaring penutup talang air, Minggu (8/2/2026). (doc. pribadi)
Mahasiswa KKN-PPM UMBY Kelompok 15 bersama warga Dusun Ngepoh Kidul bergotong royong menyiapkan rangka bambu untuk pemasangan jaring penutup talang air, Minggu (8/2/2026). (doc. pribadi)

Banyusidi, Krajan.id – Mahasiswa KKN-PPM UMBY Kelompok 15 menggelar program bertajuk Optimalisasi Talang Air sebagai Upaya Pencegahan Kontaminasi Air Bersih oleh Hama di Dusun Ngepoh Kidul, Desa Banyusidi, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Minggu (8/2/2026). Kegiatan ini menyasar seluruh masyarakat dusun sebagai langkah konkret meningkatkan kualitas kesehatan lingkungan berbasis rumah tangga.

Program yang dilaksanakan di bawah bimbingan Dosen Imam Suharjo, S.T., M.Eng., MCF. tersebut mendukung SDGs 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) dan SDGs 6 (Air Bersih dan Sanitasi Layak). Fokus utama kegiatan adalah memastikan sistem penyaluran dan penampungan air bersih warga terbebas dari kontaminasi hama seperti tikus dan serangga.

Bacaan Lainnya

Ketua KKN, Raihanah Rahma Hendrayani dari Program Studi Psikologi, bersama penanggung jawab program Candra Setiawan dari Peternakan serta Eli Ezer Angri Sitorus dari Manajemen, memimpin pelaksanaan program yang mengombinasikan edukasi dan praktik teknis di lapangan.

Raihanah menjelaskan bahwa program ini lahir dari aspirasi warga sendiri. Salah satu pencetusnya adalah Bapak Bagus Sumadi (43), Ketua RT 02 Dusun Ngepoh Kidul. Ia mengaku kerap mendapati air di bak mandi rumahnya terasa bau dan tampak kotor. Awalnya, ia mengira kondisi tersebut disebabkan kurangnya kebersihan pribadi atau perawatan bak mandi.

“Setelah kami telusuri lebih lanjut, ternyata permasalahan utamanya bukan di bak mandi, melainkan pada tempat penampungan air milik dusun dan sistem talangnya yang terbuka,” ujar Raihanah.

Bapak Bagus Sumadi kemudian menyampaikan keluhan tersebut kepada mahasiswa sebagai bentuk partisipasi aktif warga dalam kegiatan KKN. Aspirasi itu pun direspons dengan menjadikannya sebagai salah satu program kerja unggulan.

Mahasiswa KKN-PPM UMBY Kelompok 15 bersama warga Dusun Ngepoh Kidul melakukan pemasangan jaring penutup pada talang dan bak penampungan air, Minggu (8/2/2026). (doc. pribadi)
Mahasiswa KKN-PPM UMBY Kelompok 15 bersama warga Dusun Ngepoh Kidul melakukan pemasangan jaring penutup pada talang dan bak penampungan air, Minggu (8/2/2026). (doc. pribadi)

Menurut Raihanah, langkah ini menjadi bentuk nyata pengabdian mahasiswa kepada masyarakat. “Kami ingin program kerja yang dijalankan benar-benar menjawab kebutuhan warga, bukan sekadar formalitas,” katanya.

Dalam sesi edukasi higiene sanitasi, masyarakat diberikan pemahaman mengenai potensi kontaminasi dari hama yang melintas di atap dan talang. Kotoran tikus, bangkai hewan kecil, maupun genangan air yang menjadi sarang nyamuk dapat terbawa aliran air hujan menuju penampungan.

Selanjutnya, mahasiswa memberikan pelatihan teknis terkait pemasangan jaring atau filter penutup talang air. Penutupan ini bertujuan mencegah masuknya kotoran dan hewan kecil sekaligus menjaga kualitas air sebelum masuk ke bak penampungan. Warga juga diajarkan cara mengatur kemiringan talang agar tidak terjadi genangan.

Apfia Chindy Theodora, Bayu Aghinta S. Brahmana, Lintang Aulia Pratiwi, Maulida Nur Malikhah, Muhammad Fahreza Sipayung, dan Natasya Diana Saputri turut mendampingi warga dalam praktik identifikasi kerusakan dan pemasangan pelindung talang. Mereka memastikan setiap tahapan dapat dipahami dan diterapkan secara mandiri oleh masyarakat.

Bapak Bagus Sumadi mengaku sangat puas dengan pelaksanaan program tersebut. Ia merasa keluhannya didengar dan ditindaklanjuti secara konkret. Program ini dinilai sangat membantu seluruh warga Dusun Ngepoh Kidul.

Dengan adanya penutupan talang air menggunakan jaring pelindung, kebersihan air dusun kini lebih terjaga dari potensi kontaminasi hama yang dapat menyebarkan penyakit. Selain itu, beban warga dalam mengamankan tampungan air menjadi lebih ringan karena dilakukan secara bersama-sama, bukan secara individu.

Mahasiswa KKN-PPM UMBY Kelompok 15 berfoto bersama warga Dusun Ngepoh Kidul usai pelaksanaan program optimalisasi talang air sebagai upaya pencegahan kontaminasi air bersih, Minggu (8/2/2026). (doc. pribadi)
Mahasiswa KKN-PPM UMBY Kelompok 15 berfoto bersama warga Dusun Ngepoh Kidul usai pelaksanaan program optimalisasi talang air sebagai upaya pencegahan kontaminasi air bersih, Minggu (8/2/2026). (doc. pribadi)

Ke depan, mahasiswa KKN-PPM UMBY berharap terbentuk standar pemeliharaan saluran air bersih di setiap rumah warga. Kesadaran kolektif untuk merawat sistem talang secara berkala diharapkan mampu menekan risiko penyakit berbasis lingkungan seperti diare maupun leptospirosis.

Program ini membuktikan bahwa intervensi sederhana pada sistem talang air dapat membawa dampak signifikan terhadap kualitas hidup masyarakat. Kolaborasi antara mahasiswa dan warga menjadi kunci terciptanya lingkungan dusun yang lebih sehat, bersih, dan nyaman.

Simak berita terbaru kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Krajan.id WhatsApp Channel: https://whatsapp.com/channel/0029VaAD5sdDOQIbeQkBct03 Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *