Magelang, Krajan.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Tidar (Untidar) Magelang, menggelar sosialisasi bertema Stop Bullying di SD Pandean 2, Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang, Rabu (14/1). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pencegahan perundungan sejak usia dini melalui penguatan nilai empati, toleransi, dan sikap saling menghargai di lingkungan sekolah.
Sosialisasi diikuti puluhan siswa dari berbagai jenjang kelas. Program ini dirancang untuk memberikan pemahaman dasar mengenai perundungan, sekaligus mendorong siswa berani bersikap menolak segala bentuk kekerasan, baik secara fisik maupun verbal.
Salah satu koordinator mahasiswa KKN Untidar menjelaskan, tema Stop Bullying dipilih karena praktik perundungan kerap berawal dari tindakan sederhana yang dianggap sepele. Padahal, dampaknya dapat berpengaruh serius terhadap perkembangan psikologis anak.
“Sekolah merupakan ruang utama anak belajar bersosialisasi. Karena itu, intervensi sejak dini menjadi langkah penting agar perilaku perundungan tidak berkembang,” ujarnya.
Kegiatan diawali dengan sesi ice breaking untuk menciptakan suasana yang akrab dan menyenangkan. Melalui permainan singkat dan humor edukatif, mahasiswa KKN berhasil menarik perhatian siswa serta membangun interaksi dua arah. Pendekatan ini dinilai efektif untuk meningkatkan fokus siswa sebelum memasuki materi inti.
Materi sosialisasi disampaikan secara bertahap dan disesuaikan dengan usia peserta. Mahasiswa KKN memaparkan pengertian bullying, jenis-jenis perundungan yang meliputi bullying verbal, fisik, sosial, hingga siber serta dampak yang dapat dialami korban maupun pelaku. Siswa juga diajak mengenali tanda-tanda perundungan yang kerap terjadi di lingkungan sekitar.
Untuk memudahkan pemahaman, materi dikemas menggunakan bahasa sederhana dan media visual berupa ilustrasi, cerita pendek, serta tayangan animasi singkat. Contoh kasus yang diangkat pun dekat dengan keseharian anak-anak di sekolah.
“Kami berusaha menyampaikan materi dengan cara yang ringan agar mudah dipahami dan tidak menakutkan bagi siswa,” kata salah satu mahasiswa pendamping.
Menjelang akhir kegiatan, sosialisasi ditutup dengan mini kuis interaktif guna mengukur pemahaman siswa. Antusiasme terlihat dari keaktifan siswa menjawab pertanyaan dan berdiskusi. Beberapa siswa yang menjawab dengan tepat mendapatkan apresiasi berupa alat tulis sebagai bentuk motivasi.
Kepala SD Pandean 2 menyampaikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa KKN Untidar. Menurutnya, kegiatan edukatif semacam ini memiliki peran penting dalam membentuk karakter siswa, tidak hanya dari sisi akademik, tetapi juga dari aspek sosial dan emosional.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN berharap nilai-nilai saling menghargai dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari siswa. Sosialisasi tersebut diharapkan menjadi langkah awal dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan inklusif bagi seluruh warga sekolah.
Simak berita terbaru kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Krajan.id WhatsApp Channel: https://whatsapp.com/channel/0029VaAD5sdDOQIbeQkBct03 Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.







