Sragen, Krajan.id – Pemahaman siswa sekolah dasar terhadap konsep energi dalam kehidupan sehari-hari masih tergolong terbatas. Banyak di antara mereka menggunakan berbagai peralatan, seperti lampu, kipas angin, televisi, hingga sepeda motor, tanpa mengetahui sumber energi dan perubahan energi yang terjadi pada alat tersebut.
Kondisi itu mendorong mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (UNDIP), Raihan Fathurahman, menggelar kegiatan pengenalan energi bagi siswa SD Negeri Kacangan 1, Desa Kacangan, Kecamatan Sumberlawang, Kabupaten Sragen, Selasa (28/1/2026). Kegiatan ini dilaksanakan di bawah bimbingan Dr. Amni Zarkasyi Rahman, Ahli Governansi Publik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UNDIP.
Raihan menjelaskan, materi energi kerap dipahami siswa sebatas teori di dalam buku pelajaran. Akibatnya, siswa kesulitan mengaitkan konsep tersebut dengan benda-benda yang mereka gunakan setiap hari, baik di rumah maupun di sekolah.
“Padahal, hampir seluruh aktivitas sehari-hari mereka tidak lepas dari penggunaan energi. Karena itu, pembelajaran perlu dibuat lebih dekat dengan pengalaman mereka,” ujar Raihan.
Program pengenalan energi ini dirancang dengan pendekatan sederhana dan kontekstual. Tujuannya agar siswa mampu mengenali sumber energi serta memahami perubahan energi melalui contoh nyata yang akrab dengan kehidupan mereka.
Kegiatan diawali dengan pertanyaan ringan untuk memancing partisipasi siswa. Beberapa pertanyaan yang diajukan antara lain, “Alat apa saja di rumah yang menggunakan listrik?” dan “Mengapa sepeda motor bisa berjalan?”. Dari pertanyaan tersebut, siswa mulai menyebutkan berbagai alat, seperti televisi, kipas angin, lampu, hingga kompor.
Suasana kelas pun berubah menjadi lebih interaktif. Sejumlah siswa tampak antusias mengangkat tangan dan saling berlomba menyampaikan jawaban. Diskusi sederhana ini menjadi pintu masuk untuk menjelaskan pengertian energi dengan bahasa yang mudah dipahami.

Selanjutnya, siswa diperkenalkan pada contoh perubahan energi dalam kehidupan sehari-hari. Kipas angin dijelaskan sebagai alat yang mengubah energi listrik menjadi energi gerak. Lampu mengubah energi listrik menjadi cahaya, sementara kompor gas mengubah energi kimia menjadi panas.
Untuk menjaga minat belajar siswa, kegiatan diselingi kuis singkat seputar perubahan energi. Metode ini terbukti efektif meningkatkan keterlibatan siswa. Beberapa siswa bahkan berani mengajukan pertanyaan lanjutan terkait alat-alat yang mereka gunakan di rumah.
Selama kegiatan berlangsung, kelas terlihat hidup dan penuh semangat. Interaksi dua arah antara pemateri dan siswa membuat proses pembelajaran terasa lebih menyenangkan.
Melalui kegiatan ini, Raihan berharap siswa tidak hanya memahami konsep energi sebagai materi pelajaran, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Pemahaman yang diperoleh melalui pengalaman langsung dinilai lebih mudah diingat dan relevan bagi siswa.
Selain meningkatkan pemahaman dasar tentang sains, kegiatan ini juga diharapkan dapat menumbuhkan rasa ingin tahu serta minat belajar siswa terhadap ilmu pengetahuan sejak dini.
Simak berita terbaru kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Krajan.id WhatsApp Channel: https://whatsapp.com/channel/0029VaAD5sdDOQIbeQkBct03 Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya





