Sumber, Krajan.id – Kelompok 3 KKN Universitas Sebelas Maret (UNS) mengadakan program pengabdian masyarakat di Desa Sumber, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora, guna meningkatkan daya saing UMKM melalui digitalisasi pemasaran dan branding.
Program ini berfokus pada pelatihan dan pendampingan bagi para pelaku industri rumah tangga, khususnya Batik Manggar, dalam mengelola pemasaran digital dan meningkatkan kualitas branding produk mereka.
Industri rumah tangga di Desa Sumber, seperti Batik Manggar, Malik Kitchen, Dapur Bunda, serta industri makanan ringan, menghadapi tantangan dalam pemasaran digital akibat keterbatasan pemahaman dan akses terhadap teknologi. Oleh karena itu, program KKN ini memberikan edukasi serta praktik langsung mengenai pembuatan akun dan pengelolaan toko online di media sosial (Facebook, Instagram) dan marketplace (Shopee).

“Pelatihan ini memberikan manfaat besar bagi UMKM dalam memperluas jangkauan pemasaran dan meningkatkan daya saing produk mereka di era digital,” ujar salah satu anggota KKN Kelompok 3 UNS.
Baca Juga: Peran HIPMI Jaktim dalam Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Lokal di Jakarta Timur
Selain pemasaran digital, kegiatan ini juga mencakup pelatihan pembuatan pewarna alami tekstil dari tanaman Indigofera, edukasi pembuatan logo dan kemasan produk, serta kompetisi pewarnaan membatik untuk siswa SD guna melestarikan budaya batik sejak dini.
Penyuluhan dan pembuatan handy craft berbahan dasar batik juga diberikan kepada ibu-ibu PKK untuk mengembangkan produk turunan batik yang memiliki nilai ekonomi.
Ketua PKK Desa Sumber, mengungkapkan apresiasinya terhadap kegiatan ini.
“Kami berharap program ini dapat terus berkelanjutan agar UMKM di desa kami semakin berkembang dan dikenal lebih luas,” ujarnya.
Namun, pendampingan lebih lanjut masih diperlukan agar optimalisasi pemasaran digital dapat terus berkembang dan UMKM bisa lebih mandiri dalam mengelola branding mereka.

Hasil dari program ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan peserta dalam pemasaran digital dan branding. UMKM Batik Manggar kini mulai menerapkan pemasaran digital dengan lebih aktif menggunakan media sosial serta telah membuka toko di Shopee.
“Sebelumnya kami hanya mengandalkan pemasaran konvensional, tapi sekarang kami lebih paham cara memasarkan produk melalui media digital,” ujar salah satu pelaku UMKM Batik Manggar.
Baca Juga: Adaptasi Era Digital, KKN UNS 2025 Bantu Guru SMPN 1 Gondang Kuasai Teknologi AI
Selain itu, lomba membatik untuk siswa SD juga mendapatkan respons yang sangat positif.
“Kami sangat senang bisa belajar membatik. Ini pengalaman baru dan kami jadi lebih mengenal batik khas daerah kami,” ujar salah satu siswa yang mengikuti kompetisi tersebut.


Kegiatan ini juga didokumentasikan dalam foto-foto pelatihan dan hasil karya peserta, yang menunjukkan antusiasme mereka dalam mengikuti program. Meskipun dampak penjualan belum signifikan dalam jangka pendek, implementasi digitalisasi yang mulai diterapkan diharapkan mampu meningkatkan daya saing dan pendapatan UMKM secara berkelanjutan.
Keberlanjutan program ini memerlukan pendampingan lebih lanjut agar optimalisasi pemasaran digital dapat terus berkembang di kalangan pelaku usaha lokal.
Simak berita terbaru kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Krajan.id WhatsApp Channel: https://whatsapp.com/channel/0029VaAD5sdDOQIbeQkBct03 Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.





