Karangawen, Krajan.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 27 Universitas Sebelas Maret (UNS) menggelar sosialisasi bertajuk Program DIGIT (Digitalisasi Transaksi) UMKM: Pemanfaatan QRIS secara Aman dan Praktis di Balai Kalurahan Karangawen, Kapanewon Girisubo, Kabupaten Gunungkidul, Selasa (27/1/2026).
Kegiatan yang berlangsung pukul 09.00–11.00 WIB ini menjadi bagian dari rangkaian pengabdian mahasiswa KKN UNS periode Januari–Februari 2026. Fokusnya adalah memperkenalkan sistem pembayaran digital QRIS kepada pelaku UMKM sebagai persiapan operasional Rest Area Anjungan Cerdas yang direncanakan mulai beroperasi pada akhir 2026.
Sosialisasi dihadiri perwakilan UMKM dari sejumlah padukuhan di Karangawen, mayoritas pelaku usaha mikro yang bergerak di sektor kuliner dan produk olahan lokal. Program ini dirancang untuk menjawab kebutuhan transaksi non-tunai yang dinilai semakin relevan di kawasan wisata.
Ketua KKN 27 UNS, Cindi Nurhidayah, mengatakan bahwa Anjungan Cerdas nantinya akan memfasilitasi satu kios UMKM dari setiap padukuhan. Karena itu, kesiapan sistem pembayaran digital menjadi aspek penting sejak awal.
“Anjungan Cerdas direncanakan memfasilitasi UMKM tiap padukuhan dengan satu kios. Melalui sosialisasi pembuatan QRIS ini, kami berharap transaksi wisatawan yang mampir dapat berlangsung lebih mudah dan aman,” ujar Cindi.
Ia menambahkan, sebelum merealisasikan program DIGIT, tim KKN telah melakukan survei lapangan untuk memetakan kebutuhan dan kendala UMKM. Hasilnya menunjukkan sebagian pelaku usaha belum memanfaatkan pembayaran digital secara optimal, baik karena keterbatasan informasi maupun kekhawatiran terhadap keamanan transaksi.
Karangawen sendiri dikenal sebagai Desa Wisata Murakabi dengan potensi wisata lokal yang cukup berkembang. Arus kunjungan wisatawan dinilai memerlukan sistem transaksi yang cepat dan praktis. Kehadiran QRIS untuk UMKM diharapkan dapat menunjang kemudahan pembayaran sekaligus meningkatkan daya saing pelaku usaha lokal.
Lurah Karangawen, Erman Susilo, menyatakan dukungan terhadap program tersebut. Ia bahkan mengaku merasakan langsung manfaat penggunaan QRIS sebagai pelaku UMKM.
“Saya mendukung penuh program QRIS untuk UMKM ini. Sebagai pelaku UMKM, saya juga merasa terbantu dengan sistem pembayaran digital. Untuk keberlanjutan kegiatan ini, nanti akan kami diskusikan bersama para dukuh agar lebih banyak warga yang mengikuti sosialisasi,” ujar Erman.

Materi sosialisasi disampaikan oleh mahasiswa KKN dari Program Studi Ilmu Hukum UNS. Mereka menjelaskan konsep dasar QRIS, mekanisme penggunaan, serta payung hukum yang melindungi transaksi digital dari potensi kejahatan keuangan. Penjelasan tersebut dimaksudkan untuk menumbuhkan rasa aman sekaligus meningkatkan literasi digital pelaku UMKM.
Kegiatan ini juga menghadirkan narasumber praktisi, Yulianto, seorang pelaku UMKM yang telah berpengalaman menggunakan QRIS. Ia memaparkan prosedur pendaftaran melalui layanan BRI Merchant serta membagikan pengalaman praktis dalam mengelola transaksi non-tunai.
Selain pemaparan materi, panitia membuka sesi diskusi interaktif. Sejumlah peserta menanyakan prosedur pendaftaran, biaya administrasi, hingga keamanan data. Untuk memperkuat pemahaman, tim KKN membagikan leaflet berisi ringkasan materi dan tahapan pembuatan QRIS.
Respons peserta terbilang positif. Beberapa pelaku UMKM bahkan langsung menyatakan minat untuk mendaftarkan usahanya, tidak hanya untuk kebutuhan Anjungan Cerdas, tetapi juga untuk operasional usaha sehari-hari di padukuhan masing-masing.
Program DIGIT menjadi salah satu dari sepuluh program kerja KKN 27 UNS yang berfokus pada penguatan potensi wisata dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Melalui digitalisasi transaksi, mahasiswa berharap UMKM Karangawen dapat lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi sekaligus siap menyambut peningkatan kunjungan wisata di masa mendatang.
Simak berita terbaru kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Krajan.id WhatsApp Channel: https://whatsapp.com/channel/0029VaAD5sdDOQIbeQkBct03 Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya





