Kalipang, Krajan.id – Dalam rangka menumbuhkan minat baca dan budaya literasi sejak dini, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) atau Belajar Bersama Komunitas (BBK) 7 Universitas Airlangga (UNAIR) menyelenggarakan kegiatan literasi bersama di Desa Kalipang, Kecamatan Sugio, Kabupaten Lamongan.
Kegiatan ini menyasar siswa-siswi sekolah dasar dengan tujuan menumbuhkan minat baca serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya literasi sejak dini. Literasi bersama tersebut ditujukan kepada siswa kelas 1, 2, dan 3 SDN Kalipang yang dilaksanakan pada Jum’at (23/1/2026).
Menanam Kebiasaan Membaca
Penanggung jawab kegiatan, Brigita Berlinda Mei Safhira, menjelaskan bahwa kegiatan literasi ini merupakan salah satu program kerja kelompok KKN-BBK 7 Universitas Airlangga. Program kerja tersebut bertajuk “Pojok Baca” yang berfokus pada peningkatan minat baca serta pemahaman siswa terhadap pentingnya literasi sejak dini.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa berharap dapat memberikan dampak positif dalam membangun kebiasaan membaca pada siswa-siswi. Usai kegiatan membaca bersama, siswa diberikan kesempatan untuk maju ke depan kelas guna menceritakan kembali isi bacaan yang telah dibaca. Kegiatan ini bertujuan untuk melatih keberanian, kemampuan berbicara, serta daya ingat siswa terhadap materi bacaan.
“Kami memberikan buku cerita yang menarik, disertai gambar serta bahasa yang sederhana agar mudah dipahami oleh siswa. Selain itu, kegiatan tersebut juga diselingi dengan permainan edukatif untuk menambah antusiasme mereka,” ujar Berlin.
Kegiatan tersebut menuai respons positif dari para siswa-siswi. Semangat mereka tampak dari keaktifan dalam bertanya, berdiskusi, serta antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan.
“Mereka terlihat sangat bersemangat karena kegiatan dikemas secara interaktif dan tidak hanya berfokus pada pembelajaran di dalam kelas. Selain itu, kami juga memberikan hadiah sebagai bentuk apresiasi atas keberanian siswa yang maju ke depan,” tambah Berlin.
Dampak Berkelanjutan
Pelaksanaan program Pojok Baca memperoleh respons positif dari pihak guru, khususnya Kepala Sekolah. Berlin mengungkapkan bahwa program ini dinilai membantu pihak sekolah karena fasilitas perpustakaan yang dimiliki masih belum memadai, sehingga menjadi alternatif untuk meningkatkan minat baca siswa.
“Pada sesi penutupan, kami mengajak siswa untuk menuliskan kesan dan pesan setelah mengikuti kegiatan membaca pada kertas origami. Tulisan tersebut kemudian ditempelkan pada kertas manila yang telah kami siapkan sebagai bagian dari penutup kegiatan,” tuturnya.
Tak hanya itu, usai kegiatan ditutup, para mahasiswa melakukan dokumentasi bersama sebagai penutup rangkaian acara. Pada momen tersebut, buku-buku tersebut diserahkan kepada pihak sekolah untuk dibagikan ke setiap kelas. “Buku-buku ini sengaja kami berikan agar adik-adik bisa lebih mudah mengakses bahan bacaan dan semakin gemar dalam membaca,” tambahnya.
Kegiatan Edukasi Pojok Baca ini selaras dengan upaya mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-4, yaitu Pendidikan Berkualitas (Quality Education), melalui peningkatan budaya literasi dan penguatan kemampuan membaca pada siswa sekolah dasar.
Mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Program Studi Ilmu Informasi dan Perpustakaan (IIP) tersebut berharap melalui program Pojok Baca ini, minat baca dan budaya literasi siswa dapat terus berkembang. Ia juga berharap kegiatan serupa dapat mendorong siswa untuk lebih terbiasa membaca serta berani mengekspresikan pemahaman mereka melalui kegiatan bercerita dan menulis.
“Kami berharap ke depannya kegiatan ini dapat memberikan dampak positif bagi siswa dan menjadi langkah awal dalam menumbuhkan kebiasaan membaca sejak dini,” tutupnya.
Simak berita terbaru kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Krajan.id WhatsApp Channel: https://whatsapp.com/channel/0029VaAD5sdDOQIbeQkBct03 Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.





