Dukung SDG’s 12, KKN UNS 136 Latih Gapoktan Kaliwedi Buat Komposter dan Olah Limbah Jadi POC

Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani) Desa Kaliwedi Mengikuti Program Pembuatan POC dari Limbah Organik Rumah Tangga oleh Mahasiswa KKN Reguler 136 UNS, Sabtu (07/02/2026). (doc. pribadi)
Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani) Desa Kaliwedi Mengikuti Program Pembuatan POC dari Limbah Organik Rumah Tangga oleh Mahasiswa KKN Reguler 136 UNS, Sabtu (07/02/2026). (doc. pribadi)

Kaliwedi, Krajan.id – Mahasiswa KKN Reguler 136 Universitas Sebelas Maret (UNS) menggelar demonstrasi pembuatan alat komposter dan edukasi pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) dari limbah organik rumah tangga di Desa Kaliwedi, Kecamatan Gondang, Kabupaten Sragen, Sabtu (7/2/2026). Kegiatan ini menyasar anggota Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) setempat sebagai bagian dari upaya mendukung SDG’s 12: Responsible Consumption and Production.

Program tersebut dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya pengelolaan limbah organik rumah tangga di tingkat desa. Sampah dapur seperti sisa sayur, buah, dan makanan kerap dibuang tanpa proses pengolahan. Jika tidak dikelola, limbah organik berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan dan gangguan kesehatan.

Bacaan Lainnya

Penanggung jawab program, Arganesta Ayu Andarini, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan limbah secara berkelanjutan.

“Setiap hari rumah tangga menghasilkan limbah organik. Jika tidak dikelola dengan baik, limbah tersebut dapat mencemari lingkungan. Melalui kegiatan ini, kami mengajak masyarakat mengolahnya menjadi pupuk organik cair menggunakan komposter, sehingga sampah dapat berubah menjadi produk yang bermanfaat dan bernilai ekonomi,” ujar Arganesta.

Ia menambahkan, program ini tidak hanya berorientasi pada pengurangan sampah, tetapi juga mendukung praktik pertanian berkelanjutan di tingkat desa.

Kegiatan diawali dengan pemaparan materi mengenai konsep dasar POC, jenis bahan organik yang dapat digunakan, serta kandungan unsur hara dan manfaatnya bagi tanaman. Arganesta yang berasal dari Program Studi Pendidikan Kimia memaparkan bahwa POC mengandung unsur hara makro dan mikro yang berfungsi mendukung pertumbuhan tanaman, memperbaiki struktur tanah, serta meningkatkan daya serap nutrisi.

Surya Bintang Zudistira Selaku Penanggungjawab Program Pembuatan Alat Komposter Mendemonstrasikan Pembuatan Alat Komposter. (doc. pribadi)
Surya Bintang Zudistira Selaku Penanggungjawab Program Pembuatan Alat Komposter Mendemonstrasikan Pembuatan Alat Komposter. (doc. pribadi)

Selanjutnya, demonstrasi pembuatan alat komposter dipandu oleh Surya Bintang Zudistira dari Program Studi Teknik Mesin. Ia memperagakan cara merakit komposter sederhana yang dapat dibuat dari ember tertutup untuk menciptakan kondisi kedap udara.

Dalam praktiknya, limbah organik rumah tangga dimasukkan ke dalam wadah komposter. Bahan tersebut kemudian disemprot dengan larutan bioaktivator yang terdiri dari EM4 (Effective Microorganisms 4) dan molase atau gula sebagai sumber nutrisi mikroorganisme. Larutan ini berfungsi mempercepat proses fermentasi bahan organik.

“Penyemprotan dilakukan setiap kali sampah baru ditambahkan agar proses fermentasi anaerob berjalan optimal dan kualitas POC tetap terjaga,” kata Surya.

Ia menjelaskan, fermentasi berlangsung secara anaerob, yakni tanpa oksigen. Karena itu, komposter harus ditutup rapat untuk menjaga kondisi kedap udara. Proses penguraian berlangsung selama dua hingga tiga minggu hingga dihasilkan cairan POC yang siap digunakan.

Salah satu peserta, Slamet yang juga Humas Gapoktan Desa Kaliwedi, turut mempraktikkan langsung proses pembuatan POC. Ia sekaligus mengajukan pertanyaan mengenai teknis aplikasi pupuk tersebut.

“Mas, berapa perbandingan POC dengan air yang tepat saat akan disemprotkan ke tanaman agar nutrisinya terserap maksimal?” tanyanya dalam sesi diskusi.

Mahasiswa menjelaskan bahwa POC umumnya diencerkan dengan air sebelum diaplikasikan, dengan perbandingan tertentu sesuai jenis tanaman, agar tidak merusak daun atau akar.

Kegiatan yang berlangsung sekitar dua jam itu diikuti dengan antusias oleh peserta. Diskusi berlangsung interaktif, terutama terkait efektivitas POC dibanding pupuk kimia serta potensi pengembangan produk secara mandiri oleh kelompok tani.

Ketua Gapoktan Desa Kaliwedi, Wardi, mengapresiasi kegiatan tersebut.

“Pengelolaan limbah organik rumah tangga merupakan hal penting. Setelah mendapatkan pengetahuan dan keterampilan dari mahasiswa KKN 136 UNS, kami menjadi lebih paham cara mengolah sampah menjadi pupuk yang bermanfaat bagi tanaman sekaligus mendukung pertanian berkelanjutan,” ujarnya.

Program ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan KKN UNS di Desa Kaliwedi. Selain edukasi pengolahan limbah, mahasiswa juga menjalankan sejumlah program pemberdayaan lain yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.

Tim KKN Reguler 136 UNS terdiri atas Benedetto Rakryan Resijati, Desinta Ayu Permatasari, Ebara Rosa Aryokunta, Elvaretta Fidela Casamira Kartika Dewi, Isabella, Mitakul Jihan, Muhammad Alvito Zaidan Ismail, dan Vini Esa Al Qushori. Seluruh anggota terlibat dalam perencanaan hingga pelaksanaan kegiatan di lapangan.

Melalui program ini, mahasiswa berharap masyarakat tidak hanya memahami konsep pengolahan limbah, tetapi juga menerapkannya secara berkelanjutan di lingkungan masing-masing. Inisiatif sederhana di tingkat rumah tangga dinilai dapat menjadi langkah awal dalam menciptakan desa yang lebih bersih, sehat, dan mandiri dalam memenuhi kebutuhan pupuk organik.

Simak berita terbaru kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Krajan.id WhatsApp Channel: https://whatsapp.com/channel/0029VaAD5sdDOQIbeQkBct03 Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *