Puntukdoro, Krajan.id – Edukasi tentang pemilahan sampah dari rumah menjadi fokus kegiatan mahasiswa KKN Universitas Sebelas Maret (UNS) Kelompok 86 di Balai Desa Puntukdoro, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan. Sosialisasi ini menekankan pentingnya perubahan kebiasaan sederhana di tingkat rumah tangga untuk mendukung terwujudnya desa yang bersih dan tertata.
Kegiatan tersebut sekaligus memperkuat peran KSM TPS Resik Tumoto, yang telah beroperasi selama tujuh bulan terakhir sebagai pengelola tempat penampungan sampah (TPS) desa. Saat ini, pengelolaan TPS ditangani tiga petugas yang bertugas menjaga kebersihan lingkungan secara rutin.
Ketua KSM Resik Tumoto, Jarwo, mengatakan kesadaran warga dalam membuang sampah pada tempatnya sudah tergolong baik. Namun, menurut dia, praktik pemilahan sampah sejak dari rumah masih perlu ditingkatkan.
“Kalau sudah dipilah dari rumah, pekerjaan kami jauh lebih ringan. Kami juga bisa fokus mengolah sampah yang masih bernilai, seperti untuk bahan kompos,” ujar Jarwo.
Sekretaris KSM Resik Tumoto, Hariyadi, menambahkan, pengangkutan sampah dilakukan setiap Senin hingga Sabtu. Petugas secara bergiliran menyisir Dusun Ngrejeng, Prendetan, Klaten, dan Puntukdoro guna memastikan tidak ada sampah yang menumpuk.
Dalam sosialisasi tersebut, mahasiswa KKN UNS Kelompok 86 menjelaskan perbedaan sampah organik dan anorganik serta cara penanganannya. Sampah organik, seperti sisa makanan dan dedaunan, dapat diolah menjadi kompos. Sementara itu, sampah anorganik dipisahkan agar tidak mencemari lingkungan dan berpotensi untuk didaur ulang.
Salah satu mahasiswa, Vicky, menegaskan bahwa pemilahan sampah tidak memerlukan langkah rumit. Warga cukup menyediakan minimal dua wadah terpisah di rumah untuk memisahkan sampah organik dan anorganik.
“Melalui pemilahan sampah yang sederhana, kita membantu petugas sekaligus menjaga desa semakin bersih dan maju,” kata Vicky.

Edukasi ini juga menjadi bagian dari upaya membangun kolaborasi antara warga dan pengelola TPS. Dengan dukungan masyarakat, KSM diharapkan tidak hanya berperan sebagai pengangkut sampah, tetapi juga pengelola yang mampu memberi nilai tambah melalui pengolahan limbah.
Pemerintah desa menyambut baik kegiatan tersebut. Kebiasaan memilah sampah dari rumah dinilai sebagai fondasi penting dalam membangun budaya kebersihan yang berkelanjutan.
Dengan semangat gotong royong, pemilahan sampah dari rumah diharapkan menjadi kebiasaan baru di Desa Puntukdoro. Langkah kecil ini diyakini dapat membawa dampak besar bagi kualitas lingkungan dan mendorong desa menjadi wilayah yang bersih, sehat, serta semakin maju di Kabupaten Magetan.
Simak berita terbaru kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Krajan.id WhatsApp Channel: https://whatsapp.com/channel/0029VaAD5sdDOQIbeQkBct03 Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya





