Inisiatif Mahasiswa UNTAG Surabaya Wujudkan Desa Kuripansari Lebih Aman dan Informatif

Dokumentasi kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat R14 Mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya Subkelompok 1 bersama Kepala Dusun Kuripan dalam pemasangan plang informasi berlampu panel surya di Dusun Kuripan, Desa Kuripansari, Kecamatan Pacet, Mojokerto. (doc. pribadi)
Dokumentasi kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat R14 Mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya Subkelompok 1 bersama Kepala Dusun Kuripan dalam pemasangan plang informasi berlampu panel surya di Dusun Kuripan, Desa Kuripansari, Kecamatan Pacet, Mojokerto. (doc. pribadi)

Mojokerto, Krajan.id – Mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya melaksanakan program pengabdian masyarakat di Desa Kuripansari, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto. Program ini berfokus pada penguatan identitas desa dan peningkatan keamanan lingkungan melalui pemasangan plang identitas dusun serta lampu penerangan jalan tenaga surya.

Kegiatan pengabdian tersebut berlangsung selama 12 hari, mulai 7 Januari 2026. Program digawangi oleh lima mahasiswa lintas program studi, yakni Mochamad Bayu Pamungkas, Mitha Andini, Haniffah Widia Ananta, Muchamad Sainul Abidin, dan Fi Zhilalil Al Haq. Mereka didampingi Dosen Pembimbing Masyarakat, Andria Marchelia, S.H., M.Kn.

Bacaan Lainnya

Ketua tim mahasiswa menyebutkan, pemilihan program didasarkan pada hasil observasi awal di lapangan. Tim menemukan masih terbatasnya penanda wilayah dusun serta minimnya penerangan jalan pada malam hari, yang berpotensi mengganggu mobilitas warga dan pendatang.

“Plang identitas dusun dipasang di titik-titik strategis agar mudah dikenali, baik oleh warga maupun pengunjung. Sementara lampu tenaga surya dipilih karena lebih efisien dan tidak bergantung pada jaringan listrik,” kata salah satu anggota tim.

Pemasangan lampu penerangan jalan berbasis energi surya diharapkan dapat meningkatkan rasa aman warga, khususnya saat beraktivitas pada malam hari. Selain itu, solusi ini dinilai ramah lingkungan dan relevan dengan kebutuhan desa yang berada di wilayah perbukitan.

Aparat Desa Kuripansari menyambut baik inisiatif tersebut. Pemerintah desa menilai program mahasiswa UNTAG Surabaya sejalan dengan kebutuhan pembangunan lokal, terutama dalam upaya menata lingkungan desa agar lebih informatif dan aman.

“Keberadaan plang dusun sangat membantu, terutama bagi tamu atau pendatang. Lampu jalan juga memberi dampak langsung bagi keamanan warga,” ujar perwakilan pemerintah desa.

Warga setempat kini merasakan perubahan pada lingkungan mereka. Jalan desa menjadi lebih terang pada malam hari, sementara penanda dusun memudahkan orientasi wilayah. Pemerintah desa dan masyarakat berharap fasilitas tersebut dapat dirawat secara bersama-sama agar manfaatnya berkelanjutan.

Bagi mahasiswa, kegiatan ini tidak hanya menghasilkan dampak fisik, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran sosial. Melalui interaksi langsung dengan warga, mahasiswa memahami bahwa pembangunan desa yang efektif harus berangkat dari kebutuhan riil masyarakat dan melibatkan partisipasi aktif warga.

Pengalaman di Desa Kuripansari menunjukkan bahwa sinergi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat dapat mendorong pembangunan desa yang inklusif serta berkelanjutan.

Simak berita terbaru kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Krajan.id WhatsApp Channel: https://whatsapp.com/channel/0029VaAD5sdDOQIbeQkBct03 Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *