Inovasi Alat Tanam Jagung Mahasiswa UNTAG Surabaya Tingkatkan Efisiensi Pertanian di Mojokerto

Mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya bersama petani Desa Kuripansari, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, memperagakan alat penanam jagung hasil inovasi mahasiswa dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat. (doc. pribadi)
Mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya bersama petani Desa Kuripansari, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, memperagakan alat penanam jagung hasil inovasi mahasiswa dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat. (doc. pribadi)

Mojokerto, Krajan.id – Mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya menghadirkan inovasi alat penanam jagung untuk meningkatkan efisiensi kerja petani di Desa Kuripansari, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto. Inovasi tersebut diperkenalkan melalui program Pengabdian kepada Masyarakat yang dilaksanakan pada 7–18 Januari 2026 di Dusun Panjunan.

Program ini dijalankan oleh Kelompok R14 Pengabdian Masyarakat UNTAG Surabaya dengan fokus pada penerapan teknologi tepat guna di sektor pertanian. Tim mahasiswa merancang dan mengimplementasikan alat penanam jagung sistem dorong yang ditujukan untuk menjawab persoalan penanaman manual yang selama ini masih banyak digunakan petani setempat.

Bacaan Lainnya

Selama ini, petani jagung di Desa Kuripansari mengandalkan alat tugal untuk menanam benih. Metode tersebut membutuhkan tenaga fisik yang besar, waktu yang relatif lama, serta menghasilkan jarak tanam yang kerap tidak seragam. Kondisi ini berdampak pada tingginya biaya tenaga kerja dan belum optimalnya produktivitas tanaman jagung.

Menjawab persoalan tersebut, mahasiswa UNTAG Surabaya merancang alat penanam jagung yang lebih ergonomis dan mudah dioperasikan. Alat ini bekerja dengan sistem dorong di atas lahan pertanian. Benih jagung dimasukkan ke dalam tabung penampung, lalu dialirkan secara otomatis ke dalam tanah melalui mulut tanam berbahan besi.

Dalam satu lintasan, alat ini mampu melakukan beberapa tahapan sekaligus, mulai dari pembuatan lubang tanam, penempatan benih, hingga penutupan kembali tanah. Roda penekan di bagian belakang berfungsi menutup lubang tanam agar benih tertanam dengan baik. Mekanisme tersebut memungkinkan jarak tanam menjadi lebih seragam dibandingkan metode manual.

Secara desain, alat penanam jagung ini disesuaikan dengan kondisi lahan pertanian di Desa Kuripansari. Pegangan alat dirancang agar petani dapat bekerja tanpa harus terus-menerus membungkuk, sehingga mengurangi kelelahan saat proses penanaman berlangsung. Komponen utama alat meliputi rangka pegangan, tabung benih, roda penggerak dengan mekanisme penyalur benih, mulut tanam, serta roda penekan tanah.

Rangkaian kegiatan pengabdian diawali dengan observasi lapangan dan wawancara bersama petani jagung untuk memetakan permasalahan yang dihadapi. Setelah itu, tim mahasiswa melakukan perancangan, pembuatan, dan uji coba alat di lahan pertanian setempat. Penyerahan alat kepada petani dilakukan pada (9/1/2026), disertai pelatihan penggunaan dan perawatan alat agar dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.

Berdasarkan hasil uji coba, penggunaan alat penanam jagung ini dinilai mampu meningkatkan efisiensi kerja petani hingga dua sampai tiga kali lipat dibandingkan metode tanam manual. Selain menghemat waktu dan tenaga, keseragaman jarak tanam yang dihasilkan diharapkan dapat mendukung pertumbuhan tanaman yang lebih optimal.

Kegiatan ini melibatkan mahasiswa lintas disiplin ilmu, yakni Al Alimu Nur Rohman (Ilmu Komunikasi), Savira Putri Kaylla (Ilmu Hukum), Benedict Anugerah (Teknik Mesin), Yanuar Dwi Firmansyah P. (Administrasi Niaga), dan Davin Danny Ivander. Seluruh kegiatan dibimbing oleh Dosen Pembimbing Lapangan, Andria Marchelia, S.H., M.Kn.

Melalui inovasi alat penanam jagung ini, mahasiswa UNTAG Surabaya berharap dapat mendorong transformasi pertanian dari metode konvensional menuju sistem semi-mekanis yang lebih efisien. Inisiatif tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan produktivitas pertanian, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan petani di Desa Kuripansari.

Simak berita terbaru kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Krajan.id WhatsApp Channel: https://whatsapp.com/channel/0029VaAD5sdDOQIbeQkBct03 Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *