Kebumen, Krajan.id – Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Kebumen, Amin Yasir, mengajak pemerintah desa dan masyarakat menjadikan desa sebagai garda terdepan dalam menjaga demokrasi yang bersih dan berintegritas. Ajakan tersebut disampaikan dalam kegiatan Konsolidasi Demokrasi di Desa Jatiroto, Kecamatan Buayan, Rabu (4/2/2026).
Dalam sambutannya, Amin Yasir menegaskan bahwa upaya menolak politik uang harus dimulai dari ruang terdekat dengan kehidupan masyarakat, yakni desa. Menurut dia, desa memiliki peran strategis dalam membangun contoh praktik demokrasi yang jujur dan bermartabat.
“Komitmen menolak politik uang tidak bisa hanya berhenti di tingkat atas. Ia harus dimulai dari desa, bahkan dari proses-proses paling awal, termasuk rekrutmen perangkat desa,” ujar Amin Yasir.
Ia menilai, jika nilai-nilai demokrasi yang bersih telah tertanam kuat di tingkat desa, maka praktik serupa akan lebih mudah diterapkan pada tahapan demokrasi yang lebih luas. Karena itu, Amin Yasir mendorong seluruh unsur desa—mulai dari pemerintah desa, lembaga kemasyarakatan, hingga warga—untuk aktif melakukan pengawasan dan pencegahan sejak dini.
Selain isu politik uang, Amin Yasir juga mengingatkan masyarakat agar lebih kritis dalam menyikapi arus informasi yang beredar. Ia menyoroti maraknya hoaks, isu suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), serta informasi menyesatkan yang berpotensi memecah persatuan masyarakat desa.
“Masyarakat desa perlu dibekali kemampuan menyaring informasi. Jangan mudah percaya atau menyebarkan berita yang belum jelas kebenarannya karena itu bisa merusak harmoni sosial,” kata dia.
Kepala Desa Jatiroto menyambut positif kegiatan Konsolidasi Demokrasi tersebut. Ia berharap agenda serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai ruang edukasi politik bagi masyarakat desa.
“Kami merasa kegiatan ini penting untuk memperkuat kesadaran warga tentang demokrasi yang sehat. Harapannya, desa tidak hanya menjadi objek, tetapi juga subjek dalam menjaga kualitas demokrasi,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Desa Jatiroto menekankan perlunya langkah-langkah konkret agar penolakan terhadap politik uang tidak hanya berhenti pada tataran wacana. Menanggapi hal itu, Amin Yasir menegaskan bahwa komitmen tersebut harus dimulai dari lingkup terkecil, yaitu keluarga dan lingkungan sekitar.
“Penolakan politik uang harus menjadi kesepakatan bersama, dari keluarga, lingkungan RT dan RW, hingga dalam setiap proses pemilihan. Pemilih, peserta, dan penyelenggara harus satu suara menjaga demokrasi yang bermartabat,” kata Amin.
Melalui kegiatan ini, Bawaslu Kabupaten Kebumen menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat desa. Upaya tersebut dilakukan guna memperkuat pengawasan partisipatif serta menumbuhkan budaya demokrasi yang bersih, jujur, dan berintegritas sejak dari akar rumput.
Simak berita terbaru kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Krajan.id WhatsApp Channel: https://whatsapp.com/channel/0029VaAD5sdDOQIbeQkBct03 Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.





