Mranggen Kidul, Krajan.id – Desa Mranggen Kidul, Kecamatan Bansari, Temanggung, kembali menunjukkan geliatnya sebagai salah satu destinasi wisata di kaki Gunung Sindoro. Selama ini, desa tersebut dikenal memiliki panorama alam yang menawan, seni tradisional Jaran Kepang “Bayu Putro Lestari,” hingga sumber mata air Sidengok yang dahulu ramai dikunjungi wisatawan. Namun, beberapa tahun terakhir, pesona itu sempat meredup.
Melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret (UNS) Kelompok 332, para mahasiswa berinisiatif membangkitkan kembali potensi wisata desa. Mereka menggarap proyek peta wisata, peta administrasi, sekaligus peta jalur pendakian Gunung Sindoro via Mranggen Kidul.
Program ini tidak hanya bertujuan mengenalkan kekayaan alam dan budaya desa kepada publik, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat setempat.
Pada (20/8/2025), mahasiswa KKN 332 UNS memulai penyusunan peta administrasi desa sebagai dasar perencanaan. Prosesnya melibatkan survei lapangan, wawancara dengan warga, hingga diskusi bersama pemerintah desa. Hasil pemetaan kemudian dikembangkan menjadi peta wisata yang menampilkan lokasi budaya, objek wisata, dan jalur pendakian.
Peta tersebut tidak hanya tersedia dalam format digital, tetapi juga diwujudkan dalam bentuk fisik yang dipasang pada gardu informasi permanen di titik strategis desa. Hal ini memudahkan warga maupun wisatawan untuk mendapatkan informasi secara langsung saat berkunjung.
Salah satu capaian terbesar dari program KKN ini adalah pembukaan kembali jalur pendakian Gunung Sindoro via Mranggen Kidul, yang telah tertutup selama lebih dari tiga tahun. Bersama warga desa, mahasiswa melakukan pembersihan jalur dari pepohonan dan ranting yang menutup akses, serta memasang plang penanda di sejumlah pos pendakian.

Pada Sabtu, (16/8/2025), tim KKN UNS bersama warga melaksanakan pendakian penuh dari basecamp hingga puncak Sindoro. Dengan bantuan aplikasi GAIA GPS, perjalanan lebih dari sepuluh jam tersebut sekaligus menjadi momen bersejarah karena berhasil memetakan jalur pendakian secara akurat.
“Kami berharap melalui program ini, Mranggen Kidul dapat bangkit kembali sebagai destinasi wisata unggulan. Jalur Sindoro bisa menjadi daya tarik baru bagi pendaki, sementara UMKM lokal dapat merasakan manfaat ekonomi,” ujar Alfatih Satria, mahasiswa KKN UNS.
Dengan kembalinya jalur pendakian dan hadirnya peta wisata yang lengkap, Desa Mranggen Kidul kini siap menyambut wisatawan dengan wajah baru. Potensi ekonomi desa diprediksi meningkat, mulai dari berkembangnya UMKM, jasa porter, penyewaan alat, hingga ojek gunung yang melayani pendaki.
Program KKN UNS di Mranggen Kidul membuktikan bahwa kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat mampu menciptakan perubahan nyata. Desa yang sebelumnya hanya dikenal sebagai pemukiman di kaki Sindoro, kini bangkit kembali dengan identitas baru: desa wisata yang hidup, budaya yang lestari, dan jalur pendakian yang aman untuk dijelajahi.
Simak berita terbaru kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Krajan.id WhatsApp Channel: https://whatsapp.com/channel/0029VaAD5sdDOQIbeQkBct03 Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.





