Sambi, Krajan.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta Kelompok 132 melaksanakan sejumlah program pemberdayaan masyarakat di Desa Sambi, Kecamatan Sambirejo, Kabupaten Sragen, dengan mengusung pendekatan Sustainable Development Goals (SDGs). Program tersebut berfokus pada dukungan terhadap tujuan ke-2, yakni Tanpa Kelaparan, serta tujuan ke-12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab.
Melalui program tersebut, mahasiswa berupaya mendorong masyarakat memanfaatkan potensi lokal sebagai sumber pangan sekaligus meningkatkan kesadaran terhadap pengelolaan limbah rumah tangga. Kegiatan ini dilaksanakan melalui serangkaian sosialisasi dan praktik langsung yang melibatkan warga desa.
Program KKN berbasis SDGs ini dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya pengelolaan sampah rumah tangga di Desa Sambi, khususnya sampah nonorganik yang kerap dianggap tidak memiliki nilai guna. Di sisi lain, potensi bahan pangan lokal yang tersedia di desa tersebut juga belum dimanfaatkan secara optimal.
Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKN UNS menghadirkan sejumlah kegiatan yang mendorong masyarakat agar lebih bijak dalam mengelola limbah sekaligus memanfaatkan sumber daya lokal secara produktif dan berkelanjutan.

Salah satu kegiatan yang dilaksanakan untuk mendukung SDGs SDGs ke-2, Tanpa Kelaparan adalah sosialisasi pemanfaatan potensi bahan pangan lokal. Dalam kegiatan ini, mahasiswa mengajak warga mengolah pisang, salah satu komoditas yang mudah dijumpai di Desa Sambi, menjadi produk olahan berupa es krim.
Kegiatan yang digelar di Balai Desa Sambi pada Kamis (12/2/2026) tersebut diikuti oleh ibu-ibu Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dengan antusias. Selain pemaparan materi, peserta juga diajak mempraktikkan secara langsung proses pembuatan es krim pisang yang dapat dikonsumsi sendiri maupun dikembangkan sebagai produk bernilai ekonomi.
Salah satu peserta kegiatan, Dwi, mengaku tertarik dengan inovasi olahan tersebut.
“Es krimnya enak dan bisa jadi inovasi bagi warga. Kalau dikembangkan, mungkin bisa menjadi produk yang dijual juga,” ujarnya usai mengikuti kegiatan.
Menurutnya, kegiatan yang diawali dengan pemaparan mengenai potensi pengembangan pangan desa tersebut memberikan wawasan baru bagi masyarakat tentang cara memanfaatkan bahan lokal secara lebih kreatif.
Selain pengolahan potensi pangan lokal, mahasiswa KKN UNS juga menjalankan program yang berkaitan dengan SDGs ke-12, Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, khususnya dalam pengelolaan sampah rumah tangga.
Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah sosialisasi pembakaran sampah minim emisi yang dilaksanakan di Balai Desa Sambi pada Jumat (13/2/2026). Dalam kegiatan ini, mahasiswa memberikan penjelasan mengenai dampak emisi dari praktik pembakaran sampah yang masih sering dilakukan masyarakat secara terbuka.
Mahasiswa menjelaskan bahwa pembakaran sampah tanpa pengelolaan yang tepat dapat menimbulkan pencemaran udara serta berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat. Oleh karena itu, warga diajak memahami pentingnya pengelolaan sampah yang lebih ramah lingkungan.
Sebagai bagian dari sosialisasi tersebut, mahasiswa juga memperkenalkan prototipe alat pembakaran sampah minim emisi skala rumah tangga yang dibuat dari tong bekas. Alat sederhana ini diperkenalkan sebagai alternatif pengelolaan sampah yang dinilai mampu mengurangi kepulan asap saat proses pembakaran.
Salah satu warga yang mengikuti kegiatan tersebut, Hadi, menilai alat tersebut cukup membantu mengurangi dampak asap dari pembakaran sampah.
“Alatnya bagus. Biasanya kalau bakar sampah langsung di tanah, asapnya bisa menyebar ke mana-mana. Kalau pakai tong seperti ini, asapnya lebih terkendali,” katanya.
Hadi juga menambahkan bahwa penggunaan tong bekas sebagai bahan utama alat tersebut dinilai praktis dan mudah diterapkan oleh masyarakat karena tidak membutuhkan biaya besar.

Selain itu, mahasiswa KKN UNS juga mengadakan sosialisasi dan praktik pembuatan lilin aromaterapi dari minyak jelantah. Kegiatan ini melibatkan kader posyandu, anggota bank sampah, serta ibu-ibu PKK Desa Sambi.
Kegiatan yang dilaksanakan di Balai Desa Sambi pada Senin (26/1/2026) tersebut diawali dengan pemaparan mengenai dampak negatif pembuangan minyak jelantah secara sembarangan terhadap lingkungan. Peserta kemudian diajak mempraktikkan langsung proses pembuatan lilin aromaterapi dari minyak bekas pakai tersebut.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa berharap masyarakat dapat memahami bahwa limbah rumah tangga seperti minyak jelantah masih memiliki potensi untuk diolah kembali menjadi produk yang bermanfaat bahkan bernilai ekonomi.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, mahasiswa KKN UNS berharap masyarakat Desa Sambi semakin menyadari pentingnya pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan. Selain itu, pemanfaatan potensi lokal diharapkan dapat membuka peluang baru bagi warga untuk mengembangkan produk pangan maupun kerajinan yang memiliki nilai tambah bagi perekonomian desa.
Simak berita terbaru kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Krajan.id WhatsApp Channel: https://whatsapp.com/channel/0029VaAD5sdDOQIbeQkBct03 Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya





