KKN PMD Unram Dorong Pemberdayaan Masyarakat Lewat Inovasi Abon Ikan Nila di Desa Sigerongan

Dokumentasi bersama IKABOGA LOBAR, Ketua PKK dan Sekretaris Desa. (doc. Pribadi)
Dokumentasi bersama IKABOGA LOBAR, Ketua PKK dan Sekretaris Desa. (doc. Pribadi)

Sigerongan, Krajan.id – Desa Sigerongan, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat, memiliki potensi besar dalam sektor perikanan. Namun, potensi ini selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal, dengan mayoritas masyarakat hanya menjual ikan segar atau bibit ikan.

Melihat peluang ini, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Universitas Mataram (Unram) 2024/2025 hadir dengan ide inovatif: pengolahan ikan nila menjadi abon sebagai usaha produktif dan bernilai jual tinggi.

Bacaan Lainnya

Gatot Triono Senoaji, mahasiswa Teknik Elektro Fakultas Teknik Unram sekaligus perwakilan kelompok KKN, menjelaskan bahwa ide ini lahir setelah mereka melakukan survei ke Desa Sigerongan.

“Perikanan adalah penghasilan terbesar di desa ini, tapi masyarakat hanya fokus pada penjualan bibit ikan. Kami melihat peluang untuk mengolah ikan nila menjadi produk yang memiliki nilai jual lebih, yaitu abon,” ujarnya.

Ikan nila dipilih karena jumlahnya melimpah dan mudah didapatkan di desa tersebut. Selain itu, abon dikenal sebagai makanan yang tahan lama, mudah dibuat, dan memiliki pasar yang luas. “Pembuatan abon ini menjadi inovasi baru untuk memajukan UMKM di Desa Sigerongan,” tambah Gatot.

Program kerja utama ini diwujudkan dalam bentuk sosialisasi bertajuk “Pembuatan Abon dari Ikan Nila sebagai Peluang Usaha dan Pemberdayaan Masyarakat”, yang dilaksanakan pada Kamis (9/1/2025), di Gedung Serba Guna Kantor Desa Sigerongan. Kegiatan ini dihadiri oleh 15 peserta, dengan mayoritas ibu-ibu PKK yang antusias mengikuti proses pelatihan.

Acara dibuka dengan sambutan dari Ketua Kelompok KKN, perwakilan dari pemerintah desa, serta IKA BOGA Lombok Barat. Sekretaris Desa Sigerongan, Syahrul Azwar, SH, menyampaikan apresiasinya kepada mahasiswa KKN yang telah memperkenalkan ide kreatif ini.

“Kami berterima kasih atas inisiatif mahasiswa KKN Unram. Program ini diharapkan bisa meningkatkan keterampilan masyarakat dan memanfaatkan potensi perikanan desa secara optimal,” ujarnya.

Setelah sesi pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan penjelasan materi dan praktek langsung pembuatan abon ikan nila. Prosesnya melibatkan teknik dasar yang mudah diikuti, namun dengan resep khusus yang memberikan cita rasa khas produk Desa Sigerongan.

Proses Pembuatan Abon Ikan Nila. (doc. Pribadi)
Proses Pembuatan Abon Ikan Nila. (doc. Pribadi)

 “Cara pembuatannya tidak jauh berbeda dengan abon lainnya, tetapi kami memberikan sentuhan khusus pada bumbu agar memiliki keunikan tersendiri,” jelas Gatot.

Baca Juga: Kunci Sehat Jiwa: Mahasiswa KKN Unair Ajarkan Teknik Mengelola Emosi kepada Siswa SDN 2 Gintangan

Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari IKA BOGA Lombok Barat, dengan menghadirkan Dian Suryani sebagai pemateri. Ia membagikan pengetahuan tentang cara memanfaatkan potensi perikanan menjadi produk olahan bernilai jual.

“Saya senang berbagi ilmu dengan masyarakat Desa Sigerongan. Potensi ikan nila di sini sangat besar, tinggal bagaimana kita mengelolanya agar bisa menjadi sumber penghasilan baru,” ujar Dian.

Dosen pembimbing KKN, Dr. Dewi Satria Elmiana, S.Pd., M.Pd, juga memberikan masukan berharga terkait pengembangan produk. “Program ini sangat baik, tetapi penting juga untuk memperhatikan aspek pemasaran. Abon ikan nila ini harus dikemas dengan baik agar bisa dipasarkan secara lebih luas,” sarannya.

Sebagai langkah lanjutan dari sosialisasi ini, mahasiswa KKN membentuk kelompok UMKM bernama Kali Mangu. Kelompok ini bertujuan untuk memastikan kelangsungan produksi abon ikan nila dan memperluas jaringan pemasaran produk.

“Kami tidak hanya mengajarkan keterampilan teknis, tetapi juga membentuk kelompok usaha yang akan terus berjalan meskipun program KKN sudah selesai,” kata Gatot.

Selain itu, materi tambahan mengenai strategi pemasaran dan manajemen usaha juga disampaikan dalam sosialisasi ini. Hal ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang komprehensif kepada masyarakat tentang bagaimana cara memasarkan produk secara efektif, baik di tingkat lokal maupun di luar daerah.

Meski program ini berjalan lancar, Gatot mengakui ada beberapa tantangan yang dihadapi. “Percobaan pembuatan abon memerlukan beberapa kali uji coba untuk mendapatkan rasa yang pas. Selain itu, antusiasme masyarakat di pagi hari cukup rendah karena banyak yang sibuk dengan aktivitas lain,” jelasnya.

Namun, setelah sosialisasi berlangsung, respon masyarakat, terutama dari kalangan ibu-ibu PKK, sangat positif. Mereka menunjukkan minat besar untuk mengembangkan keterampilan ini dan berharap bisa meningkatkan pendapatan keluarga melalui usaha abon ikan nila.

Baca Juga: Melawan Budaya Konsumtif: Mahasiswa BBK 5 Unair Tanamkan Kebiasaan Menabung Sejak Dini

Kedepannya, mahasiswa KKN berharap program ini tidak berhenti sampai di sini. Mereka berencana membantu memasarkan produk abon Kali Mangu ke luar daerah dan terus memberikan pendampingan bagi kelompok UMKM yang telah terbentuk.

“Harapan kami, abon ikan nila ini bisa menjadi produk unggulan Desa Sigerongan dan membantu meningkatkan perekonomian masyarakat setempat,” tutup Gatot.

Dokumentasi hasil dari pembuatan abon ikan nila yang sudah dikemas. (doc. Pribadi)
Dokumentasi hasil dari pembuatan abon ikan nila yang sudah dikemas. (doc. Pribadi)

Keterlibatan aktif mahasiswa KKN PMD Unram 2024/2025 di Desa Sigerongan menunjukkan bahwa program KKN bukan hanya sekadar kegiatan akademis, tetapi juga memiliki dampak nyata dalam pemberdayaan masyarakat.

Melalui inovasi sederhana seperti pembuatan abon ikan nila, potensi lokal dapat diangkat menjadi peluang usaha yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Semoga inisiatif ini menjadi inspirasi bagi desa-desa lain untuk memanfaatkan potensi lokal mereka secara kreatif dan berkelanjutan.

Simak berita terbaru kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Krajan.id WhatsApp Channel: https://whatsapp.com/channel/0029VaAD5sdDOQIbeQkBct03 Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *