Petungsewu, Krajan.id – Mahasiswa KKN Universitas Sebelas Maret (UNS) Kelompok 94 menggelar rangkaian program pemberdayaan bertajuk Smart Agro-Health di Desa Petungsewu, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Program yang dilaksanakan pada 18 Januari dan 1 Februari 2026 ini menyasar Kelompok Wanita Tani (KWT), Kelompok Tani Muda, serta ibu-ibu PKK sebagai upaya memperkuat kemandirian pangan sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan lingkungan berbasis potensi lokal desa.
Ketua KKN Kelompok 94, Hillmy Fuaddzan Nugroho dari Program Studi Ilmu Hukum 2023, menjelaskan bahwa program tersebut dirancang sebagai respons atas sejumlah persoalan yang dihadapi masyarakat. Di antaranya keterbatasan lahan pekarangan akibat pesatnya pembangunan permukiman, belum optimalnya pengelolaan limbah organik rumah tangga, serta melimpahnya limbah kulit jeruk yang belum dimanfaatkan secara produktif.
“Melalui pendekatan terpadu, kami ingin menghadirkan solusi sederhana yang aplikatif dan bisa langsung diterapkan masyarakat,” ujarnya.

Kegiatan pertama dilaksanakan pada Sabtu, (18/1/2026), melalui program Urban Mini Farm Aquaponik bersama Kelompok Wanita Tani Desa Petungsewu. Program ini diprakarsai oleh Ninda Khairun Nisa dari Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian 2023. Dalam pelatihan tersebut, peserta diajak memanfaatkan lahan sempit dengan sistem aquaponik sederhana untuk budidaya kangkung dan lele.
Tak sekadar penyampaian materi, para peserta terlibat langsung dalam proses perakitan instalasi, penanaman bibit kangkung, hingga penebaran benih ikan lele. Metode penyuluhan partisipatif yang memadukan ceramah, demonstrasi, dan praktik lapangan diterapkan agar peserta memahami konsep sekaligus mampu mengaplikasikannya secara mandiri di rumah masing-masing.
Pada hari yang sama, agenda pemberdayaan berlanjut pada malam hari melalui program Citrus Repellent: Pemanfaatan Limbah Kulit Jeruk bersama ibu-ibu PKK RT 2. Program ini digagas oleh Priska Dwi Laurensia dari Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian 2023. Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pemaparan mengenai kandungan senyawa aktif dalam kulit jeruk yang berpotensi sebagai pengusir nyamuk alami.
Setelah sesi materi, peserta mempraktikkan langsung proses pembuatan larutan berbahan dasar kulit jeruk hingga pengemasan dalam botol semprot. Produk ini tidak hanya bermanfaat sebagai alternatif pengusir nyamuk ramah lingkungan, tetapi juga berpotensi dikembangkan menjadi produk rumah tangga bernilai ekonomis.

Rangkaian program berlanjut pada (1/2/2026) melalui kegiatan Green Start from Home: Pelatihan Pembuatan Kompos Ramah Lingkungan bersama Kelompok Tani Muda. Program yang diinisiasi Umi Fatimah ini berfokus pada peningkatan kapasitas masyarakat dalam mengolah limbah organik rumah tangga dan sisa pertanian menjadi pupuk kompos.
Peserta mempraktikkan langsung proses pemilahan bahan, penyusunan media kompos, hingga teknik perawatan agar proses dekomposisi berjalan optimal. Diskusi terbuka juga digelar untuk membahas pentingnya pengurangan ketergantungan pada pupuk kimia dan penerapan sistem pertanian berkelanjutan di tingkat desa.
Hillmy menegaskan, integrasi antara aquaponik, pengolahan kompos, dan pemanfaatan limbah kulit jeruk merupakan strategi terpadu untuk mendukung pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.
“Kami ingin masyarakat tidak hanya menjadi peserta, tetapi juga pelaku utama dalam menjaga ketahanan pangan dan kesehatan lingkungannya,” katanya.
Program ini dilaksanakan di bawah bimbingan dosen pembimbing lapangan, Andri Prasetyo, S.E., M.E. Selain Hillmy, tim KKN Kelompok 94 terdiri atas mahasiswa lintas disiplin, yakni Fara Widya Ramadhani dan Isyana Dwi Aryaningsih dari Ekonomi Pembangunan 2023; Muhammad Mashia Abiyyu Arhab dari Pendidikan Geografi 2023; Muhammad Ivan Ardiansyah, Muhammad Husnul Wafa, dan Muhammad Iqbal Ramadhan dari Teknik Sipil 2023; serta Umi Fatimah, Ninda Khairun Nisa, dan Priska Dwi Laurensia dari Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian 2023.
Kolaborasi lintas bidang tersebut memperkuat pendekatan program, mulai dari aspek teknis budidaya, pengelolaan lingkungan, hingga perencanaan keberlanjutan ekonomi. Mahasiswa Teknik Sipil turut memberikan dukungan pada perancangan instalasi sederhana, sementara mahasiswa Ekonomi Pembangunan mendorong pemikiran terkait potensi pengembangan produk berbasis rumah tangga.
Melalui program Desa Petungsewu sebagai percontohan Sustainable Smart Agro-Health Tourism Village, mahasiswa KKN UNS berharap inisiatif ini dapat terus dikembangkan secara mandiri oleh warga. Dengan memanfaatkan potensi lokal secara optimal, desa tidak hanya mampu memperkuat ketahanan pangan, tetapi juga menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan berkelanjutan.
Program ini menjadi contoh bagaimana kolaborasi akademik dan masyarakat dapat melahirkan inovasi sederhana namun berdampak nyata bagi kehidupan sehari-hari warga.
Simak berita terbaru kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Krajan.id WhatsApp Channel: https://whatsapp.com/channel/0029VaAD5sdDOQIbeQkBct03 Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya





