KKN UNS Gandeng BNI, 23 UMKM Desa Petungsewu Terapkan QRIS untuk Percepat Transformasi Digital

Pernyerahan kode batang QRIS sebagai simbolis setelah pelaksanaan sosialisasi pengimplementasian sistem pembayaran non-tunai QRIS untuk para UMKM bersama Bank BNI di Desa Petungsewu, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. (doc. pribadi)
Pernyerahan kode batang QRIS sebagai simbolis setelah pelaksanaan sosialisasi pengimplementasian sistem pembayaran non-tunai QRIS untuk para UMKM bersama Bank BNI di Desa Petungsewu, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. (doc. pribadi)

Petungsewu, Krajan.id – Upaya mendorong digitalisasi UMKM di tingkat desa kembali dilakukan melalui kolaborasi perguruan tinggi dan sektor perbankan. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kemitraan Universitas Sebelas Maret (UNS) menggandeng Bank Negara Indonesia (BNI) untuk mengimplementasikan sistem pembayaran non-tunai QRIS di Desa Petungsewu, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang.

Program ini dipimpin oleh Isyana Dwi Aryaningsih dari Program Studi Ekonomi Pembangunan angkatan 2023 sebagai penanggung jawab program. Sementara itu, koordinasi kelompok turut melibatkan Hillmy Fuaddzan Nugroho dari Ilmu Hukum 2023 bersama anggota tim KKN UNS Kelompok 94. Kegiatan ini berada di bawah bimbingan dosen Andri Prasetyo, S.E., M.E.

Bacaan Lainnya

Isyana menjelaskan bahwa program tersebut berangkat dari kebutuhan pelaku usaha desa untuk beradaptasi dengan perkembangan sistem pembayaran digital. 

“Kami melihat masih banyak UMKM yang belum memanfaatkan QRIS secara optimal. Karena itu, kami melakukan pendampingan mulai dari pendataan hingga proses aktivasi,” ujarnya.

Rangkaian kegiatan diawali dengan survei dan pendataan UMKM secara door to door. Pendekatan ini dilakukan untuk memetakan tingkat adopsi teknologi pembayaran digital di kalangan pelaku usaha. Dari hasil pendataan, tim berhasil menggandeng 23 UMKM untuk mengikuti program pendampingan implementasi QRIS.

Selain melakukan pendataan, mahasiswa juga memberikan edukasi terkait manfaat penggunaan QRIS, mulai dari kemudahan transaksi, keamanan pembayaran, hingga pencatatan keuangan yang lebih tertata. Para pelaku usaha juga diberikan pemahaman tentang peningkatan kepercayaan konsumen melalui sistem pembayaran non-tunai yang terstandarisasi secara nasional.

Pada (9/2/2026), para pelaku UMKM diundang ke Balai Desa Petungsewu untuk mengikuti kegiatan sosialisasi dan penerimaan QRIS bersama pihak BNI. Dalam kesempatan tersebut, perwakilan BNI memaparkan mekanisme penggunaan QRIS serta peluang pengembangan usaha melalui layanan perbankan digital.

Dokumentasi bersama setelah pelaksanaan sosialisasi pengimplementasian sistem pembayaran non-tunai QRIS untuk para UMKM bersama Bank BNI di Desa Petungsewu, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. (doc. pribadi)
Dokumentasi bersama setelah pelaksanaan sosialisasi pengimplementasian sistem pembayaran non-tunai QRIS untuk para UMKM bersama Bank BNI di Desa Petungsewu, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. (doc. pribadi)

Proses pendampingan tidak berhenti pada tahap sosialisasi. Tim KKN bersama pihak BNI turut membantu pengaktifan akun BNI Merchant agar QRIS dapat langsung digunakan dalam transaksi. Selain itu, dilakukan pula aktivasi aplikasi WONDR by BNI sebagai bagian dari penguatan ekosistem digital perbankan bagi pelaku usaha desa.

Hillmy Fuaddzan Nugroho menuturkan bahwa sinergi antara mahasiswa dan perbankan menjadi kunci keberhasilan program ini. 

“Kolaborasi ini menunjukkan bahwa transformasi digital tidak hanya menyasar kota besar, tetapi juga desa. Harapannya, UMKM di Petungsewu semakin berdaya saing,” katanya.

Tim KKN Kelompok 94 yang terdiri atas mahasiswa lintas disiplin, seperti Ekonomi Pembangunan, Ilmu Hukum, Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian, Pendidikan Geografi, serta Teknik Sipil, turut berperan aktif dalam proses pendampingan. Kehadiran mereka memperkuat pendekatan multidisipliner dalam mendukung pengembangan ekonomi lokal.

Program ini menjadi langkah konkret dalam memperkuat kapasitas UMKM desa agar mampu beradaptasi dengan perkembangan ekonomi digital. Implementasi QRIS bukan hanya mempermudah transaksi, tetapi juga mendorong efisiensi, transparansi, dan profesionalisme pengelolaan usaha.

Inisiatif ini sejalan dengan target Sustainable Development Goals (SDGs) poin 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi. Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, sektor perbankan, dan masyarakat desa, fondasi ekonomi lokal yang inklusif dan berkelanjutan diharapkan semakin kokoh.

Simak berita terbaru kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Krajan.id WhatsApp Channel: https://whatsapp.com/channel/0029VaAD5sdDOQIbeQkBct03 Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *