Lumajang, Krajan.id – Upaya menjaga kebersihan lingkungan pesisir di Kabupaten Lumajang kian menguat melalui kolaborasi lintas sektor yang melibatkan berbagai elemen. Sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dinilai menjadi kunci dalam memastikan pengelolaan kawasan pesisir berjalan berkelanjutan, sekaligus berdampak pada pembangunan ekonomi lokal.
Kolaborasi tersebut tercermin dalam kegiatan Karya Bhakti Terpadu Pembersihan Sampah Laut yang dilaksanakan di Pantai Watuk Pecak, Kecamatan Pasirian, Jumat (6/2/2026). Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada pembersihan sampah, tetapi juga menjadi ruang temu antarinstansi dan warga untuk memperkuat kesadaran bersama terhadap pentingnya menjaga ekosistem pesisir.
Kepala Staf Kodim (Kasdim) 0821/Lumajang, Mayor Inf Tanuri, menyampaikan bahwa persoalan sampah di wilayah pesisir tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak saja. Menurutnya, diperlukan keterlibatan aktif seluruh pemangku kepentingan agar upaya pelestarian lingkungan berjalan efektif dan berkelanjutan.
“Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam menjaga kebersihan pantai. TNI tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan pemerintah daerah, aparat kepolisian, dan partisipasi masyarakat,” ujar Tanuri.
Ia menilai, sinergi tersebut tidak hanya berdampak pada kebersihan lingkungan, tetapi juga memperkuat fondasi pembangunan daerah. Pantai yang bersih dan terkelola dengan baik akan menciptakan lingkungan yang sehat sekaligus meningkatkan daya tarik wisata.
Tanuri menambahkan, kawasan pesisir memiliki potensi ekonomi yang besar apabila dikelola secara kolaboratif. Keterlibatan masyarakat dalam menjaga kebersihan pantai akan membuka peluang tumbuhnya berbagai usaha berbasis potensi lokal, seperti jasa wisata, kuliner, dan ekonomi kreatif.
Dari sisi pemerintah daerah, kerja sama lintas sektor dipandang sejalan dengan strategi pembangunan Lumajang yang menempatkan kelestarian lingkungan sebagai prioritas. Pemerintah membutuhkan dukungan aparat keamanan dan masyarakat untuk memastikan kebijakan pengelolaan pesisir dapat berjalan di lapangan.
Kegiatan karya bhakti terpadu ini juga menjadi sarana edukasi publik. Melalui keterlibatan langsung dalam pembersihan sampah laut, masyarakat diajak untuk memahami bahwa menjaga kebersihan pantai bukan sekadar tanggung jawab pemerintah, melainkan kewajiban bersama.
Partisipasi aktif warga dalam kegiatan tersebut menunjukkan adanya peningkatan kesadaran kolektif. Warga mulai melihat bahwa kebersihan lingkungan pesisir berkaitan langsung dengan kualitas hidup, kesehatan, dan peluang ekonomi di wilayah mereka.
Sinergi antara aparat dan masyarakat juga memperkuat rasa memiliki terhadap kawasan pantai. Dengan adanya kerja sama yang solid, upaya menjaga kebersihan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, melainkan menjadi gerakan berkelanjutan yang tertanam dalam kehidupan sehari-hari.
Pantai Watuk Pecak menjadi contoh bagaimana kolaborasi lintas sektor dapat diterjemahkan ke dalam aksi nyata. Pendekatan ini diharapkan dapat direplikasi di kawasan pesisir lainnya di Lumajang, sehingga pengelolaan lingkungan dan pembangunan ekonomi dapat berjalan seiring.
Melalui kerja bersama yang konsisten, Lumajang berupaya membangun wilayah pesisir yang bersih, sehat, dan produktif. Kolaborasi lintas sektor dinilai sebagai fondasi penting untuk memastikan pembangunan daerah tidak mengabaikan keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Simak berita terbaru kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Krajan.id WhatsApp Channel: https://whatsapp.com/channel/0029VaAD5sdDOQIbeQkBct03 Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.





