Kolaborasi Tiga Perguruan Tinggi Dampingi UMKM Perajin di Sleman Secara Komprehensif

Universitas Pelita Bangsa (UPB) Bekasi, Universitas Alma Ata (UAA) Yogyakarta, dan Universitas Madani (UMAD) Yogyakarta, menggelar aksi kolaborasi nyata dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat di Kapanewon Berbah, Sleman. Kegiatan ini berlangsung di Resto Ngangkring Imbuh, Padukuhan Kranggan 1, Kalurahan Jogotirto, Kapanewon atau Kecamatan Berbah, Sleman, Kamis (5/2/2026). (doc. KIM Berbah)
Universitas Pelita Bangsa (UPB) Bekasi, Universitas Alma Ata (UAA) Yogyakarta, dan Universitas Madani (UMAD) Yogyakarta, menggelar aksi kolaborasi nyata dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat di Kapanewon Berbah, Sleman. Kegiatan ini berlangsung di Resto Ngangkring Imbuh, Padukuhan Kranggan 1, Kalurahan Jogotirto, Kapanewon atau Kecamatan Berbah, Sleman, Kamis (5/2/2026). (doc. KIM Berbah)

Sleman, Krajan.id – Upaya memperkuat daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) terus dilakukan melalui sinergi antara dunia akademik dan masyarakat. Tiga perguruan tinggi, yakni Universitas Pelita Bangsa (UPB) Bekasi, Universitas Alma Ata (UAA) Yogyakarta, dan Universitas Madani (UMAD) Yogyakarta, berkolaborasi memberikan pendampingan komprehensif bagi kelompok UMKM Sedulur Bakul Jogomukti di Padukuhan Kranggan 1, Kalurahan Jogotirto, Kapanewon Berbah, Sleman, Kamis (5/2/2026).

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang berlangsung di Resto Ngangkring Imbuh tersebut dirancang untuk menjawab persoalan mendasar UMKM, mulai dari tata kelola lingkungan kerja, proses produksi, hingga strategi pemasaran berbasis digital. Pendampingan dilakukan secara terstruktur agar mudah diterapkan dalam aktivitas usaha sehari-hari.

Bacaan Lainnya

Program ini dibangun di atas tiga pilar utama. Pilar pertama adalah Transformasi Lingkungan Kerja dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang disampaikan oleh Rita Mulyandari dari Universitas Madani. Dalam materinya, Rita menekankan penerapan metode 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, dan Rajin) sebagai dasar penataan ruang produksi.

Pendekatan tersebut dinilai mampu menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman, sistematis, serta mendukung peningkatan produktivitas. Selain itu, penerapan 5R juga berfungsi meminimalkan risiko kecelakaan kerja yang kerap diabaikan oleh pelaku UMKM.

Pilar kedua mengangkat tema Produksi Ramah Lingkungan yang dipaparkan oleh Dodit Ardiatma dari UPB. Ia menyoroti pentingnya pengelolaan limbah, terutama pada usaha batik dan kuliner yang berpotensi menghasilkan residu berbahaya.

“Jangan sampai produk yang dihasilkan justru memberi dampak buruk bagi kesehatan dan lingkungan sekitar. Kesadaran pengelolaan lingkungan harus menjadi bagian dari proses produksi,” ujar Dodit. Menurut dia, keberlanjutan usaha tidak dapat dipisahkan dari tanggung jawab ekologis.

Sementara itu, pilar ketiga berfokus pada Digital Marketing Berbasis Data. Materi ini disampaikan oleh M. Najamuddin Dwi Miharja dan Anggi Muhammad Rifai dari UPB. Keduanya memperkenalkan teknik web scraping sederhana untuk memanfaatkan data Google Maps dalam memetakan potensi pasar.

Teknologi tersebut diajarkan agar pelaku UMKM mampu meningkatkan visibilitas daring, memahami peta persaingan, serta memperluas jangkauan konsumen secara lebih strategis dan terukur.

Seluruh rangkaian kegiatan dipandu secara aplikatif oleh Tri Rochmadi dan Eko Setiawan dari Universitas Alma Ata, sehingga peserta tidak hanya memahami konsep, tetapi juga praktik langsung.

Wakil Rektor I UPB, Supriyanto, mengatakan kegiatan ini merupakan wujud nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. “Ilmu tidak boleh berhenti di ruang kelas atau jurnal ilmiah. Ia harus hadir dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat,” ujarnya.

Senada, Dekan Fakultas Teknik UPB, Putri Anggun Sari, menegaskan komitmen akademisi untuk mendampingi UMKM secara berkelanjutan. Dukungan tersebut diharapkan mampu mendorong UMKM lokal tumbuh lebih profesional dan berdaya saing.

Ketua UMKM Sedulur Bakul Jogomukti, Maryoto, mengaku terbantu dengan materi yang disampaikan. “Materinya langsung menyentuh persoalan yang kami hadapi sehari-hari. Kami berharap ada tindak lanjut dari kerja sama ini,” katanya.

Simak berita terbaru kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Krajan.id WhatsApp Channel: https://whatsapp.com/channel/0029VaAD5sdDOQIbeQkBct03 Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *