Metesih, Krajan.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 50 Universitas Sebelas Maret (UNS) bersama petani Dusun Koci, Desa Metesih, Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun, menggagas inovasi pemanfaatan limbah pertanian melalui produk briket biomassa berbahan dasar sekam padi yang diberi nama BRISEPA.
Program ini disosialisasikan pada Selasa (10/2/2026) pukul 20.00 WIB di rumah salah satu warga, Iwan, di Dusun Koci. Sekitar 40 petani usia produktif hadir dalam kegiatan tersebut untuk mengikuti pemaparan sekaligus diskusi mengenai peluang pengolahan sekam padi sebagai bahan bakar alternatif.
Inisiatif ini berangkat dari temuan mahasiswa di lapangan. Pascapanen, sekam padi kerap dibakar secara terbuka atau dibiarkan menumpuk. Selain belum memberikan nilai tambah ekonomi, praktik tersebut juga berpotensi menimbulkan polusi udara di lingkungan sekitar.
Penanggung jawab program, Annisa Shafira, mengatakan bahwa ketersediaan bahan baku di Desa Metesih menjadi modal utama pengembangan inovasi ini.
“Komoditas utama di Desa Metesih adalah padi, sehingga sekam tersedia cukup banyak setiap musim panen. Kami mencoba mengolahnya menjadi BRISEPA agar limbah tersebut bisa dimanfaatkan kembali dan memiliki nilai ekonomi,” ujarnya.
Dalam pemaparannya, mahasiswa menjelaskan bahwa proses pembuatan briket sekam relatif sederhana dan dapat dilakukan secara mandiri oleh masyarakat. Tahap pertama adalah pembakaran sekam padi selama empat hingga lima jam hingga berubah menjadi arang, namun tidak sampai menjadi abu.
Arang yang dihasilkan kemudian dihancurkan dan diayak hingga bertekstur halus. Selanjutnya, arang sekam dicampur dengan perekat yang terbuat dari tepung kanji dan air. Perbandingan yang digunakan yakni dua kilogram arang sekam, 500 gram tepung kanji, dan satu liter air.

Campuran tersebut dimasak hingga mengental, lalu diaduk hingga merata sampai adonan siap dibentuk. Proses pencetakan dapat dilakukan secara manual maupun menggunakan alat sederhana seperti potongan pipa paralon. Setelah dicetak, briket dijemur selama dua hingga tujuh hari hingga benar-benar kering dan siap digunakan.
Dalam sesi praktik, mahasiswa memperagakan uji pembakaran sampel BRISEPA. Hasilnya, briket mampu menyala stabil dan menghasilkan panas yang cukup untuk kebutuhan memasak sederhana.
Iwan, salah satu peserta kegiatan, menilai inovasi tersebut memberi alternatif baru dalam pengelolaan limbah.
“Biasanya sekam hanya dibakar begitu saja. Kalau bisa dijadikan briket seperti ini, tentu lebih bermanfaat,” katanya.
Selain berkontribusi terhadap pengurangan limbah pertanian, pengembangan briket sekam padi ini dinilai memiliki potensi ekonomi. Dengan bahan baku yang melimpah dan proses produksi yang tidak rumit, BRISEPA berpeluang dikembangkan sebagai usaha skala rumah tangga di Dusun Koci.
Mahasiswa KKN berharap kolaborasi ini tidak berhenti pada tahap sosialisasi. Ke depan, pengolahan sekam padi diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam pengelolaan limbah pertanian sekaligus mendorong penguatan ekonomi desa berbasis potensi lokal.
Simak berita terbaru kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Krajan.id WhatsApp Channel: https://whatsapp.com/channel/0029VaAD5sdDOQIbeQkBct03 Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya





