Konservasi Lahan melalui Pemanfaatan Lahan Marginal sebagai Apotek Hidup di Kelurahan Gerung Selatan Kecamatan Gerung Kabupaten Lombok Barat

Survei lahan yang ada di Lingkungan Dodokan. (doc. pribadi)
Survei lahan yang ada di Lingkungan Dodokan. (doc. pribadi)

Gerung Selatan, Krajan.id – Upaya konservasi lahan terus dilakukan sebagai bagian dari strategi pembangunan berkelanjutan di wilayah perkotaan dan perdesaan. Salah satu langkah nyata diwujudkan melalui pemanfaatan lahan marginal sebagai “Apotek Hidup” di Kelurahan Gerung Selatan, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada pelestarian lingkungan, tetapi juga pada peningkatan kesejahteraan dan kemandirian masyarakat dalam bidang kesehatan.

Lahan marginal yang selama ini kurang produktif, seperti pekarangan kosong, lahan sempit, dan tanah dengan tingkat kesuburan rendah, kini disulap menjadi area hijau yang ditanami berbagai jenis tanaman obat keluarga (TOGA). Tanaman seperti jahe, kunyit, temulawak, sereh, kencur, lidah buaya, daun sirih, dan sambiloto mulai tumbuh dan dimanfaatkan oleh warga sekitar.

Bacaan Lainnya

Lurah Gerung Selatan menyampaikan bahwa pemanfaatan lahan marginal sebagai apotek hidup merupakan solusi tepat dalam menjawab tantangan degradasi lahan dan keterbatasan ruang hijau di wilayah permukiman.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin mengubah lahan yang sebelumnya tidak termanfaatkan menjadi lahan produktif yang bernilai ekologis dan ekonomis,” ujarnya.

Tim pelaksana kegiatan di Kelurahan Gerung Selatan. (doc. pribadi)
Tim pelaksana kegiatan di Kelurahan Gerung Selatan. (doc. pribadi)

Program apotek hidup ini juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat mengenai pentingnya konservasi lahan dan pemanfaatan sumber daya alam secara bijak. Warga diajak untuk memahami fungsi tanaman obat sebagai alternatif pengobatan tradisional yang aman, mudah dijangkau, dan ramah lingkungan.

Selain itu, kegiatan ini mendorong masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan keluarga dengan memanfaatkan tanaman herbal yang tersedia di sekitar rumah.

Dari sisi lingkungan, penanaman tanaman obat di lahan marginal memberikan dampak positif berupa peningkatan tutupan vegetasi, pengurangan erosi tanah, serta perbaikan kualitas mikroklimat di kawasan permukiman. Keberadaan tanaman juga membantu meningkatkan daya serap air hujan sehingga dapat mengurangi risiko genangan dan banjir lokal, khususnya pada musim hujan.

Kegiatan ini dilaksanakan secara partisipatif dengan melibatkan kelompok masyarakat, kader lingkungan, ibu-ibu PKK, serta pemuda setempat. Gotong royong menjadi kunci utama keberhasilan program, mulai dari persiapan lahan, penanaman, hingga perawatan tanaman. Dengan keterlibatan aktif masyarakat, diharapkan program apotek hidup dapat berkelanjutan dan menjadi bagian dari budaya hidup sehat warga Gerung Selatan.

Kegiatan pembersihan lahan apotek hidup. (doc. pribadi)
Kegiatan pembersihan lahan apotek hidup. (doc. pribadi)

Salah satu warga menyampaikan apresiasinya terhadap program ini.

“Sekarang lahan kosong di sekitar rumah kami menjadi lebih hijau dan bermanfaat. Kami bisa langsung memetik tanaman obat saat dibutuhkan, tanpa harus membeli ke luar,” ungkapnya.

Kegiatan penggemburan tanah. (doc. pribadi)
Kegiatan penggemburan tanah. (doc. pribadi)
Kegiatan pembuatan bedengan. (doc. pribadi)
Kegiatan pembuatan bedengan. (doc. pribadi)

Setelah bedengan siap, dilakukan penanaman berbagai jenis tanaman obat keluarga dan tanaman pangan sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan masing-masing tanaman. Kegiatan penanaman dilanjutkan dengan penyiraman secara rutin untuk menjaga kelembapan tanah, khususnya pada fase awal pertumbuhan tanaman.

Selanjutnya, dilakukan perawatan tanaman secara berkelanjutan melalui penyiraman, pembersihan gulma, serta pemantauan kondisi tanaman agar pertumbuhan dapat berlangsung secara optimal.

Kegiatan penanaman bibit tanaman. (doc. pribadi)
Kegiatan penanaman bibit tanaman. (doc. pribadi)
Kegiatan penyiraman tanaman. (doc. pribadi)
Kegiatan penyiraman tanaman. (doc. pribadi)
Kegiatan pembersihan gulma. (doc. pribadi)
Kegiatan pembersihan gulma. (doc. pribadi)

Ke depan, Kelurahan Gerung Selatan berencana mengembangkan program apotek hidup ini dengan diversifikasi jenis tanaman obat serta pengolahan hasil tanaman menjadi produk herbal sederhana, seperti jamu dan minyak herbal. Langkah ini diharapkan mampu membuka peluang usaha rumah tangga dan meningkatkan nilai tambah ekonomi masyarakat.

Melalui pemanfaatan lahan marginal sebagai apotek hidup, Kelurahan Gerung Selatan menunjukkan komitmennya dalam mendukung konservasi lahan, ketahanan kesehatan keluarga, dan pembangunan lingkungan yang berkelanjutan. Program ini diharapkan dapat menjadi contoh dan inspirasi bagi kelurahan lain di Kabupaten Lombok Barat dalam mengoptimalkan potensi lahan yang ada demi kesejahteraan bersama.

Konservasi Lahan melalui Pemanfaatan Lahan Marginal sebagai Apotek Hidup di Kelurahan Gerung Selatan Kecamatan Gerung Kabupaten Lombok Barat

Gerung Selatan, Lombok Barat ; Perguruan tinggi memiliki peran strategis sebagai agen perubahan dalam mendorong pembangunan berkelanjutan yang berdampak langsung bagi masyarakat. Sejalan dengan semangat Program Kampus Berdampak, kegiatan konservasi lahan melalui pemanfaatan lahan marginal sebagai “Apotek Hidup” di Kelurahan Gerung Selatan, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat, menjadi wujud nyata sinergi antara kampus, pemerintah kelurahan, dan masyarakat.

Program ini dilatarbelakangi oleh kondisi lahan marginal di kawasan permukiman yang selama ini belum termanfaatkan secara optimal. Lahan-lahan tersebut umumnya memiliki tingkat kesuburan rendah, keterbatasan akses air, atau berada di area sempit dan tidak produktif. Melalui pendekatan berbasis keilmuan dan pemberdayaan masyarakat, lahan-lahan ini dikonservasi dan dioptimalkan menjadi area hijau produktif dengan menanam berbagai jenis tanaman obat keluarga (TOGA).

Integrasi Konservasi Lahan dan Kesehatan Masyarakat

Pemanfaatan lahan marginal sebagai apotek hidup tidak hanya berorientasi pada aspek lingkungan, tetapi juga menyentuh dimensi kesehatan dan ketahanan keluarga. Berbagai tanaman obat seperti jahe, kunyit, temulawak, kencur, sereh, lidah buaya, daun sirih, sambiloto, dan tanaman herbal lokal ditanam secara terencana dan berkelanjutan.

Tanaman-tanaman tersebut berfungsi sebagai sumber pengobatan tradisional yang mudah diakses, murah, dan ramah lingkungan. Dengan demikian, masyarakat didorong untuk kembali mengenal dan memanfaatkan kearifan lokal dalam menjaga kesehatan keluarga, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap obat-obatan kimia untuk keluhan ringan.

Peran Kampus dalam Program Kampus Berdampak

Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat yang terintegrasi dengan pendidikan dan penelitian. Dosen dan mahasiswa terlibat secara aktif dalam seluruh tahapan kegiatan, mulai dari pemetaan lahan marginal, perencanaan jenis tanaman, penyuluhan konservasi lahan, hingga pendampingan penanaman dan perawatan apotek hidup.

Melalui keterlibatan mahasiswa, program ini juga menjadi wahana pembelajaran kontekstual yang mendukung kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan teoritis, tetapi juga mengasah keterampilan sosial, kepemimpinan, dan problem solving melalui interaksi langsung dengan masyarakat.

Ketua tim pelaksana dari perguruan tinggi menyampaikan bahwa program ini dirancang agar memberikan dampak nyata dan berkelanjutan.

“Kampus hadir tidak hanya sebagai pusat ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam menyelesaikan persoalan lingkungan dan kesehatan. Inilah esensi Kampus Berdampak,” jelasnya.

Partisipasi Aktif Masyarakat dan Pemerintah Kelurahan

Keberhasilan program ini tidak terlepas dari dukungan penuh Pemerintah Kelurahan Gerung Selatan serta partisipasi aktif masyarakat. Lurah Gerung Selatan menyampaikan apresiasinya terhadap kolaborasi dengan perguruan tinggi. Menurutnya, program apotek hidup menjadi solusi konkret dalam memanfaatkan lahan tidak produktif sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan permukiman.

Kegiatan dilaksanakan secara partisipatif dengan melibatkan kelompok ibu PKK, kader lingkungan, pemuda, dan tokoh masyarakat. Semangat gotong royong tercermin dalam proses pengolahan lahan, penanaman bibit, hingga perawatan rutin tanaman obat. Pola ini diharapkan mampu menumbuhkan rasa memiliki dan tanggung jawab bersama terhadap keberlanjutan program.

Dampak Lingkungan dan Sosial-Ekonomi

Dari sisi lingkungan, pemanfaatan lahan marginal sebagai apotek hidup memberikan kontribusi nyata terhadap konservasi lahan. Penanaman tanaman obat membantu meningkatkan tutupan vegetasi, mengurangi potensi erosi, memperbaiki struktur tanah, serta meningkatkan daya serap air hujan. Selain itu, keberadaan tanaman hijau turut memperbaiki mikroklimat dan estetika lingkungan permukiman.

Lahan Apotek Hidup Setelah Ditanami Berbagai Tanaman Herbal. (doc. pribadi)
Lahan Apotek Hidup Setelah Ditanami Berbagai Tanaman Herbal. (doc. pribadi)

Dari sisi sosial-ekonomi, program ini membuka peluang pengembangan usaha berbasis tanaman herbal. Ke depan, masyarakat didorong untuk mengolah hasil apotek hidup menjadi produk bernilai tambah, seperti jamu tradisional, minuman herbal, simplisia, atau minyak herbal skala rumah tangga. Hal ini sejalan dengan upaya penguatan ekonomi lokal dan kewirausahaan berbasis sumber daya alam.

Keberlanjutan dan Replikasi Program

Sebagai bagian dari Program Kampus Berdampak, kegiatan ini dirancang untuk berkelanjutan. Pendampingan dari perguruan tinggi akan terus dilakukan melalui monitoring dan evaluasi, penguatan kapasitas masyarakat, serta pengembangan inovasi pengelolaan apotek hidup. Selain itu, hasil kegiatan ini juga menjadi bahan kajian akademik dan publikasi ilmiah sebagai kontribusi keilmuan.

Kelurahan Gerung Selatan diharapkan dapat menjadi model percontohan pemanfaatan lahan marginal berbasis konservasi dan kesehatan masyarakat di Kabupaten Lombok Barat. Dengan dukungan berbagai pihak, program ini berpotensi direplikasi di kelurahan dan desa lain dengan karakteristik lahan serupa.

Lahan apotek hidup di Kelurahan Gerung Selatan. (doc. pribadi)
Lahan apotek hidup di Kelurahan Gerung Selatan. (doc. pribadi)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *