Kreatif dan Edukatif, Green Fun Day Kenalkan Hidroponik Kepada Siswa Sekolah Dasar di Desa Pucungwetan

Mahasiswa KKN UNS Kelompok 167 berfoto bersama siswa sekolah dasar usai kegiatan Green Fun Day di Desa Pucungwetan (22/1/2026). (doc. pribadi)
Mahasiswa KKN UNS Kelompok 167 berfoto bersama siswa sekolah dasar usai kegiatan Green Fun Day di Desa Pucungwetan (22/1/2026). (doc. pribadi)

Pucungwetan, Krajan.id – Puluhan siswa SD Negeri 2 Pucungwetan mengikuti kegiatan Green Fun Day yang digelar mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 167 dari Universitas Sebelas Maret (UNS) pada Selasa (22/1/2026). Kegiatan tersebut dirancang untuk mengenalkan hidroponik secara kreatif dan edukatif kepada siswa sekolah dasar di Desa Pucungwetan.

Halaman sekolah yang biasanya digunakan untuk kegiatan rutin pagi itu berubah menjadi ruang belajar terbuka. Siswa kelas 3, 4, dan 5 duduk melingkar di atas terpal. Di hadapan mereka tersusun botol plastik bekas, cat warna-warni, kuas, serta butiran hidrogel yang akan digunakan untuk menanam.

Bacaan Lainnya

Sejak awal kegiatan, antusiasme siswa terlihat jelas. Konsep pembelajaran luar ruang membuat suasana lebih santai, tetapi tetap terarah. Para mahasiswa KKN membuka kegiatan dengan pertanyaan sederhana untuk memancing interaksi.

Ketua pelaksana kegiatan, Auliya Azizah, bertanya, “Siapa yang sudah pernah melukis botol dan menanam tanaman sendiri?” Hampir seluruh siswa menjawab belum pernah. Jawaban itu menjadi titik awal pengenalan praktik pertanian sederhana kepada mereka.

Menurut Auliya, kegiatan ini tidak hanya bertujuan mengisi agenda KKN, tetapi juga menanamkan ketertarikan terhadap dunia pertanian sejak dini. Desa Pucungwetan, kata dia, memiliki potensi pertanian yang besar, terutama komoditas salak yang telah lama menjadi andalan warga.

“Desa Pucungwetan memiliki potensi pertanian yang besar, terutama komoditas salak yang melimpah. Kami ingin anak-anak mengenal pertanian sejak kecil dengan cara yang menyenangkan agar mereka merasa bangga dengan potensi desanya sendiri,” ujar Auliya.

Materi pengenalan hidroponik sederhana disampaikan dengan bahasa yang mudah dipahami. Siswa dikenalkan pada konsep menanam tanpa tanah menggunakan media hidrogel. Beberapa siswa tampak terkejut ketika mengetahui tanaman tetap dapat tumbuh meski tidak menggunakan media tanah seperti yang biasa mereka lihat.

Mahasiswa KKN UNS Kelompok 167 memberikan arahan kepada siswa SD Negeri 2 Pucungwetan sebelum praktik melukis pot dan menanam hidroponik sederhana dalam kegiatan Green Fun Day, Selasa (22/1/2026). (doc. pribadi)
Mahasiswa KKN UNS Kelompok 167 memberikan arahan kepada siswa SD Negeri 2 Pucungwetan sebelum praktik melukis pot dan menanam hidroponik sederhana dalam kegiatan Green Fun Day, Selasa (22/1/2026). (doc. pribadi)

Setelah sesi penjelasan, kegiatan berlanjut ke praktik melukis pot dari botol plastik bekas. Botol-botol tersebut sebelumnya telah dipotong dan dibentuk menjadi wadah tanam. Dalam waktu singkat, permukaan botol yang semula polos berubah menjadi pot berwarna cerah dengan aneka gambar.

Sebagian siswa menggambar bunga dan pola geometris, sementara lainnya menambahkan karakter favorit mereka. Kreativitas anak-anak terlihat tanpa batas. Suasana semakin hidup ketika mereka saling memperlihatkan hasil lukisan kepada teman di sebelahnya.

Di tengah kegiatan, seorang siswa bernama Iqbal mengangkat tangan dan bertanya, “Kak, cat dan kuasnya boleh dibawa pulang? Aku pengen melukis lagi di rumah.” Pertanyaan itu disambut senyum para mahasiswa. Panitia memang telah menyiapkan satu paket alat lukis untuk setiap siswa agar dapat digunakan kembali di rumah.

Usai melukis, siswa diajak menanam tanaman sirih gading (Epipremnum aureum) ke dalam pot buatan mereka. Hidrogel yang telah direndam dalam larutan air dan pupuk daun Gandasil dimasukkan terlebih dahulu ke dalam pot. Setelah itu, tanaman ditanam secara hati-hati.

Beberapa siswa tampak teliti memastikan akar tanaman tertutup media dengan baik. Ada pula yang dengan bangga menunjukkan hasil tanamannya. Praktik langsung ini menjadi pengalaman pertama bagi sebagian besar peserta.

Untuk menambah semangat, panitia mengadakan penilaian terhadap lukisan pot paling kreatif. Sorak kecil dan tepuk tangan terdengar ketika nama pemenang diumumkan. Meski demikian, seluruh siswa tetap membawa pulang pot berisi tanaman masing-masing untuk dirawat di rumah.

Kepala SD Negeri 2 Pucungwetan, Budi Harto, mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia menilai pendekatan praktik langsung lebih efektif dalam menanamkan pemahaman kepada siswa.

“Kegiatan ini sangat baik dan bermanfaat. Banyak siswa baru pertama kali melukis pot dan menanam sendiri. Pembelajaran melalui praktik langsung seperti ini jauh lebih membekas dibandingkan hanya teori,” ujarnya.

Program Green Fun Day merupakan bagian dari rangkaian pengabdian masyarakat yang dilaksanakan mahasiswa KKN Kelompok 167. Tim tersebut terdiri atas Auliya Azizah, Adrian Bagaskara, Alma Aulia Shafira Wijayanti, Hening Nugroho Putri, Nayma Rafika Arum Cahaya, Alya Salsabila, Amaliya Rayzan Nurhayati, Alin Fawwaza Amien, Rendi Suranto, dan Arkana Daffa Pramudya.

Kegiatan itu berada di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Prof. Dr. Ir. Lobes Herdiman, M.T. Melalui pendekatan kreatif, mahasiswa berupaya mengintegrasikan edukasi lingkungan dengan penguatan identitas desa berbasis pertanian.

Pot tanaman yang dibawa pulang siswa bukan sekadar hasil karya seni. Bagi panitia, pot tersebut menjadi simbol awal tumbuhnya kepedulian terhadap lingkungan dan pemahaman tentang pertanian modern yang sederhana. Dari halaman sekolah itu, benih minat terhadap pertanian dan potensi desa mulai ditanamkan.

Ke depan, kegiatan serupa diharapkan dapat berlanjut dengan skala lebih luas, sehingga edukasi lingkungan dan pengenalan hidroponik tidak berhenti pada satu momentum, tetapi menjadi bagian dari pembelajaran berkelanjutan di Desa Pucungwetan.

Simak berita terbaru kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Krajan.id WhatsApp Channel: https://whatsapp.com/channel/0029VaAD5sdDOQIbeQkBct03 Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *