Kemujan, Krajan.id – Wilayah pesisir tidak hanya menyimpan potensi laut yang melimpah, tetapi juga menyisakan persoalan limbah yang perlu dikelola secara bijak. Berangkat dari kondisi tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret (UNS) Kelompok 39 menggelar pelatihan pembuatan pupuk organik cair berbahan dasar limbah cangkang kerang di Desa Kemujan, Kecamatan Karimunjawa, Jumat (30/01/2026).
Sebagai desa dengan wilayah pesisir, Kemujan memiliki ketersediaan kerang yang cukup melimpah. Aktivitas konsumsi dan pengolahan hasil laut menghasilkan limbah cangkang kerang yang banyak ditemukan di sekitar permukiman warga. Selama ini, limbah tersebut belum dimanfaatkan secara optimal dan kerap dibiarkan menumpuk.
Selain permasalahan limbah, masyarakat juga menghadapi kendala dalam budidaya tanaman pekarangan. Beberapa tanaman sulit tumbuh optimal karena kondisi tanah yang kurang subur dan minim unsur hara. Hal tersebut berdampak pada pertumbuhan daun, batang, hingga hasil panen yang kurang maksimal.
Kegiatan yang dilaksanakan di Taman TOGA Dusun Kemujan ini diikuti oleh ibu-ibu PKK setempat. Mahasiswa tidak hanya memberikan pemaparan materi, tetapi juga mengajak peserta untuk praktik langsung proses pembuatan pupuk organik cair hingga tahap fermentasi.

Cangkang kerang dipilih sebagai bahan utama karena mengandung mineral alami, terutama kalsium, yang bermanfaat untuk membantu memperbaiki struktur dan kesuburan tanah. Melalui proses pengolahan dan fermentasi sederhana, limbah tersebut diubah menjadi pupuk cair yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pertumbuhan tanaman pekarangan.
Salah satu anggota PKK, Mama Alka, mengungkapkan bahwa dirinya kerap mengalami kendala saat menanam cabai di pekarangan rumah.
“Setiap menanam cabai, daunnya sering keriting dan pertumbuhannya kurang optimal. Kemungkinan tanahnya memang kurang subur,” tuturnya.
Menanggapi hal tersebut, Rakha selaku penanggung jawab program kerja menjelaskan bahwa kondisi tersebut berkaitan dengan kurangnya kandungan nutrisi dalam tanah.
“Tanah yang kekurangan unsur hara akan memengaruhi pertumbuhan tanaman secara keseluruhan. Dengan pupuk organik ini, kami berharap kesuburan tanah dapat diperbaiki secara bertahap sehingga tanaman dapat tumbuh lebih optimal,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa program ini tidak hanya bertujuan mendukung pertanian rumah tangga, tetapi juga sebagai langkah pengelolaan limbah pesisir yang lebih produktif.
“Kami melihat limbah cangkang kerang di Desa Kemujan cukup melimpah. Melalui pelatihan ini, kami ingin menunjukkan bahwa limbah tersebut dapat diolah menjadi solusi yang bermanfaat bagi masyarakat,” tambahnya.
Antusiasme peserta terlihat dari partisipasi aktif dalam diskusi dan sesi tanya jawab. Melalui program ini, mahasiswa KKN UNS 39 berharap masyarakat dapat memanfaatkan potensi lokal secara lebih kreatif dan berkelanjutan, sekaligus menjaga kebersihan lingkungan pesisir Desa Kemujan.
Simak berita terbaru kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Krajan.id WhatsApp Channel: https://whatsapp.com/channel/0029VaAD5sdDOQIbeQkBct03 Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya





