Serangan, Krajan.id – Mahasiswa Program Studi Arsitektur Universitas Sebelas Maret (UNS) yang tergabung dalam skema Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) bekerja sama dengan Bali Youth Parliament for Water (BYPW) menyelenggarakan edukasi lingkungan bagi siswa SDN 3 Serangan, Desa Serangan, pada (16/5/2025).
Kegiatan ini bertujuan menanamkan kepedulian sejak dini terhadap kelestarian lingkungan, khususnya pengelolaan air dan sampah. BYPW merupakan organisasi kepemudaan yang berfokus pada isu-isu sumber daya air dan lingkungan, serta mendorong keterlibatan generasi muda dalam aksi nyata pelestarian lingkungan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan sesi storytelling bertema air yang dibawakan tim BYPW. Melalui cerita interaktif, siswa diperkenalkan pada pentingnya menjaga ketersediaan air bersih serta hubungan antara kualitas air, kebersihan lingkungan, dan kesehatan. Cara penyampaian yang sederhana dan komunikatif membuat siswa antusias mengikuti jalannya kegiatan.
Setelah itu, mahasiswa Arsitektur UNS memberikan materi mengenai pengelolaan sampah. Materi mencakup pengenalan jenis sampah organik dan anorganik, praktik pemilahan, serta penjelasan dampak sampah terhadap lingkungan pesisir dan kehidupan sehari-hari. Penyampaian dilakukan melalui permainan dan simulasi sehingga mudah dipahami oleh siswa sekolah dasar.
Kegiatan ini melibatkan Tim Hibah MBKM Arsitektur Angkatan 2022. Tim diketuai oleh Adeline Maydina, dengan anggota Abraham Teguh, Dinda Wulandari, Naomi Viorella, Nicholas Arva, Nirwana Noer, dan Zaenab Nur. Mereka mendampingi siswa secara langsung selama proses pembelajaran berlangsung.
Pihak SDN 3 Serangan menyambut baik inisiatif tersebut. Pihak sekolah menilai program edukasi lingkungan semacam ini penting untuk menanamkan kebiasaan hidup bersih sejak dini. Melalui kegiatan tersebut, siswa diharapkan mampu menerapkan praktik sederhana, seperti memilah sampah dan menghemat air, baik di sekolah maupun di rumah.

Mahasiswa UNS menekankan bahwa edukasi lingkungan tidak hanya menjadi kegiatan sekali selesai, melainkan bagian dari proses pembiasaan. Kolaborasi kampus, komunitas kepemudaan, dan sekolah dasar diharapkan dapat memperluas dampak program, terutama di wilayah pesisir yang rentan terhadap persoalan sampah dan kualitas air.
Kegiatan ini juga menjadi sarana implementasi kurikulum MBKM yang mendorong mahasiswa terlibat langsung dalam pemberdayaan masyarakat. Melalui pendekatan edukatif dan partisipatif, mahasiswa belajar memahami persoalan lingkungan di tingkat lokal sekaligus berkontribusi memberikan solusi sederhana yang bisa segera dipraktikkan.
Simak berita terbaru kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Krajan.id WhatsApp Channel: https://whatsapp.com/channel/0029VaAD5sdDOQIbeQkBct03 Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.





