Mahasiswa BBK 7 UNAIR Dorong Digitalisasi UMKM Desa Sedagaran Lewat Program SEMEDI

Mahasiswa BBK 7 Universitas Airlangga memaparkan materi pemanfaatan Canva, kecerdasan buatan (AI), dan sistem pembayaran QRIS kepada pelaku UMKM Desa Sedagaran dalam program SEMEDI (Literasi Digital Sedagaran) yang digelar di Balai Desa Sedagaran, Sabtu (25/1/2026). (doc. pribadi)
Mahasiswa BBK 7 Universitas Airlangga memaparkan materi pemanfaatan Canva, kecerdasan buatan (AI), dan sistem pembayaran QRIS kepada pelaku UMKM Desa Sedagaran dalam program SEMEDI (Literasi Digital Sedagaran) yang digelar di Balai Desa Sedagaran, Sabtu (25/1/2026). (doc. pribadi)

Sedagaran, Krajan.id – Mahasiswa Program Belajar Bersama Komunitas (BBK) 7 Universitas Airlangga (UNAIR) mendorong percepatan digitalisasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Sedagaran melalui program bertajuk SEMEDI (Literasi Digital Sedagaran). Kegiatan ini digelar pada Sabtu, 25 Januari 2026, di Balai Desa Sedagaran dan diikuti sekitar 15 pelaku UMKM dari berbagai sektor usaha.

Berdasarkan informasi yang dilansir dari situs resmi UNAIR, program SEMEDI dirancang sebagai upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat desa melalui peningkatan literasi digital. Fokus utama kegiatan ini adalah pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan sistem pembayaran digital Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sebagai strategi untuk meningkatkan daya saing UMKM di tengah perubahan pola bisnis yang semakin berbasis teknologi.

Bacaan Lainnya

Sebelum pelaksanaan, tim BBK 7 UNAIR terlebih dahulu melakukan survei lapangan terhadap sejumlah pelaku UMKM di Desa Sedagaran. Survei tersebut bertujuan memetakan kondisi usaha, tingkat pemahaman digital, serta kebutuhan riil para pelaku usaha. Data UMKM diperoleh dari perangkat desa sekitar empat hari sebelum kegiatan dilaksanakan, lalu dianalisis untuk menyesuaikan materi pelatihan.

Koordinator kegiatan SEMEDI menjelaskan bahwa meskipun waktu persiapan relatif singkat, tim berupaya menyusun materi yang aplikatif dan mudah diterapkan.

“SEMEDI kami rancang bukan sekadar sosialisasi, tetapi sebagai ruang belajar yang relevan dengan kebutuhan UMKM Desa Sedagaran. Materinya disesuaikan dengan realitas usaha mereka agar bisa langsung dipraktikkan,” ujarnya.

Pelaksanaan SEMEDI berlangsung secara sistematis dan interaktif. Kegiatan diawali dengan pembukaan, dilanjutkan dengan pre-test untuk mengukur pemahaman awal peserta terkait digitalisasi usaha. Setelah itu, peserta mendapatkan pemaparan materi mengenai pemasaran digital, pemanfaatan AI dalam kegiatan usaha, serta pengenalan sistem pembayaran QRIS.

Dalam sesi pemanfaatan AI, peserta diperkenalkan pada penggunaan teknologi tersebut sebagai alat bantu bisnis, mulai dari penyusunan ide promosi, pembuatan keterangan produk, hingga perumusan deskripsi usaha. Materi disampaikan secara sederhana, dilengkapi dengan video tutorial dan praktik langsung agar peserta lebih mudah memahami konsep yang disampaikan.

Bagi sebagian peserta, pengenalan AI menjadi pengalaman baru. Teknologi yang sebelumnya dianggap rumit ternyata dapat digunakan secara praktis tanpa memerlukan latar belakang teknis yang kompleks.

“Ternyata AI bisa membantu membuat ide promosi dan deskripsi produk. Ini sangat membantu, terutama bagi kami yang kesulitan membuat konten,” kata salah satu peserta.

Antusiasme peserta juga terlihat dalam sesi diskusi dan tanya jawab. Berbagai pertanyaan muncul terkait peluang dan tantangan penerapan teknologi digital, mulai dari konsistensi pembuatan konten hingga kesiapan pelaku usaha dalam menerima sistem pembayaran non-tunai.

Sesi berikutnya difokuskan pada pengenalan QRIS sebagai metode pembayaran digital. Peserta diajak memahami manfaat QRIS, antara lain mempercepat transaksi, meningkatkan kepercayaan konsumen, serta membantu pencatatan keuangan usaha secara lebih tertib. Penyampaian materi dilakukan dengan pendekatan kontekstual, menyesuaikan dengan skala dan karakteristik usaha peserta.

Kegiatan ditutup dengan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta setelah mengikuti seluruh rangkaian acara. Berdasarkan evaluasi pemateri, mayoritas peserta menunjukkan peningkatan pemahaman serta ketertarikan untuk mulai menerapkan teknologi digital dalam pengembangan usaha mereka.

Melalui program SEMEDI, mahasiswa BBK 7 Universitas Airlangga berupaya menghadirkan ruang belajar yang partisipatif dan berbasis kebutuhan lapangan. Dengan mengusung semangat “UMKM Sedagaran Go Digital, Siap Bersaing!”, kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal bagi pelaku UMKM Desa Sedagaran untuk melakukan transformasi digital secara bertahap dan berkelanjutan.

Lebih dari sekadar kegiatan edukasi, SEMEDI menjadi wujud kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat desa dalam memperkuat fondasi ekonomi lokal di era digital.

Simak berita terbaru kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Krajan.id WhatsApp Channel: https://whatsapp.com/channel/0029VaAD5sdDOQIbeQkBct03 Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *