Tempursari, Krajan.id – Mahasiswa Belajar Bersama Komunitas (BBK) 7 Universitas Airlangga (UNAIR) melaksanakan program pemberdayaan ekonomi desa bertajuk TEMPU-UP! (Tempursari Level Up!) di Desa Tempursari, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun. Program ini diarahkan untuk memperkuat Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) desa melalui peningkatan akses informasi dan kejelasan lokasi usaha.
UMKM selama ini menjadi salah satu penopang utama perekonomian masyarakat desa. Namun, di Desa Tempursari, pengembangan sektor tersebut masih dihadapkan pada persoalan keterbatasan informasi, khususnya terkait lokasi dan sebaran pelaku usaha. Akibatnya, potensi UMKM yang ada belum dikenal secara luas, baik oleh masyarakat sekitar maupun pengunjung dari luar desa.
Sebagian besar UMKM di Tempursari menjalankan usaha secara mandiri tanpa dukungan media informasi yang memadai. Meski produk yang dihasilkan beragam dan memiliki potensi pasar, lokasi usaha yang belum terpetakan dengan baik membuat konsumen kerap kesulitan menjangkau pelaku UMKM. Kondisi ini berdampak pada rendahnya tingkat kunjungan dan terbatasnya jangkauan pemasaran.
Tim BBK 7 UNAIR menilai persoalan tersebut memerlukan solusi yang sederhana, aplikatif, dan sesuai dengan kebutuhan lapangan.
“Kami melihat bahwa masalah utama UMKM di Desa Tempursari bukan pada kualitas produk, tetapi pada akses informasi mengenai lokasi usaha,” ujar Tim BBK 7 UNAIR Desa Tempursari dalam keterangannya.
Menurut tim, kejelasan informasi menjadi faktor penting dalam memperluas jangkauan pasar UMKM desa. “Melalui TEMPU-UP!, kami ingin membantu pelaku UMKM agar lebih mudah ditemukan oleh konsumen, baik warga desa maupun pendatang,” lanjut pernyataan tersebut.
Pemetaan UMKM sebagai Media Informasi Desa
Program TEMPU-UP! diawali dengan pendataan UMKM yang tersebar di seluruh wilayah Desa Tempursari. Mahasiswa BBK 7 UNAIR melakukan identifikasi jenis usaha, lokasi, serta potensi yang dimiliki oleh masing-masing pelaku UMKM. Proses pendataan dilakukan melalui observasi lapangan dan komunikasi langsung dengan para pelaku usaha.
Data yang telah dikumpulkan kemudian diolah dan disusun dalam bentuk peta potensi UMKM desa. Peta ini dirancang secara visual agar mudah dibaca dan dipahami oleh masyarakat umum. Penyajian informasi yang ringkas dan jelas diharapkan dapat membantu masyarakat mengenali sebaran UMKM secara lebih akurat.
“Peta UMKM ini kami susun sebagai media informasi desa yang bisa dimanfaatkan oleh siapa saja. Harapannya, masyarakat tidak lagi kesulitan mencari lokasi UMKM yang ada di Tempursari,” kata Tim BBK 7 UNAIR Desa Tempursari.
Peta potensi UMKM tersebut kemudian dicetak dalam bentuk banner denah berukuran besar dan dipasang di depan Balai Desa Tempursari. Lokasi ini dipilih karena menjadi pusat aktivitas pemerintahan desa dan sering dilewati masyarakat. Dengan penempatan tersebut, informasi mengenai UMKM dapat diakses secara terbuka oleh warga maupun pengunjung desa.
Selain sebagai media informasi, banner peta UMKM juga berfungsi sebagai sarana promosi usaha secara kolektif. Seluruh UMKM yang terdata mendapatkan ruang yang sama untuk dikenalkan kepada publik. Banner tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang sebagai media edukasi potensi ekonomi desa.
Kolaborasi untuk Pertumbuhan Ekonomi Lokal
Pelaksanaan TEMPU-UP! sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi. Melalui penguatan UMKM, program ini mendorong peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat desa secara bertahap.
Selain itu, TEMPU-UP! juga mendukung SDGs 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan karena melibatkan kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan pelaku UMKM. Sinergi antarpihak dinilai penting dalam menciptakan program yang tepat sasaran dan berkelanjutan.
“Program ini menjadi langkah awal dalam membangun sistem informasi UMKM desa yang lebih terstruktur. Ke depan, peta UMKM ini dapat dikembangkan ke media digital agar jangkauannya lebih luas,” ungkap Tim BBK 7 UNAIR Desa Tempursari.
Dengan adanya peta UMKM, pelaku usaha di Desa Tempursari diharapkan memperoleh manfaat berupa peningkatan keterjangkauan lokasi usaha. Konsumen menjadi lebih mudah menemukan UMKM yang dibutuhkan, sehingga peluang pengembangan pasar dapat terbuka. Melalui TEMPU-UP!, mahasiswa BBK 7 UNAIR berharap UMKM Desa Tempursari semakin dikenal, berdaya saing, dan mampu menjadi penggerak ekonomi lokal.
Simak berita terbaru kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Krajan.id WhatsApp Channel: https://whatsapp.com/channel/0029VaAD5sdDOQIbeQkBct03 Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.





