Kalipang, Krajan.id – Dalam rangka mendorong pengembangan dan pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) atau Belajar Bersama Komunitas (BBK) 7 Universitas Airlangga (UNAIR) menggelar program penguatan UMKM berbasis potensi lokal di Desa Kalipang, Kecamatan Sugio, Kabupaten Lamongan.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di beberapa tempat pelaku UMKM, pada Selasa (27/1/2026). Penanggung jawab program kerja, Alfa Naadhirah Khalilullaah, mahasiswi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) mengenalkan program “Sahabat UMKM” yang berfokus pada pemanfaatan Google Maps dan pembuatan label usaha sebagai upaya meningkatkan visibilitas, daya saing, serta peluang usaha masyarakat setempat.
“Kalau kita memasukkan UMKM ke dalam Google Maps, masyarakat akan lebih mudah menemukan lokasi usaha tersebut,” jelas mahasiswi Program Studi Ekonomi Islam angkatan 2023 itu.
Menuju Peta Digital dan Label Usaha
Pada tahap awal, dilakukan penyebaran angket kepada pelaku UMKM melalui grup WhatsApp. Selanjutnya, tim melakukan kunjungan langsung dengan melakukan wawancara kepada pelaku UMKM untuk menggali informasi mengenai nama usaha, jenis produk yang dijual, serta detail usaha lainnya.
Setelah itu, mahasiswa lainnya membantu mendaftarkan lokasi usahanya ke dalam Google Maps agar lebih mudah ditemukan oleh masyarakat luas.
“Kami melakukan ini agar jangkauan pemasaran semakin luas, usaha lebih mudah ditemukan, dan kepercayaan konsumen terhadap UMKM dapat meningkat,” ujarnya.
Selain pemetaan digital, mahasiswa tersebut membantu dalam pembuatan label usaha sebagai bentuk penguatan identitas produk. Label usaha tersebut mencakup nama UMKM, informasi produk, serta visual sederhana yang dapat digunakan pada kemasan maupun media promosi. “Jadi label usaha ini bikin konsumen lebih gampang ngenalin produk dan langsung tahu cara pesannya karena informasinya jelas,” tambahnya.
Berkembang secara Berkelanjutan
Selain melakukan wawancara, mahasiswa BBK 7 juga melakukan observasi langsung terhadap produk yang dijual oleh pelaku UMKM. Kegiatan ini meliputi pengambilan gambar dan dokumentasi produk, seperti ikan asap sebagai produk olahan utama, serta berbagai produk camilan dan makanan ringan, antara lain kerupuk, kacang, seblak, kue basah, dan kue kering. Dokumentasi dilakukan mulai dari tahap pengolahan hingga produk siap dipasarkan.
Produk-produk yang dijual memiliki harga yang bervariasi, mulai dari Rp5.000-Rp20.000, sehingga terjangkau bagi berbagai kalangan masyarakat.
“Ternyata masyarakat di sini memiliki banyak produk yang bervariasi dan ramah di kantong,” ungkapnya.
Demi mewujudkan kegiatan ini agar dapat berkembang dan berkelanjutan, program Sahabat UMKM yang digagas oleh mahasiswa BBK Universitas Airlangga diharapkan mampu berkontribusi dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-8, yaitu Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi (Decent Work & Economic Growth) serta poin ke-9, yaitu Industri, Inovasi, dan Infrastruktur (Industry, Innovation, and Infrastructure).
Ia berharap program ini dapat dikembangkan dan dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh pelaku UMKM lainnya. “Saya berharap program ini dapat dikenal lebih luas dan mampu bersaing di era digital,” tutupnya.
Simak berita terbaru kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Krajan.id WhatsApp Channel: https://whatsapp.com/channel/0029VaAD5sdDOQIbeQkBct03 Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.





