Mahasiswa KKN 19 UNS Sosialisasikan Eco Paving Berbasis Limbah Plastik dan Oli di Desa Ngesrep

Sosialisasi Pembuatan Eco Paving. (doc. pribadi)
Sosialisasi Pembuatan Eco Paving. (doc. pribadi)

Ngesrep, Krajan.id – Mahasiswa KKN 19 Universitas Sebelas Maret (UNS) memperkenalkan inovasi ramah lingkungan berupa eco paving berbahan dasar limbah plastik, limbah oli, dan pasir kepada warga Desa Ngesrep, Sabtu (25/1/2026). Program ini menjadi bagian dari upaya pemanfaatan limbah menjadi material konstruksi alternatif yang lebih bernilai guna.

Penanggung jawab program, Farhan Miftah Fauzan Septianna Hadi dari Program Studi Teknik Sipil, mengatakan gagasan tersebut muncul setelah tim melihat potensi limbah plastik dan oli bekas di desa yang belum dimanfaatkan secara optimal.

Bacaan Lainnya

“Kami melihat limbah plastik dan oli bekas sebenarnya memiliki potensi untuk diolah menjadi produk yang bernilai guna. Dari situ muncul gagasan untuk mengembangkan eco paving sebagai solusi sederhana namun aplikatif,” ujar Farhan.

Kegiatan sosialisasi digelar bersama pengelola Bank Sampah Miguno Desa Ngesrep. Dalam pemaparan, mahasiswa menjelaskan tahapan produksi, mulai dari pemilahan plastik, proses pelelehan hingga homogen, pencampuran dengan pasir, penggunaan oli dalam proses produksi, hingga tahap pencetakan dan pendinginan.

Menurut Farhan, tantangan utama dalam pembuatan eco paving terletak pada pengaturan komposisi campuran serta pengendalian suhu saat proses pelelehan plastik. Ketepatan perbandingan bahan menjadi faktor penting untuk menjaga kualitas produk.

“Komposisi harus dihitung berdasarkan berat agar hasilnya konsisten. Selain itu, proses pencampuran harus benar-benar homogen supaya kualitas paving tetap terjaga,” katanya.

Selain memperkenalkan eco paving, diskusi juga berkembang pada kemungkinan pemanfaatan campuran limbah plastik dan oli sebagai bahan tambalan aspal untuk perbaikan jalan skala lingkungan. Sifat termoplastik pada plastik dinilai berpotensi menjadi bahan pengikat tambahan yang dapat meningkatkan daya rekat.

Pengelola Bank Sampah Miguno menyambut positif inovasi tersebut. Mereka menilai pengolahan limbah menjadi produk seperti eco paving dapat meningkatkan nilai jual sampah plastik dibandingkan menjualnya dalam bentuk mentah. Langkah ini dinilai sejalan dengan upaya pengurangan timbulan sampah sekaligus pemberdayaan masyarakat.

Proses Pembuatan Eco Paving. (doc. pribadi)
Proses Pembuatan Eco Paving. (doc. pribadi)

Sebagai tindak lanjut, hasil produksi eco paving mahasiswa KKN 19 UNS akan diperkenalkan kepada Dinas Lingkungan Hidup setempat. Pengenalan ini dimaksudkan sebagai langkah awal untuk membuka peluang pengembangan lebih lanjut, termasuk kemungkinan uji kelayakan dan pendampingan teknis.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya menitikberatkan pada aspek teknis produksi. Mereka juga memberikan edukasi mengenai dampak limbah plastik dan oli terhadap lingkungan, serta pentingnya sistem pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab dan berkelanjutan.

Respons positif juga datang dari pengelola bank sampah yang berharap inovasi ini dapat diuji melalui produksi skala kecil dengan prosedur kerja yang aman dan terstandar. Pengujian tersebut dinilai penting untuk memastikan kualitas, ketahanan, serta aspek keselamatan dalam proses produksi.

Bagi mahasiswa, kegiatan ini menjadi sarana penerapan ilmu teknik sipil secara langsung di tengah masyarakat. Pengalaman tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa inovasi sederhana dapat memberi dampak nyata ketika disesuaikan dengan kebutuhan desa dan dikerjakan secara kolaboratif.

“Kami belajar bahwa inovasi sederhana bisa memberi dampak nyata jika disesuaikan dengan kebutuhan desa dan dikerjakan bersama,” tutur Farhan.

Melalui program ini, KKN 19 UNS Desa Ngesrep menunjukkan bahwa pengelolaan limbah bukan semata persoalan kebersihan, melainkan juga peluang inovasi berbasis keberlanjutan dan pemberdayaan masyarakat.

Simak berita terbaru kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Krajan.id WhatsApp Channel: https://whatsapp.com/channel/0029VaAD5sdDOQIbeQkBct03 Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *