Mahasiswa KKN BBK 5 Universitas Airlangga memberikan edukasi terkait strategi pemasaran melalui digital marketing pada selasa (21/01/2025). (doc. Pribadi)
Racikulon, Krajan.id – Desa Racikulon, salah satu dari 21 desa di Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik, memiliki potensi besar yang belum sepenuhnya dimanfaatkan. Terletak di lahan seluas 257 hektar, desa ini dikelilingi oleh sawah dan tambak yang menjadi sumber utama mata pencaharian warganya.
Sebagian besar masyarakat menggantungkan hidup dari hasil tambak dan sawah. Namun, pemanfaatan hasil perikanan sebagai produk bernilai tambah masih menjadi tantangan tersendiri.
Melihat peluang tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) BBK 5 Universitas Airlangga hadir dengan dua program inovatif yang bertujuan untuk mengembangkan potensi desa dan meningkatkan ekonomi lokal.
Program tersebut adalah Sosialisasi Ide Bisnis (SIBIS) dan Optimalisasi Strategi Pemasaran melalui Digital Marketing (OPSITMAR), yang dilaksanakan pada Selasa (21/01/2025) di Balai Desa Racikulon.
Program SIBIS difokuskan pada pengembangan ide-ide bisnis berbasis hasil perikanan. Salah satu inovasi yang diperkenalkan adalah kerupuk mujair, produk olahan dari ikan mujair segar yang diolah menjadi camilan renyah dengan nilai ekonomi lebih tinggi. Proses pembuatan kerupuk ini menggunakan teknik sederhana namun tetap menjaga kualitas dan rasa.
Mochammad Radika Bachtiar Fundam, penggagas program SIBIS dan peserta KKN BBK 5 Unair, menjelaskan bahwa inovasi ini tidak hanya memberikan variasi produk, tetapi juga membantu meningkatkan pendapatan pembudidaya ikan tambak.
“Kerupuk mujair ini tidak hanya awet, tetapi juga memberikan nilai tambah pada hasil perikanan desa. Produk ini bisa menjadi diversifikasi olahan ikan yang tidak hanya dipasarkan dalam bentuk segar,” ujar Radika saat sosialisasi di Balai Desa Racikulon.
Diversifikasi produk seperti ini diharapkan mampu menjadi solusi dalam menghadapi fluktuasi harga ikan segar. Dengan adanya produk olahan seperti kerupuk mujair, masyarakat tidak lagi sepenuhnya bergantung pada hasil panen ikan segar. Langkah ini menjadi strategi jangka panjang untuk menciptakan perekonomian desa yang lebih stabil dan berkelanjutan.
Namun, program ini tidak lepas dari tantangan. Lilik Ernawati, Ketua PKK Desa Racikulon, menyayangkan rendahnya partisipasi sebagian warga yang lebih memilih menjadi konsumen ketimbang pelaku usaha. Menurutnya, potensi besar yang dimiliki desa seharusnya bisa dimanfaatkan untuk mendorong lebih banyak warga terlibat dalam produksi.
“Kami berharap warga desa bisa lebih banyak yang terlibat langsung dalam kegiatan produksi, sehingga manfaat dari program ini dapat dirasakan secara menyeluruh,” ungkap Lilik.
Keterlibatan aktif warga sangat penting untuk memastikan keberlanjutan program ini. Partisipasi masyarakat dalam proses produksi akan mempercepat pertumbuhan ekonomi lokal dan menciptakan produk unggulan desa yang mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Selain pengembangan produk, mahasiswa KKN BBK 5 Unair juga memperkenalkan OPSITMAR, sebuah program untuk mengajarkan masyarakat memanfaatkan digital marketing sebagai alat pemasaran. Program ini bertujuan agar produk-produk lokal seperti kerupuk mujair dapat menjangkau pasar yang lebih luas, tidak hanya terbatas di lingkungan sekitar desa.
Dalam sosialisasi, warga diajari cara menggunakan platform media sosial seperti Instagram, Facebook, dan WhatsApp untuk mempromosikan produk mereka. Pelatihan ini mencakup pembuatan konten menarik, penentuan target audiens, serta penggunaan visual yang memikat.
“Digital marketing memberikan peluang besar bagi produk lokal untuk dikenal lebih luas. Kami berharap masyarakat bisa memanfaatkan media sosial untuk meningkatkan penjualan,” ujar salah satu anggota tim KKN BBK 5 Unair.
Mahasiswa KKN BBK 5 Universitas Airlangga memberikan sosialisasi ide bisnis kepada warga Desa Racikulon pada selasa (21/01/2025). (doc.Pribadi)
Selain itu, mereka juga diberikan tips promosi, seperti penggunaan hashtag yang efektif, meminta testimoni dari pelanggan, dan mengadakan giveaway untuk menarik perhatian lebih banyak pembeli. Strategi ini dianggap efektif untuk memperluas jangkauan pasar dengan biaya yang lebih efisien dibandingkan pemasaran tradisional.
Kedua program ini diharapkan mampu menjadi langkah awal dalam membangun perekonomian Desa Racikulon yang lebih mandiri dan sejahtera. Dengan memanfaatkan potensi lokal yang ada, serta didukung oleh pemasaran digital yang efektif, Desa Racikulon memiliki peluang besar untuk menciptakan produk unggulan yang dapat bersaing di pasar regional hingga nasional.
“Kami ingin menunjukkan bahwa desa memiliki potensi besar untuk berkembang. Dengan sedikit inovasi dan strategi yang tepat, kita bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan,” tutur Radika optimis.
Langkah ini menjadi bukti bahwa pengembangan potensi lokal tidak hanya meningkatkan pendapatan masyarakat, tetapi juga membangun kesadaran akan pentingnya inovasi dalam mengelola sumber daya yang dimiliki. Harapannya, program ini dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam mengelola potensi lokal untuk meningkatkan ekonomi desa.
Simak berita terbaru kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Krajan.id WhatsApp Channel: https://whatsapp.com/channel/0029VaAD5sdDOQIbeQkBct03 Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.