Mahasiswa KKN-T 38 Undip Lakukan Pembinaan Pengelolaan Tambak Bibit Bandeng di Teluk Awur Jepara

Kondisi tambak bandeng di Desa Teluk Awur, Jepara, yang telah dilapisi terpal sebagai upaya menjaga kualitas air dan meminimalkan kebocoran, sehingga mendukung pertumbuhan bibit bandeng secara optimal. (doc. pribadi)
Kondisi tambak bandeng di Desa Teluk Awur, Jepara, yang telah dilapisi terpal sebagai upaya menjaga kualitas air dan meminimalkan kebocoran, sehingga mendukung pertumbuhan bibit bandeng secara optimal. (doc. pribadi)

Jepara, Krajan.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Kelompok 38 Universitas Diponegoro (Undip) melaksanakan kegiatan pembinaan pengelolaan tambak bibit bandeng di Desa Teluk Awur, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara. Program ini berlangsung selama masa KKN, yakni 14 Januari hingga 10 Februari, sebagai upaya mendukung ketahanan pangan dan peningkatan produktivitas masyarakat pesisir.

Desa Teluk Awur dikenal sebagai wilayah pesisir dengan potensi tambak yang cukup besar. Sebagian warga menggantungkan penghidupan dari sektor perikanan, khususnya budidaya bandeng. Namun, pengelolaan tambak yang dilakukan selama ini masih didominasi cara-cara tradisional, sehingga hasil produksi belum optimal.

Bacaan Lainnya
Mahasiswa KKN Universitas Diponegoro (Undip) bersama warga melakukan proses penebaran bibit ikan bandeng ke dalam tambak di Desa Teluk Awur, Jepara. Kegiatan ini menjadi tahap awal pembinaan pengelolaan tambak secara berkelanjutan. (doc. pribadi)
Mahasiswa KKN Universitas Diponegoro (Undip) bersama warga melakukan proses penebaran bibit ikan bandeng ke dalam tambak di Desa Teluk Awur, Jepara. Kegiatan ini menjadi tahap awal pembinaan pengelolaan tambak secara berkelanjutan. (doc. pribadi)

Berangkat dari kondisi tersebut, mahasiswa KKN-T 38 Undip merancang program pembinaan yang berfokus pada peningkatan kapasitas petambak. Pendampingan dilakukan agar masyarakat mampu mengelola tambak bibit bandeng secara lebih efektif, efisien, dan berkelanjutan dengan memanfaatkan pengetahuan sederhana yang mudah diterapkan.

Kegiatan pembinaan dilaksanakan melalui sosialisasi, diskusi interaktif, serta praktik langsung di lapangan. Materi yang disampaikan mencakup pemilihan bibit bandeng berkualitas, pengelolaan kualitas air tambak, pengaturan pemberian pakan, hingga langkah-langkah pencegahan penyakit pada bibit bandeng. Mahasiswa juga memperagakan contoh penerapan teknis yang relevan dengan kondisi tambak setempat.

Mahasiswa KKN Undip memberikan penjelasan langsung kepada para petambak terkait cara pemberian pakan yang tepat di area tambak. (doc. pribadi)
Mahasiswa KKN Undip memberikan penjelasan langsung kepada para petambak terkait cara pemberian pakan yang tepat di area tambak. (doc. pribadi)

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN, Prof. Dr. I Nyoman Widiasa, S.T., M.T., mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud nyata pengabdian perguruan tinggi kepada masyarakat.

“Mahasiswa KKN diharapkan mampu menerapkan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah untuk membantu masyarakat mengelola potensi lokal secara optimal dan berkelanjutan,” ujarnya.

Ketua Kelompok KKN-T 38 Undip menjelaskan bahwa program pembinaan dirancang dengan pendekatan aplikatif.

“Kami menyampaikan materi dengan bahasa sederhana dan langsung dipraktikkan agar mudah dipahami dan diterapkan oleh petambak dalam aktivitas sehari-hari. Harapannya, manfaat program ini bisa dirasakan secara langsung,” katanya.

Respon positif juga datang dari warga Desa Teluk Awur. Salah seorang petambak menyebut pendampingan yang diberikan mahasiswa KKN sangat membantu.

“Kami jadi lebih paham cara memilih bibit bandeng dan mengelola tambak dengan lebih baik,” ujarnya.

Selain memberikan pembinaan, mahasiswa KKN-T 38 Undip juga melakukan pemantauan sederhana terhadap penerapan materi di lapangan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan program tidak berhenti pada tataran teori, tetapi memberikan dampak nyata terhadap peningkatan produktivitas tambak.

Foto bersama mahasiswa KKN-T 38 Universitas Diponegoro dan masyarakat Desa Teluk Awur usai kegiatan sosialisasi, penebaran bibit dan monitoring pengelolaan tambak bandeng sebagai upaya penguatan ketahanan pangan desa. (doc. pribadi)
Foto bersama mahasiswa KKN-T 38 Universitas Diponegoro dan masyarakat Desa Teluk Awur usai kegiatan sosialisasi, penebaran bibit dan monitoring pengelolaan tambak bandeng sebagai upaya penguatan ketahanan pangan desa. (doc. pribadi)

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Universitas Diponegoro berharap dapat berkontribusi dalam memperkuat ketahanan pangan desa, sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir di Desa Teluk Awur, Kabupaten Jepara.

Simak berita terbaru kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Krajan.id WhatsApp Channel: https://whatsapp.com/channel/0029VaAD5sdDOQIbeQkBct03 Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *