Pagak, Krajan.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim 1 Universitas Diponegoro (UNDIP) melaksanakan program pengabdian masyarakat berupa pembuatan aquaponic vertikal garden dengan memanfaatkan galon bekas di Desa Pagak, Kabupaten Sragen. Program ini dirancang sebagai solusi pemanfaatan lahan pekarangan yang terbatas sekaligus upaya pengelolaan barang bekas secara berkelanjutan.
Kegiatan tersebut berangkat dari pengamatan mahasiswa terhadap kondisi lingkungan permukiman warga yang masih memiliki pekarangan rumah namun belum dimanfaatkan secara optimal. Di sisi lain, banyak galon bekas yang tidak lagi digunakan dan berpotensi menjadi limbah. Melalui inovasi vertikal garden, mahasiswa berupaya menggabungkan konsep urban farming sederhana dengan prinsip daur ulang.
Galon bekas dipilih sebagai media tanam karena mudah diperoleh, ringan, dan dapat dimodifikasi sesuai kebutuhan. Galon-galon tersebut disusun secara vertikal sehingga tidak memerlukan lahan luas. Model ini dinilai cocok diterapkan di lingkungan rumah tangga, khususnya bagi warga dengan keterbatasan ruang tanam.
Proses perancangan hingga pembuatan prototipe dilakukan secara mandiri oleh mahasiswa KKN Tim 1 UNDIP. Prototipe vertikal garden dirancang dengan konsep sederhana agar mudah dirakit dan dapat direplikasi oleh masyarakat menggunakan alat serta bahan yang tersedia di sekitar rumah. Tanaman sayur dan tanaman hias menjadi pilihan utama dalam penerapannya.
Sosialisasi dan demonstrasi pembuatan vertikal garden dari galon bekas dilaksanakan pada (7/2/2026) di Balai Desa Pagak. Kegiatan ini menyasar ibu-ibu PKK sebagai kelompok strategis dalam pengelolaan pekarangan rumah. Mahasiswa menjelaskan tahapan pembuatan, perawatan tanaman, serta manfaat ekonomi dan estetika dari sistem tanam vertikal tersebut.

Salah satu anggota KKN Tim 1 UNDIP, Ardhi, menyampaikan bahwa program ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pemanfaatan lahan sempit.
“Dengan dibuatnya vertikal garden dari galon bekas, kami berharap pemanfaatan lahan pekarangan di Desa Pagak menjadi lebih produktif dan kreatif. Selain itu, penggunaan galon bekas juga menjadi poin penting dalam mendukung proses berkelanjutan,” ujarnya.
Warga Desa Pagak menyambut baik program tersebut. Rena, salah satu warga, menilai vertikal garden dapat menjadi langkah awal dalam mengelola lahan kosong di sekitar rumah.
“Selain memanfaatkan galon bekas, model ini juga bisa mempercantik halaman rumah,” katanya.
Senada dengan itu, Ketua PKK Desa Pagak, Muji Lestari, mendorong para anggota PKK untuk menerapkan inovasi tersebut secara mandiri.
“Harapannya, ibu-ibu bisa menerapkan vertikal garden ini di rumah masing-masing sebagai bentuk pengelolaan lahan yang produktif dan kreatif,” tuturnya.
Simak berita terbaru kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Krajan.id WhatsApp Channel: https://whatsapp.com/channel/0029VaAD5sdDOQIbeQkBct03 Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya





