Tlogotirto, Krajan.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (UNDIP) melaksanakan pendampingan penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) penggunaan bibit dan obat pertanian di Desa Tlogotirto, Kecamatan Sumberlawang, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Program ini digelar sebagai respons atas belum adanya pedoman tertulis yang menjadi acuan bersama bagi petani padi dan jagung di desa tersebut.
Pendampingan penyusunan SOP dilakukan pada Januari 2026 dan dibimbing oleh Dr. Amni Zarkasyi Rahman, Ahli Governansi Publik dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UNDIP. Program ini berangkat dari hasil observasi lapangan dan wawancara awal mahasiswa KKN dengan kelompok tani setempat pada Minggu (18/1/2026).
Dalam wawancara tersebut, petani menyampaikan bahwa hingga kini praktik pembibitan dan penggunaan obat pertanian masih mengandalkan kebiasaan masing-masing. Tidak adanya SOP tertulis menyebabkan perbedaan cara tanam, penggunaan dosis obat yang tidak seragam, serta potensi kesalahan dalam pengendalian hama dan penyakit tanaman.
Desa Tlogotirto dikenal sebagai wilayah dengan potensi pertanian yang cukup besar. Mayoritas warganya menggantungkan hidup dari sektor pertanian, terutama padi dan jagung. Namun, praktik pertanian yang dijalankan masih bersifat konvensional dan belum memiliki standar baku yang disepakati bersama oleh kelompok tani.
Program penyusunan SOP ini digagas oleh Angella Putri Puswandhani, mahasiswa Program Studi Hubungan Internasional UNDIP yang tergabung dalam tim KKN. Ia menilai penguatan tata kelola pertanian di tingkat desa perlu dimulai dari penyusunan pedoman teknis yang jelas dan mudah diterapkan oleh petani.
“Dalam diskusi dengan kelompok tani, banyak petani menyampaikan bahwa selama ini belum ada SOP. Penggunaan bibit maupun obat biasanya berdasarkan kebiasaan atau saran dari sesama petani,” ujar Angella. Menurut dia, kondisi tersebut berisiko menimbulkan ketidaksamaan praktik di lapangan dan berdampak pada efektivitas serta keberlanjutan hasil pertanian.
Tahapan awal kegiatan diawali dengan sesi wawancara dan diskusi bersama kelompok tani padi dan jagung untuk memetakan persoalan yang dihadapi petani. Salah satu pengurus kelompok tani, Agus, mengungkapkan bahwa ketiadaan SOP sering menimbulkan kebingungan, terutama saat menghadapi serangan hama.
“Kalau hama datang, kami biasanya pakai obat seadanya. Dosisnya hanya perkiraan karena tidak ada aturan tertulis,” kata Agus. Ia menambahkan bahwa panduan yang jelas akan sangat membantu petani dalam mengambil keputusan di lapangan, terutama terkait waktu dan dosis penggunaan obat.
Untuk melengkapi data teknis, mahasiswa KKN juga melakukan wawancara dengan penjual bibit dan obat pertanian di Desa Tlogotirto. Wawancara ini bertujuan memperoleh informasi mengenai jenis bibit unggul, kandungan obat tanaman, serta aturan pemakaian yang aman dan sesuai anjuran.
Salah satu penjual obat pertanian setempat, Supriyati, mengungkapkan bahwa kesalahan penggunaan obat masih sering terjadi. “Banyak petani membeli obat tanpa membaca aturan pakai. Ada yang mencampur obat sembarangan atau menggunakan dosis berlebihan,” ujarnya. Menurut dia, keberadaan SOP dapat membantu petani menggunakan obat pertanian secara lebih tepat, aman, dan ramah lingkungan.
Berdasarkan hasil observasi dan wawancara tersebut, mahasiswa KKN menyusun SOP pertanian yang mencakup tahapan pembibitan, pengobatan dan pengendalian hama penyakit, serta tata kelola penggunaan bibit dan obat. SOP dirancang menggunakan bahasa yang sederhana namun sistematis agar mudah dipahami dan diterapkan oleh petani.
Dokumen SOP ini diharapkan dapat menjadi pedoman bersama bagi kelompok tani dalam menjalankan kegiatan pertanian secara lebih tertib, efisien, dan berkelanjutan. Selain itu, SOP juga diharapkan mampu meminimalkan kesalahan teknis yang berpotensi merugikan petani dalam jangka panjang.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN berperan sebagai pendamping sekaligus penghubung pengetahuan antara petani, akademisi, dan pelaku usaha pertanian lokal. Agus menyampaikan apresiasinya terhadap pendampingan yang dilakukan mahasiswa KKN UNDIP.
“Kalau sudah ada SOP, kami jadi punya pegangan. Tidak asal pakai bibit atau obat lagi,” ujarnya. Ia berharap SOP tersebut dapat terus digunakan dan disosialisasikan kepada seluruh anggota kelompok tani.
Program penyusunan SOP ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan KKN UNDIP di Desa Tlogotirto yang berlangsung selama 35 hari. Selain sektor pertanian, mahasiswa KKN juga melaksanakan program lain, seperti sosialisasi pencegahan jentik nyamuk melalui ovitrap, posyandu keliling, kegiatan belajar mengajar bagi anak-anak, pendampingan pertanian, serta revitalisasi penunjuk arah desa.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, mahasiswa KKN UNDIP berharap dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Desa Tlogotirto, khususnya dalam meningkatkan kemandirian petani, kualitas tata kelola pertanian, serta pengelolaan potensi desa secara lebih terarah dan berkelanjutan.
Simak berita terbaru kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Krajan.id WhatsApp Channel: https://whatsapp.com/channel/0029VaAD5sdDOQIbeQkBct03 Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya





