Kacangan, Krajan.id – Persoalan rendahnya minat literasi masih menjadi tantangan serius di berbagai daerah, terutama di kalangan anak-anak. Minimnya kebiasaan membaca dan menulis kerap berdampak pada rendahnya kemampuan berpikir kritis serta meningkatnya kerentanan terhadap informasi keliru atau hoaks. Kondisi inilah yang menjadi perhatian mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (UNDIP) Tim Kacangan 1 selama menjalankan pengabdian masyarakat di Desa Kacangan, Kabupaten Sragen.
Berdasarkan masukan dari pengurus PKK, kader Posyandu setempat, serta Dr. Amni Zarkasyi Rahman, ahli governansi publik FISIP UNDIP, mahasiswa KKN merancang program Pojok Baca Merasa sebagai upaya memperluas akses literasi anak-anak desa. Pojok baca tersebut ditempatkan di Posyandu Toto Maju 3, Dukuh Lemah Bedah, dan dilengkapi koleksi buku cetak maupun buku digital agar lebih relevan dengan minat anak-anak masa kini.
Sebagai langkah awal untuk memperkenalkan fasilitas tersebut, Tim Kacangan 1 menggelar kegiatan “Membaca dan Menulis Dongeng Rakyat Jepang” pada Kamis sore, (5/2/2026). Kegiatan ini dirancang sebagai aktivitas literasi yang bersifat partisipatif. Anak-anak tidak hanya dikenalkan pada dongeng rakyat sebagai bentuk cerita tradisional, tetapi juga diajak membaca bersama dan menuliskan kembali cerita versi mereka sendiri.
Lebih dari 30 anak mengikuti kegiatan ini dengan antusias. Mereka terlibat aktif dalam sesi membaca, berdiskusi singkat mengenai isi cerita, hingga menuangkan imajinasi dalam bentuk tulisan sederhana. Dari kegiatan tersebut, mahasiswa KKN berhasil mengumpulkan 36 naskah cerita karya anak-anak Desa Kacangan.

Karya-karya tersebut kemudian dihimpun dan dicetak menjadi sebuah buku berjudul “Cerita Karya Anak Kacangan” pada Sabtu berikutnya. Buku ini menjadi ruang apresiasi sekaligus bukti konkret bahwa anak-anak memiliki potensi literasi yang dapat berkembang ketika difasilitasi dengan tepat. Saat membaca kembali cerita hasil karya mereka sendiri, anak-anak tampak antusias, saling berbagi cerita, dan tertawa melihat kesalahan penulisan yang justru menjadi bagian dari proses belajar.
Rangkaian kegiatan literasi ini ditutup dengan pemberian apresiasi kepada lima karya terbaik. Penyerahan hadiah dilakukan bersamaan dengan kegiatan Jalan Sehat dan Lomba Anak yang digelar pada Minggu, (8/2/2026). Momentum tersebut dimanfaatkan untuk menegaskan bahwa literasi dapat berjalan seiring dengan kegiatan sosial dan rekreatif di desa.
Melalui keberadaan Pojok Baca Merasa, kegiatan membaca dan menulis bersama, serta penerbitan buku karya anak, mahasiswa KKN UNDIP berharap minat literasi masyarakat, khususnya anak-anak, dapat tumbuh secara berkelanjutan. Antusiasme peserta menunjukkan bahwa persoalan literasi bukan semata kurangnya minat, melainkan terbatasnya ruang dan sarana untuk menyalurkan potensi tersebut.
Simak berita terbaru kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Krajan.id WhatsApp Channel: https://whatsapp.com/channel/0029VaAD5sdDOQIbeQkBct03 Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya





