Tlogotirto, Krajan.id – Mahasiswa Universitas Diponegoro (UNDIP) yang tergabung dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) melaksanakan kegiatan sowan ke sejumlah Rukun Tetangga (RT) di Desa Tlogotirto, Kecamatan Sumberlawang, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, Jumat (17/1/2026). Kegiatan ini menjadi langkah awal mahasiswa untuk memetakan persoalan yang dihadapi warga, terutama di sektor pertanian yang menjadi tumpuan ekonomi desa.
Dari hasil dialog bersama Ketua RT 1, RT 7, dan RT 15, mahasiswa KKN UNDIP Tim 103 menemukan persoalan mendasar, yakni belum tersedianya data yang terdokumentasi dengan baik mengenai sebaran dan luas ladang jagung milik petani. Selama ini, data lahan masih bersifat parsial dan tersebar, sehingga menyulitkan perencanaan pertanian secara terpadu.
Berangkat dari temuan tersebut, mahasiswa KKN di bawah bimbingan Dr. Amni Zarkasyi Rahman, S.A.P., M.Si., Ahli Governansi Publik FISIP UNDIP merancang program pemetaan ladang jagung Desa Tlogotirto. Program ini bertujuan memperoleh data akurat terkait luas dan persebaran lahan jagung yang dikelola masyarakat. Data tersebut diharapkan dapat menjadi dasar perencanaan tanam dan panen yang lebih terukur dan efisien.

Sebagian besar penduduk Desa Tlogotirto menggantungkan hidup pada sektor pertanian, khususnya jagung dan padi. Jagung menjadi salah satu komoditas unggulan desa, selain padi, yang selama ini diolah secara tradisional. Mengacu pada data Pemerintah Kabupaten Sragen, sektor pertanian masih mendominasi struktur ekonomi wilayah ini, didukung kondisi tanah yang subur serta curah hujan yang relatif stabil sepanjang tahun.
Koordinator Kelompok KKN UNDIP Tim 103, Prayoga Akbar, mengatakan pemetaan ladang jagung dirancang untuk membantu petani memperoleh gambaran utuh mengenai lahan yang mereka kelola.
“Kami ingin membantu petani jagung di Desa Tlogotirto agar mengetahui secara pasti luas dan sebaran lahan yang digunakan. Data ini penting untuk perencanaan pertanian ke depan,” ujar Prayoga.
Penanggung jawab kegiatan, Alya Marsekal, menjelaskan bahwa proses pemetaan dilakukan melalui beberapa tahapan teknis.
“Pemetaan diawali dengan survei lokasi menggunakan metode sampel. Selanjutnya dilakukan pengukuran dan perhitungan luas lahan, kemudian disusun peta sebaran ladang jagung Desa Tlogotirto,” kata Alya.
Kegiatan pemetaan diawali dengan pemaparan materi oleh tim KKN yang berasal dari mahasiswa Jurusan Teknik Sipil UNDIP. Materi tersebut menekankan pentingnya data spasial pertanian sebagai dasar pengelolaan dan pengambilan keputusan di tingkat desa. Setelah itu, mahasiswa melakukan pengukuran lapangan, pengolahan data, hingga penyusunan peta sebaran lahan jagung.
Hasil pemetaan diharapkan tidak hanya menjadi arsip desa, tetapi juga dapat dimanfaatkan petani untuk meningkatkan efektivitas dan produktivitas usaha tani jagung. Data yang akurat memungkinkan penentuan pola tanam yang lebih tepat, pengelolaan lahan yang efisien, serta perencanaan panen yang selaras dengan kebutuhan pasar.
Program pemetaan ladang jagung ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan KKN UNDIP di Desa Tlogotirto yang berlangsung selama 35 hari. Selain fokus pada pertanian, mahasiswa juga menjalankan program lain, seperti sosialisasi pencegahan jentik nyamuk melalui ovitrap, posyandu keliling, kegiatan belajar mengajar untuk anak-anak, pendampingan petani, serta revitalisasi penunjuk arah desa.
Melalui berbagai kegiatan tersebut, mahasiswa KKN UNDIP berharap dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Desa Tlogotirto. Upaya ini diharapkan mampu mendorong kemandirian petani, meningkatkan kualitas hidup warga, serta mendukung pengelolaan potensi desa secara lebih terarah dan berkelanjutan.
Simak berita terbaru kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Krajan.id WhatsApp Channel: https://whatsapp.com/channel/0029VaAD5sdDOQIbeQkBct03 Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya





