Mahasiswa KKN UNDIP Edukasi Mitigasi Bencana untuk Anak-Anak Pesisir di Demak

Dokumentasi bersama setelah pelaksanaan program bertajuk “Edukasi Bahaya Bencana Multi Pesisir Melalui Sosialisasi dan Simulasi Anak-Anak SD Desa Tambakbulusan” pada (21/5/2025) di SDN 02 Tambakbulusan, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Demak. (doc. Kelompok 1 KKN-T 35 UNDIP)
Dokumentasi bersama setelah pelaksanaan program bertajuk “Edukasi Bahaya Bencana Multi Pesisir Melalui Sosialisasi dan Simulasi Anak-Anak SD Desa Tambakbulusan” pada (21/5/2025) di SDN 02 Tambakbulusan, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Demak. (doc. Kelompok 1 KKN-T 35 UNDIP)


Tambakbulusan, Krajan.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (UNDIP) dari kelompok IDBU 35 Kelompok 1 menggelar program edukatif bertajuk “Edukasi Bahaya Bencana Multi Pesisir Melalui Sosialisasi dan Simulasi untuk Anak-Anak SD Desa Tambakbulusan”.

Kegiatan ini berlangsung pada 21 Mei 2025 di SDN 02 Tambakbulusan, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Demak.

Bacaan Lainnya

Program ini berangkat dari kondisi geografis Desa Tambakbulusan yang terletak di wilayah pesisir dan memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap berbagai jenis bencana alam seperti banjir rob, abrasi pantai, angin kencang, dan potensi tsunami.

Kabupaten Demak sendiri dikenal sebagai salah satu wilayah di pesisir utara Jawa Tengah yang paling terdampak oleh perubahan iklim dan kenaikan permukaan air laut. Namun, kesadaran serta pengetahuan masyarakat, khususnya anak-anak, mengenai mitigasi bencana masih sangat terbatas.

Baca Juga: Mahasiswa UNDIP Gaungkan Edukasi Cegah Diare di Tengah Ancaman Rob di Tambakbulusan

Melalui kegiatan ini, mahasiswa UNDIP berupaya memberikan kontribusi nyata dalam bentuk edukasi mitigasi bencana yang dirancang khusus untuk anak-anak. Materi disampaikan dengan metode yang menarik dan komunikatif agar mudah dipahami oleh siswa sekolah dasar. Selain penyampaian teori, kegiatan juga diisi dengan simulasi evakuasi yang melibatkan para siswa secara aktif.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada mahasiswa UNDIP yang telah hadir dan memberikan edukasi penting ini. Mengingat lokasi kami berada di wilayah rawan bencana, pemahaman sejak dini sangat diperlukan. Anak-anak menjadi lebih siap dan tidak panik jika suatu saat terjadi bencana,” ujar Kepala SDN 02 Tambakbulusan dalam sambutannya.

Siswa-siswi SDN 02 Tambakbulusan, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Demak saat melakukan Simulasi mitigasi bencana pada (21/5/2025) di SDN 02. (doc. Kelompok 1 KKN-T 35 UNDIP)
Siswa-siswi SDN 02 Tambakbulusan, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Demak saat melakukan Simulasi mitigasi bencana pada (21/5/2025) di SDN 02. (doc. Kelompok 1 KKN-T 35 UNDIP)

Para siswa tampak antusias mengikuti kegiatan yang berlangsung interaktif tersebut. Mereka belajar mengenali jenis-jenis bencana, cara menyelamatkan diri, dan langkah-langkah darurat yang bisa diambil saat bencana terjadi. Metode pembelajaran yang menyenangkan juga membuat informasi lebih mudah terserap oleh anak-anak.

Ficky Widiyanto, mahasiswa Program Studi Oseanografi UNDIP dalam rilis, menegaskan pentingnya edukasi ini sebagai bagian dari upaya membangun ketangguhan masyarakat pesisir sejak usia dini.

“Kami melihat masih banyak anak-anak yang belum memahami apa yang harus dilakukan saat bencana terjadi. Karena itu, kami hadir untuk menyampaikan materi dengan cara yang mudah dimengerti dan langsung dipraktikkan melalui simulasi,” ungkapnya.

Baca Juga: Mahasiswa UNS Ubah Limbah Kotoran Sapi dan Eceng Gondok Jadi Biopelet Ramah Lingkungan

Ia menambahkan bahwa kegiatan ini tidak hanya bersifat edukatif tetapi juga membentuk mental tangguh anak-anak dalam menghadapi potensi bencana di masa mendatang.

“Harapannya, mereka tidak hanya tahu, tapi juga siap. Ini adalah bekal penting untuk mewujudkan generasi tanggap bencana di tahun-tahun mendatang,” tambah Ficky.

Program ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran akan pentingnya kesiapsiagaan bencana sejak usia dini. Mahasiswa KKN UNDIP menegaskan bahwa membangun budaya tanggap bencana harus dimulai dari pendidikan dasar. Kegiatan ini menjadi langkah awal untuk menciptakan generasi yang tangguh dan peduli terhadap lingkungan, sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045.

Simak berita terbaru kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Krajan.id WhatsApp Channel: https://whatsapp.com/channel/0029VaAD5sdDOQIbeQkBct03 Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *