Pagak, Krajan.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (UNDIP) menyusun dan memaparkan Masterplan Kawasan Embung Nyawun di Desa Pagak, Kecamatan Sumberlawang, Kabupaten Sragen. Kegiatan ini menjadi bagian dari program pengabdian mahasiswa untuk mendorong pengembangan kawasan embung sebagai ruang strategis yang menopang fungsi lingkungan, sosial, dan ekonomi desa.
Pemaparan masterplan dilakukan oleh Wildan Hilmi Faizul Haq, mahasiswa KKN Reguler UNDIP, dengan melibatkan perangkat desa, Kepala Gapoktan Desa Pagak, serta perwakilan masyarakat. Kegiatan ini bertujuan memberikan arah perencanaan kawasan embung yang terstruktur dan berkelanjutan, sejalan dengan visi penguatan sektor pertanian yang selama ini dijalankan Gapoktan setempat.
Dalam proses penyusunan dokumen perencanaan, mahasiswa KKN melakukan survei lapangan, analisis peta spasial kawasan, serta diskusi partisipatif bersama pemangku kepentingan desa. Pendekatan ini dilakukan untuk memastikan konsep masterplan tidak bersifat normatif, melainkan sesuai dengan kondisi riil lapangan dan kebutuhan masyarakat, khususnya petani yang menggantungkan pengairan pada Embung Nyawun.
Materi yang dipaparkan mencakup rencana zonasi kawasan embung, penguatan fungsi embung sebagai pengendali air dan sumber irigasi pertanian, serta pengembangan ruang terbuka hijau. Selain itu, masterplan juga memuat rencana jalur pedestrian, area rekreasi warga, dan peluang pengembangan ekonomi lokal melalui agrowisata serta UMKM berbasis hasil pertanian.
Konsep tersebut dirancang agar Embung Nyawun tidak hanya berfungsi sebagai infrastruktur penyedia air, tetapi juga berkembang menjadi ruang produktif yang mendukung keberlanjutan sektor pertanian desa. Dengan perencanaan terpadu, kawasan embung diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah ekonomi sekaligus memperkuat kualitas lingkungan.
Kegiatan pemaparan diakhiri dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang melibatkan perangkat desa dan perwakilan masyarakat. Kepala Gapoktan Desa Pagak, Joko Purnomo, mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN yang dinilai selaras dengan program kelompok tani. Menurut dia, keberadaan masterplan dapat membantu Gapoktan dalam menyusun langkah pengembangan pertanian berbasis kawasan secara lebih terarah.
Antusiasme warga terlihat dari berbagai masukan yang disampaikan, terutama terkait tahapan prioritas pembangunan yang dapat disesuaikan dengan kemampuan anggaran desa dan program pemerintah yang sedang berjalan. Diskusi tersebut juga membuka ruang sinkronisasi antara perencanaan mahasiswa dengan rencana pembangunan desa jangka menengah.
Melalui kegiatan ini, Desa Pagak diharapkan memiliki dokumen perencanaan kawasan yang dapat menjadi acuan pembangunan jangka menengah dan panjang. Bagi Gapoktan, masterplan Embung Nyawun menjadi pedoman strategis dalam mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya air dan potensi pertanian desa.
Kegiatan ini sekaligus mencerminkan peran mahasiswa dalam menjembatani keilmuan perencanaan wilayah dengan kebutuhan nyata masyarakat desa. Kawasan Embung Nyawun diproyeksikan tidak hanya sebagai infrastruktur sumber air, tetapi juga sebagai pusat aktivitas desa yang memperkuat ketahanan lingkungan dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal berbasis pertanian.
Simak berita terbaru kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Krajan.id WhatsApp Channel: https://whatsapp.com/channel/0029VaAD5sdDOQIbeQkBct03 Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya





