Mahasiswa KKN UNDIP Sosialisasikan Pemilahan Sampah Sejak Dini di SD Kacangan

Dokumentasi bersama setelah pelaksanaan sosialisasi pemilahan sampah oleh mahasiswa KKN UNDIP di SD Kacangan yang diikuti oleh siswa TK serta kelas 1 hingga kelas 6 SD. (doc. pribadi)
Dokumentasi bersama setelah pelaksanaan sosialisasi pemilahan sampah oleh mahasiswa KKN UNDIP di SD Kacangan yang diikuti oleh siswa TK serta kelas 1 hingga kelas 6 SD. (doc. pribadi)

Kacangan, Krajan.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN UNDIP) menggelar kegiatan sosialisasi pemilahan sampah di SD Kacangan 1, Kecamatan Sumberlawang, Kamis (30/1/2026). Kegiatan ini menyasar seluruh murid sekolah, mulai dari siswa taman kanak-kanak hingga kelas VI sekolah dasar.

Sosialisasi tersebut bertujuan menanamkan kesadaran menjaga kebersihan lingkungan sejak usia dini melalui kebiasaan memilah sampah dengan benar. Edukasi disampaikan dengan pendekatan sederhana dan komunikatif agar mudah dipahami oleh anak-anak dari berbagai jenjang usia.

Bacaan Lainnya

Materi sosialisasi disampaikan oleh mahasiswa KKN UNDIP Tim 1 Kecamatan Sumberlawang, Tika Vivia Mahardika. Ia menjelaskan pentingnya peran anak-anak dalam menjaga lingkungan sekolah maupun lingkungan rumah melalui tindakan sederhana yang dapat dilakukan setiap hari.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja KKN Universitas Diponegoro yang dilaksanakan di bawah bimbingan Dr. Amni Zarkasyi Rahman, ahli governansi publik dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP UNDIP). Program tersebut mendorong mahasiswa untuk terlibat aktif dalam edukasi masyarakat, khususnya terkait isu lingkungan dan tata kelola publik berbasis partisipasi sejak usia dini.

Dalam pemaparannya, mahasiswa KKN menjelaskan pengertian sampah sebagai sisa dari aktivitas manusia sehari-hari, seperti makan, belajar, dan berbelanja. Anak-anak diajak memahami bahwa sampah yang tidak dikelola dengan baik dapat menimbulkan berbagai persoalan lingkungan, mulai dari pencemaran, bau tidak sedap, hingga banjir akibat saluran air yang tersumbat.

Materi kemudian dilanjutkan dengan pengenalan jenis-jenis sampah, yakni sampah organik, anorganik, dan sampah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun). Sampah organik dijelaskan sebagai sampah yang mudah terurai secara alami, seperti sisa makanan dan kulit buah. Sementara itu, sampah anorganik merupakan sampah yang berasal dari bahan buatan manusia dan membutuhkan waktu lama untuk terurai, seperti plastik, kaleng, kaca, dan styrofoam.

Selain itu, siswa juga diperkenalkan dengan sampah B3 yang berbahaya bagi kesehatan dan lingkungan, seperti baterai bekas, lampu neon, serta obat-obatan kedaluwarsa. Jenis sampah ini ditekankan tidak boleh dibuang sembarangan karena dapat mencemari tanah dan air.

Mahasiswa KKN UNDIP menyampaikan materi jenis-jenis sampah dan prinsip 3R dengan media visual serta contoh langsung. (doc. pribadi)
Mahasiswa KKN UNDIP menyampaikan materi jenis-jenis sampah dan prinsip 3R dengan media visual serta contoh langsung. (doc. pribadi)

Untuk memperkuat pemahaman, mahasiswa KKN UNDIP memberikan contoh dampak negatif sampah yang dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa. Pendekatan ini digunakan agar anak-anak lebih mudah memahami alasan pentingnya membuang dan memilah sampah sesuai dengan jenisnya.

Sebagai solusi sederhana, siswa dikenalkan pada prinsip 3R, yaitu Reduce (mengurangi), Reuse (menggunakan kembali), dan Recycle (mendaur ulang). Contoh penerapan prinsip tersebut disampaikan melalui kebiasaan sederhana, seperti membawa botol minum sendiri, memanfaatkan kembali barang yang masih layak pakai, serta memisahkan sampah sebelum dibuang.

Agar kegiatan tetap menarik, sosialisasi diselingi dengan sesi ice breaking, kuis, dan tanya jawab. Anak-anak tampak antusias mengikuti kegiatan, aktif menjawab pertanyaan, dan mencoba mengelompokkan sampah sesuai dengan jenisnya.

Pihak sekolah menyambut positif kegiatan tersebut dan berharap sosialisasi serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan. Edukasi lingkungan sejak dini dinilai penting untuk membentuk kebiasaan hidup bersih dan peduli lingkungan pada siswa.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN UNDIP berharap kebiasaan memilah sampah tidak hanya diterapkan di lingkungan sekolah, tetapi juga dibawa ke rumah dan lingkungan sekitar. Dengan demikian, kesadaran menjaga lingkungan diharapkan dapat tumbuh dan mengakar sejak dini di Desa Kacangan.

Simak berita terbaru kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Krajan.id WhatsApp Channel: https://whatsapp.com/channel/0029VaAD5sdDOQIbeQkBct03 Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *