Kacangan, Krajan.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (UNDIP) menyusun sebuah modul pertanian yang memuat peta persebaran lahan pertanian jagung di Desa Kacangan, Kecamatan Sumberlawang, Kabupaten Sragen. Modul tersebut diserahkan kepada perangkat Desa Kacangan sebagai bagian dari program pengabdian kepada masyarakat berbasis data dan pemetaan potensi desa.
Kegiatan ini dilaksanakan oleh mahasiswa KKN UNDIP dari jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota, Nazanda Adelia Putri, dengan bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan, Dr. Amni Zarkasyi Rahman, ahli governansi publik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UNDIP. Penyerahan modul dilakukan kepada Kepala Bayan Desa Kacangan, Taryono, pada Sabtu (8/2/2025).
Modul tersebut disusun sebagai upaya mendokumentasikan kondisi pertanian jagung di Desa Kacangan secara sistematis dan mudah dipahami. Selain memuat deskripsi umum pertanian jagung, modul ini dilengkapi peta persebaran lahan pertanian jagung yang menggambarkan lokasi serta sebaran lahan yang selama ini dikelola oleh masyarakat desa.
Keberadaan peta tersebut memberikan informasi spasial yang lebih rinci mengenai potensi pertanian jagung di Desa Kacangan. Data ini dinilai penting sebagai bahan pendukung dalam proses perencanaan desa, terutama dalam mengidentifikasi wilayah produktif, pola pemanfaatan lahan, serta permasalahan yang dihadapi petani di lapangan.
“Pemetaan ini diharapkan dapat menjadi dasar informasi bagi desa dalam merencanakan program pertanian ke depan, khususnya pada komoditas jagung,” ujar Nazanda dalam kegiatan penyerahan modul.
Selain peta persebaran lahan, modul ini juga dilengkapi dengan dokumentasi lapangan yang memperkuat validitas data yang disajikan. Dokumentasi tersebut mencakup kondisi lahan, aktivitas pertanian, serta hasil panen jagung yang menjadi komoditas unggulan desa.
Tidak hanya berhenti pada aspek pemetaan, modul ini juga memuat materi pengolahan limbah bonggol jagung menjadi briket atau arang. Berdasarkan hasil survei dan wawancara di lapangan, aktivitas pertanian jagung di Desa Kacangan menghasilkan limbah bonggol jagung dalam jumlah yang cukup besar. Namun, sebagian besar limbah tersebut belum dimanfaatkan secara optimal dan hanya dibuang atau dibiarkan.
Kondisi tersebut mendorong penyusunan materi pengolahan bonggol jagung sebagai bagian dari modul. Di dalamnya dijelaskan tahapan pengolahan bonggol jagung menjadi briket, mulai dari pengumpulan bahan, proses pembakaran, hingga pencetakan briket. Pengolahan ini dinilai memiliki potensi sebagai sumber energi alternatif yang ramah lingkungan sekaligus bernilai ekonomi.
Pemanfaatan limbah pertanian ini diharapkan tidak hanya mampu mengurangi volume limbah, tetapi juga membuka peluang usaha baru bagi masyarakat desa. Dengan pendekatan tersebut, modul menempatkan pemetaan pertanian sebagai dasar informasi yang terintegrasi dengan upaya pengelolaan limbah secara berkelanjutan.
Materi dalam modul telah disosialisasikan kepada perangkat desa dan masyarakat setempat. Sosialisasi ini bertujuan agar isi modul dapat dipahami dan dimanfaatkan secara optimal oleh pihak desa maupun warga, khususnya petani jagung.
Ke depan, modul ini diharapkan dapat menjadi referensi perencanaan program desa, baik dalam pengembangan pertanian jagung maupun pemanfaatan limbah pertanian. Penyusunan modul juga menjadi bagian dari rangkaian kegiatan KKN UNDIP yang menekankan pentingnya pendokumentasian data desa sebagai dasar pengambilan kebijakan.
Dengan adanya modul ini, Desa Kacangan diharapkan memiliki sumber informasi yang rapi, akurat, dan aplikatif terkait potensi pertanian jagung. Pemanfaatan data spasial dan pengolahan limbah yang disajikan di dalamnya membuka peluang pengembangan kegiatan pertanian yang lebih produktif dan berkelanjutan di tingkat desa.
Simak berita terbaru kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Krajan.id WhatsApp Channel: https://whatsapp.com/channel/0029VaAD5sdDOQIbeQkBct03 Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya





