Lhokseumawe, Krajan.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Malikussaleh (Unimal) Kelompok 65 Desa Alue Lim, Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe, menggelar program sosialisasi edukatif bertema Education Social Benefit (ESB). Kegiatan ini menyasar anak-anak hingga remaja dengan tujuan meningkatkan kesadaran, pengetahuan, serta pembentukan karakter positif melalui pendekatan edukatif yang kreatif dan partisipatif.
Berdasarkan informasi yang dilansir dari Unimal News, rangkaian sosialisasi ESB dilaksanakan di sejumlah satuan pendidikan di Desa Alue Lim dan sekitarnya. Kegiatan pertama berlangsung di TK Al Husna dengan metode pembelajaran yang disesuaikan dengan karakter usia dini.
Di sekolah tersebut, mahasiswa KKN mengawali kegiatan dengan senam pagi bersama untuk menumbuhkan semangat sekaligus membiasakan pola hidup sehat. Selanjutnya, anak-anak diajak mengikuti aktivitas mewarnai gambar menggunakan media dari bahan daur ulang, seperti kemasan jajanan bekas. Melalui kegiatan ini, siswa diperkenalkan pada pentingnya menjaga kebersihan lingkungan serta memanfaatkan sampah sebagai media pembelajaran yang kreatif dan ramah lingkungan.
Sosialisasi kemudian berlanjut di SD Negeri 10 Blang Mangat. Pada jenjang ini, mahasiswa KKN memfokuskan materi pada pembentukan sikap hemat dan kepedulian sosial. Para siswa diajak membuat tabungan sederhana dari botol plastik bekas sebagai sarana edukasi pengelolaan keuangan sejak dini sekaligus penerapan konsep daur ulang.
Selain itu, siswa juga mendapatkan pemahaman mengenai bahaya perundungan (bullying) untuk menanamkan nilai empati, saling menghargai, serta menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan inklusif.
Rangkaian kegiatan ESB ditutup di SMP Negeri 16 Lhokseumawe dengan materi yang relevan dengan persoalan remaja masa kini. Sosialisasi mencakup edukasi tentang bahaya narkoba, judi online, pergaulan bebas, serta pentingnya penggunaan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) secara bijak.
Penyampaian materi dilakukan secara interaktif agar siswa dapat memahami dampak negatif perilaku menyimpang dan terdorong memanfaatkan teknologi secara positif serta bertanggung jawab.
Anggota KKN Universitas Malikussaleh Kelompok 65, Aulia Maharani, Rabu (4/2/2026), mengatakan bahwa program ESB dirancang sebagai upaya edukasi berkelanjutan bagi masyarakat.
“Melalui ESB, kami ingin menghadirkan edukasi yang tidak hanya informatif, tetapi juga membentuk karakter dan kepedulian sosial sejak usia dini hingga remaja,” ujarnya.
Simak berita terbaru kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Krajan.id WhatsApp Channel: https://whatsapp.com/channel/0029VaAD5sdDOQIbeQkBct03 Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.





