Mahasiswa KKN UNS 39 Sosialisasikan Pencegahan Demam Berdarah dan Praktik Pembuatan Spray Anti Nyamuk Alami

Foto bersama Ibu-Ibu PKK RT 1 dan 4 pada pemaparan sosialisasi anti jentik nyamuk dan pembuatan obat anti nyamuk berbahan alami. (doc. KKN 39 UNS)
Foto bersama Ibu-Ibu PKK RT 1 dan 4 pada pemaparan sosialisasi anti jentik nyamuk dan pembuatan obat anti nyamuk berbahan alami. (doc. KKN 39 UNS)

Plumbon, Krajan.idMahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) yang tergabung dalam Kuliah Kerja Nyata (KKN) kelompok 39 menggelar sosialisasi pencegahan demam berdarah dan pelatihan pembuatan spray anti nyamuk berbahan alami. Kegiatan ini berlangsung pada Selasa, 17 Januari 2024, di Balai RT 1 Desa Plumbon, Kecamatan Tawangmangu, dan dihadiri oleh para ibu-ibu PKK dari RT 1 dan RT 4.

Ketua KKN UNS 39, Annas, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi mengenai bahaya demam berdarah serta langkah-langkah pencegahannya, sekaligus mengenalkan inovasi pembuatan obat pengusir nyamuk berbahan alami, khususnya dari serai.

Bacaan Lainnya

“Dengan adanya sosialisasi ini, kami berharap masyarakat lebih sadar akan pentingnya pemberantasan sarang nyamuk. Selain itu, pemanfaatan bahan alami seperti serai untuk mengusir nyamuk diharapkan bisa menjadi solusi yang efektif dan ramah lingkungan,” ujar Annas.

Demam berdarah dengue (DBD) merupakan salah satu penyakit yang meningkat kasusnya pada musim hujan. Nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus menjadi vektor utama penyebaran penyakit ini, terutama di daerah dengan banyak genangan air.

Oleh karena itu, KKN UNS 39 mengadakan edukasi terkait pengenalan nyamuk penyebab DBD, siklus hidupnya, serta langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan oleh masyarakat.

Dalam pemaparannya, mahasiswa menjelaskan ciri-ciri nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus, mulai dari perbedaan habitat, bentuk fisik, hingga kebiasaan menggigit manusia.

Selain itu, mereka juga mengajarkan konsep 3M Plus sebagai upaya pencegahan DBD, yaitu Menguras tempat penampungan air, Menutup rapat tempat penampungan air, dan Mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.

Upaya tambahan yang dianjurkan meliputi penggunaan obat nyamuk alami serta menanam tanaman pengusir nyamuk di sekitar rumah.

Baca Juga: Mahasiswa KKN UNS 85 Sinergikan Desa Sidodadi dan Polsek Masaran dalam Antisipasi Pinjaman Online Ilegal

Sebagai bagian dari solusi inovatif, mahasiswa KKN UNS 39 mengajarkan cara pembuatan spray anti nyamuk berbahan alami dari serai. Serai dipilih karena memiliki kandungan geraniol dan sitronelal, dua senyawa yang efektif mengusir nyamuk berkat aromanya yang khas.

Pemaparan materi tentang gerakan anti jentik nyamuk. (doc. KKN 39 UNS)
Pemaparan materi tentang gerakan anti jentik nyamuk. (doc. KKN 39 UNS)

Proses pembuatan spray ini cukup sederhana, sehingga mudah untuk diterapkan oleh masyarakat. Bahan-bahan yang digunakan pun mudah ditemukan, khususnya di Desa Plumbon yang memiliki produksi serai melimpah. Setelah demonstrasi pembuatan, mahasiswa KKN juga membagikan beberapa botol spray anti nyamuk kepada ibu-ibu PKK sebagai contoh produk yang siap digunakan.

“Pelatihan ini sangat bermanfaat. Saya baru tahu kalau jentik nyamuk bisa bertahan hidup hingga delapan bulan di tempat yang kering. Ilmu yang diberikan mahasiswa KKN sangat relevan untuk diterapkan, terutama di musim penghujan seperti ini,” ungkap Ibu Iin, salah satu anggota PKK Desa Plumbon.

Ketua RT 4, Ibu Tuti, juga menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan ini.

“Kami sangat berterima kasih kepada adik-adik mahasiswa KKN yang telah berbagi ilmu dan keterampilan. Sosialisasi ini memberikan wawasan baru mengenai cara efektif dalam mengendalikan populasi nyamuk dan mencegah DBD. Semoga ilmu ini bisa diterapkan secara berkelanjutan,” ujarnya.

Baca Juga: KKN UNS Gema Wakatobi Inisiasi Pemetaan Digital Wisata Kelurahan Waetuno untuk Bangkitkan Pariwisata Lokal

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN UNS 39 berharap masyarakat Desa Plumbon semakin sadar akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan serta memanfaatkan bahan alami sebagai alternatif pengusir nyamuk. Dengan adanya edukasi ini, diharapkan angka kasus DBD dapat diminimalisir, terutama di musim hujan yang rentan terhadap penyebaran penyakit ini.

Pembagian obat anti nyamuk berbahan serai kepada ibu-ibu PKK. (doc. KKN 39 UNS)
Pembagian obat anti nyamuk berbahan serai kepada ibu-ibu PKK. (doc. KKN 39 UNS)

Sosialisasi ini tidak hanya memberikan wawasan baru bagi masyarakat tetapi juga mendorong pemanfaatan sumber daya lokal, seperti serai, untuk menciptakan solusi alami dalam pencegahan demam berdarah. Mahasiswa KKN UNS 39 berharap bahwa inisiatif ini bisa menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam upaya pemberantasan nyamuk dan pencegahan penyakit menular.

Simak berita terbaru kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Krajan.id WhatsApp Channel: https://whatsapp.com/channel/0029VaAD5sdDOQIbeQkBct03 Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *