Mahasiswa KKN UNS 82 Edukasi Eco Enzyme dan Pestisida Nabati di Desa Genikan

Dokumentasi bersama setelah pelaksanaan kegiatan edukasi dan demonstrasi pembuatan eco enzyme serta pestisida nabati sebagai bagian dari upaya mendorong pertanian ramah lingkungan. (doc. KKN 82 UNS)
Dokumentasi bersama setelah pelaksanaan kegiatan edukasi dan demonstrasi pembuatan eco enzyme serta pestisida nabati sebagai bagian dari upaya mendorong pertanian ramah lingkungan. (doc. KKN 82 UNS)

Genikan, Krajan.id – Mahasiswa KKN Universitas Sebelas Maret (UNS) 82 menggelar edukasi dan demonstrasi pembuatan eco enzyme serta pestisida nabati di Desa Genikan pada (19/1/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari program kerja yang difokuskan pada penguatan praktik pertanian ramah lingkungan sekaligus pengelolaan limbah organik rumah tangga.

Program tersebut melibatkan pemuda dari tiga dusun, yakni Dusun Gedaman, Dusun Genikan, dan Dusun Wonolalis. Pemuda dipilih sebagai sasaran utama karena dinilai memiliki peran strategis dalam mendorong inovasi dan keberlanjutan pembangunan desa, terutama di sektor pertanian dan lingkungan.

Bacaan Lainnya

Sejak awal kegiatan, peserta tampak antusias mengikuti diskusi mengenai persoalan sampah organik serta penggunaan pestisida kimia yang masih umum digunakan petani. Mahasiswa KKN memetakan dua persoalan utama, yakni belum optimalnya pemanfaatan limbah organik dan tingginya ketergantungan terhadap bahan kimia sintetis dalam pengendalian hama.

Dalam sesi penyuluhan, mahasiswa menjelaskan bahwa eco enzyme merupakan cairan hasil fermentasi limbah organik, seperti kulit buah dan sisa sayuran, yang dicampur dengan gula dan air dalam perbandingan tertentu. Proses fermentasi berlangsung sekitar tiga bulan hingga menghasilkan cairan multifungsi.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin memperkenalkan pemanfaatan limbah organik menjadi produk yang memiliki nilai guna, sekaligus mendorong praktik pertanian yang lebih ramah lingkungan,” ujar Tim KKN 82 UNS dalam keterangan tertulisnya.

Eco enzyme, menurut pemaparan mahasiswa, dapat dimanfaatkan sebagai pupuk cair alami, cairan pembersih ramah lingkungan, hingga campuran bahan pestisida nabati. Pemanfaatan ini dinilai mampu menekan volume sampah rumah tangga sekaligus mengurangi biaya produksi pertanian.

Selain itu, mahasiswa juga mengulas dampak penggunaan pestisida kimia secara berlebihan. Penggunaan yang tidak terkendali berpotensi mencemari tanah dan air, serta menimbulkan risiko kesehatan bagi petani maupun konsumen. Sebagai alternatif, diperkenalkan pestisida nabati yang berbahan dasar tanaman lokal.

“Pestisida nabati menjadi salah satu alternatif yang lebih aman karena memanfaatkan bahan alami yang tersedia di sekitar desa dan mudah dibuat secara mandiri,” lanjut Tim KKN 82 UNS.

Bahan-bahan seperti bawang putih, daun pepaya, serai, dan cabai dimanfaatkan karena mengandung senyawa alami yang dapat mengusir atau mengendalikan hama tanaman. Bahan tersebut relatif mudah diperoleh di sekitar desa dan proses pembuatannya sederhana.

Dokumentasi mahasiswa KKN 82 sedang melakukan praktik demonstrasi langsung pembuatan eco enzyme. (doc. KKN 82 UNS)
Dokumentasi mahasiswa KKN 82 sedang melakukan praktik demonstrasi langsung pembuatan eco enzyme. (doc. KKN 82 UNS)

Setelah pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan demonstrasi langsung. Peserta diajak menyiapkan bahan, mencampur komposisi sesuai takaran, serta memahami tahapan fermentasi dan penyimpanan eco enzyme. Pada praktik pembuatan pestisida nabati, peserta mempelajari proses penghalusan bahan, perendaman, penyaringan, hingga teknik penyemprotan yang efektif di lahan.

Pendekatan praktik ini diharapkan mendorong peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu memproduksi secara mandiri. Diskusi interaktif selama kegiatan menunjukkan minat peserta untuk mengembangkan inovasi tersebut lebih lanjut.

“Kami berharap pengetahuan ini tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi, tetapi dapat diterapkan secara berkelanjutan oleh pemuda dan kelompok tani di Desa Genikan,” kata Tim KKN 82 UNS.

Program ini juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan lingkungan dalam aktivitas pertanian. Dengan mengurangi ketergantungan pada bahan kimia sintetis, kualitas tanah diharapkan tetap terjaga dan hasil pertanian menjadi lebih sehat. Dari sisi ekonomi, pemanfaatan bahan lokal dapat membantu menekan biaya produksi.

Kegiatan tersebut sejalan dengan agenda Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-12 tentang konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, tujuan ke-13 mengenai penanganan perubahan iklim, serta tujuan ke-15 terkait perlindungan ekosistem daratan melalui praktik pertanian berkelanjutan.

Mahasiswa KKN UNS 82 berharap kolaborasi antara pemuda, kelompok tani, dan perangkat desa dapat terus terjalin setelah masa KKN berakhir. Pelaksanaan edukasi dan demonstrasi ini menjadi bagian dari kontribusi mahasiswa dalam mendukung pembangunan desa berbasis pemberdayaan masyarakat dan pelestarian lingkungan.

Dengan penguatan kapasitas generasi muda, Desa Genikan diharapkan dapat mengembangkan sistem pertanian yang lebih sehat, efisien, dan berkelanjutan.

Simak berita terbaru kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Krajan.id WhatsApp Channel: https://whatsapp.com/channel/0029VaAD5sdDOQIbeQkBct03 Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *