Campursari, Krajan.id – Sebanyak 40 siswa kelas X dan XI SMA Negeri 3 Magetan mengikuti sosialisasi literasi keuangan dan pencegahan korupsi mikro yang digelar mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret (UNS) Kelompok 89, Selasa (27/1/2026). Kegiatan berlangsung di lingkungan sekolah yang berlokasi di Desa Campursari, Kecamatan Sidorejo, Kabupaten Magetan.
Program ini merupakan bagian dari pengabdian kepada masyarakat yang selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 4 tentang pendidikan berkualitas. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa berupaya memperkuat pemahaman siswa terkait pengelolaan keuangan sekaligus menanamkan nilai integritas sejak usia remaja.
Dalam pemaparan materi, mahasiswa KKN menekankan bahwa literasi keuangan merupakan keterampilan dasar yang perlu dimiliki generasi muda. Kemampuan ini mencakup pengelolaan uang saku, kebiasaan menabung, hingga perencanaan keuangan sederhana. Pemahaman tersebut dinilai penting untuk mencegah perilaku konsumtif serta membentuk kebiasaan finansial yang sehat sejak dini.
Selain itu, peserta juga mendapatkan edukasi mengenai korupsi mikro, yakni perilaku tidak jujur dalam kehidupan sehari-hari yang kerap dianggap sepele. Contohnya antara lain mencontek saat ujian, memanipulasi laporan, hingga menyalahgunakan fasilitas bersama untuk kepentingan pribadi.
Mahasiswa KKN menilai, kebiasaan kecil yang tidak jujur dapat menjadi pintu masuk praktik korupsi dalam skala yang lebih besar di kemudian hari. Karena itu, pengenalan konsep ini dinilai penting untuk membangun kesadaran sejak bangku sekolah.
Ketua Kelompok 89 KKN UNS, Muhammad Randi Hayya Putra, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan menanamkan nilai kejujuran dan tanggung jawab kepada siswa.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin siswa memahami bahwa korupsi bisa berawal dari kebiasaan kecil yang tidak jujur. Oleh karena itu, penting bagi generasi muda untuk membangun karakter jujur dan bertanggung jawab sejak sekarang,” ujarnya.
Kegiatan sosialisasi dikemas secara interaktif melalui diskusi dan sesi tanya jawab. Para siswa terlihat aktif menyampaikan pendapat serta berbagi pengalaman terkait pentingnya kejujuran dalam kehidupan sehari-hari.
Kepala SMA Negeri 3 Magetan, Dra. Riful Hamidah, M.Pd., mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN tersebut. Ia menilai kegiatan ini memberikan perspektif baru bagi siswa dalam memahami dampak perilaku tidak jujur.
“Saya melihat kegiatan ini penting. Siswa diharapkan lebih sadar bahwa perilaku tidak jujur sekecil apa pun dapat berdampak pada pembentukan karakter mereka,” kata Riful.

Program ini berada di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan, Prof. Dr. Agus Supriyanto, S.Si., M.Si., dan melibatkan seluruh anggota Kelompok 89 dalam perencanaan hingga pelaksanaan. Tim tersebut terdiri atas Amalia Rahmawati, Happi Lucky, Latifa Nurul, Muhammad Randi Hayya Putra, Nabila Sarra Nurliza, Novita Citra, Rihadatul Aisha, Riva Maysanda, Stevy Ratna Dewi, dan Yovi Kristyan.
Pihak sekolah menyambut positif kegiatan ini karena dinilai mampu memperkaya wawasan siswa, khususnya dalam memahami pentingnya nilai antikorupsi dan pengelolaan keuangan yang bijak. Edukasi semacam ini dianggap relevan dalam membentuk karakter generasi muda yang berintegritas.
Melalui rangkaian program KKN di Desa Campursari, mahasiswa UNS berharap siswa tidak hanya memahami konsep literasi keuangan, tetapi juga mampu menerapkan nilai kejujuran dan tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.
Penanaman nilai integritas sejak usia sekolah diharapkan dapat melahirkan generasi yang berkarakter kuat, serta berkontribusi dalam menciptakan masyarakat yang lebih transparan dan bebas dari praktik korupsi di masa mendatang.
Simak berita terbaru kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Krajan.id WhatsApp Channel: https://whatsapp.com/channel/0029VaAD5sdDOQIbeQkBct03 Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya





