Glinggangan, Krajan.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret (UNS) Kelompok 107 menggelar rangkaian pelatihan pemberdayaan ekonomi perempuan di Desa Glinggangan, Kecamatan Pringkuku, Kabupaten Pacitan, Minggu (1/2/2026). Kegiatan yang meliputi pelatihan pemasaran produk UMKM, pembuatan sabun cuci piring cair, serta pembuatan dompet dari kain perca ini diikuti ibu-ibu PKK dan ibu rumah tangga dari delapan dusun.
Program tersebut berada di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Nughthoh Arfawi Kurdhi, S.si., M.Sc., Ph.D, serta menjadi bagian dari pengabdian mahasiswa Universitas Sebelas Maret dalam mendukung pembangunan desa berbasis potensi lokal.
Ketua KKN, Muhammad Irham Fadhli dari Program Studi Teknik Mesin, bersama penanggung jawab program Fradella Nathan Andrea dari Program Studi Ilmu Komunikasi dan Lailatul Mufidah dari Program Studi Pendidikan Kimia, memimpin pelaksanaan kegiatan yang dirancang untuk mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDGs 5 tentang Kesetaraan Gender dan SDGs 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi.
Muhammad Irham Fadhli menjelaskan, pelatihan ini tidak hanya berfokus pada peningkatan keterampilan teknis, tetapi juga membangun pola pikir kewirausahaan bagi perempuan desa.
“Kami melihat potensi besar dari ibu-ibu di Desa Glinggangan. Harapannya, setelah pelatihan ini, mereka tidak hanya bisa memproduksi, tetapi juga memahami cara memasarkan dan menentukan harga produk secara tepat,” ujarnya.

Dalam sesi pembuatan sabun cuci piring cair, peserta diperkenalkan pada bahan-bahan dasar, teknik pencampuran, hingga proses pengemasan yang menarik dan higienis. Antusiasme peserta terlihat saat praktik berlangsung.
Savitri, salah satu peserta, mengungkapkan kegembiraannya setelah mencoba langsung proses pembuatan sabun.
“Ternyata bikin sabun cuci piring itu gampang dan seru yaa,” katanya dengan wajah sumringah.
Sementara itu, pelatihan pembuatan dompet dari kain perca menghadirkan suasana yang tak kalah meriah. Peserta diajak memanfaatkan limbah kain menjadi produk kreatif dan bernilai jual melalui teknik jahit tangan sederhana. Hasil karya yang berwarna-warni membuat para ibu semakin percaya diri.
Ika Rinarti, peserta lainnya, mengaku terkesan dengan hasil praktik yang ia buat.
“Wah dompetnya bagus dan lucu banget, bisa berguna untuk wadah uang receh,” ujarnya sambil menunjukkan hasil jahitannya kepada peserta lain.

Tak berhenti pada produksi, mahasiswa juga memberikan materi strategi pemasaran produk UMKM. Peserta dilatih teknik foto produk menggunakan ponsel, pembuatan caption media sosial yang menarik, hingga pemanfaatan marketplace. Selain itu, materi penentuan harga jual turut diberikan dengan mengajarkan perhitungan modal, biaya produksi, serta margin keuntungan agar usaha tetap berkelanjutan.
Mahasiswa KKN lainnya seperti Musa Ahad Abdulloh, Ridwan Widakdo, Nadia Febryna Salsabila, Dhea Angellina, Salva Anjany Nastiti, dan Josy Eka Kartika terlibat aktif dalam setiap sesi pelatihan. Mereka mendampingi peserta secara langsung, mulai dari praktik pembuatan produk hingga diskusi peluang usaha di desa.
Selain keterampilan teknis, mahasiswa juga mengajak peserta mengidentifikasi dan menganalisis peluang UMKM di Desa Glinggangan. Diskusi difokuskan pada potensi pasar lokal, kebutuhan masyarakat sekitar, serta keunggulan produk berbasis sumber daya desa.
Ke depan, mahasiswa KKN berharap muncul merek atau branding khusus produk UMKM Desa Glinggangan. Inovasi varian produk seperti aroma sabun yang beragam, model dompet yang lebih variatif, hingga kemasan menarik juga menjadi bagian dari rencana pengembangan. Tak hanya itu, pembentukan kelompok usaha bersama atau koperasi perempuan didorong agar produksi dan pemasaran dapat dilakukan secara kolektif.
Perluasan pemasaran melalui marketplace serta kerja sama dengan toko lokal menjadi langkah strategis yang direkomendasikan. Dengan demikian, produk tidak hanya beredar di lingkup desa, tetapi mampu menembus pasar yang lebih luas.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN UNS Kelompok 107 berharap dapat meningkatkan keterampilan dan kemandirian ekonomi perempuan desa, membuka peluang usaha rumahan yang berkelanjutan, serta memperkuat kapasitas UMKM dalam meningkatkan pendapatan keluarga dan perekonomian lokal.
Program ini menjadi wujud nyata sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam mendorong pembangunan berbasis pemberdayaan, sekaligus membuktikan bahwa perempuan desa memiliki peran penting dalam menggerakkan roda ekonomi daerah.
Simak berita terbaru kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Krajan.id WhatsApp Channel: https://whatsapp.com/channel/0029VaAD5sdDOQIbeQkBct03 Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya





