Kaliwedi, Krajan.id – Mahasiswa KKN Universitas Sebelas Maret (UNS) Kelompok 136 menggelar kegiatan sosialisasi dan pendampingan digital marketing bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Balai Desa Kaliwedi, Kecamatan Gondang, Kabupaten Sragen, Senin (26/1/2026). Kegiatan ini bertujuan membantu pelaku usaha desa memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas jangkauan pemasaran produk.
Program tersebut menyasar para pelaku UMKM di Desa Kaliwedi yang selama ini sebagian besar masih mengandalkan metode pemasaran konvensional. Berdasarkan data yang diperoleh tim KKN dari perangkat desa, terdapat sekitar empat pelaku UMKM produksi serta 26 pelaku usaha toko kelontong yang menjalankan aktivitas usaha di desa tersebut.
Desa Kaliwedi sendiri memiliki potensi ekonomi yang cukup besar. Selain sektor pertanian yang menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat, sejumlah usaha mikro juga berkembang dengan memproduksi berbagai makanan ringan lokal, seperti keripik tempe, keripik talas, hingga keripik pangsit. Namun demikian, sebagian pelaku usaha masih menghadapi kendala dalam memanfaatkan teknologi digital untuk mendukung pemasaran produk.
Kondisi tersebut membuat jangkauan pasar produk UMKM masih terbatas. Selain itu, nilai jual produk juga belum berkembang secara optimal karena belum memanfaatkan platform pemasaran digital yang lebih luas.
Melihat potensi sekaligus tantangan tersebut, mahasiswa KKN UNS Kelompok 136 berinisiatif menyelenggarakan kegiatan sosialisasi dan pendampingan digital marketing bagi pelaku UMKM desa. Program ini dirancang untuk memperkenalkan strategi pemasaran digital sederhana yang dapat diterapkan secara langsung oleh pelaku usaha.
Penanggung jawab kegiatan, Ebara Rosa Aryokunta dari Program Studi Pendidikan Ekonomi, menegaskan bahwa pemasaran digital kini menjadi kebutuhan penting bagi pelaku usaha.
“Saat ini digital marketing bukan hanya pilihan bagi pelaku usaha, tetapi sudah menjadi kebutuhan agar usaha dapat tetap relevan, berkembang, dan mampu bersaing di tengah perubahan zaman yang semakin cepat,” ujar Ebara saat menyampaikan materi sosialisasi.

Kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan melalui dua tahapan utama. Tahap pertama berupa penyampaian materi mengenai konsep dasar digital marketing, sedangkan tahap kedua berupa pendampingan praktik bagi pelaku UMKM.
Dalam sesi pemaparan materi, peserta diperkenalkan pada berbagai aspek dasar pemasaran digital. Materi yang disampaikan meliputi manfaat digital marketing bagi UMKM, strategi pemasaran digital sederhana, pemanfaatan media sosial untuk promosi produk, hingga langkah-langkah membuat akun marketplace Shopee dan sistem pembayaran digital QRIS.

Setelah sesi materi selesai, kegiatan dilanjutkan dengan pendampingan praktik secara langsung. Para pelaku UMKM didampingi mahasiswa KKN untuk mencoba membuat akun marketplace dan sistem pembayaran digital.
Pelaku UMKM yang bergerak di bidang produksi didorong untuk membuat akun Shopee sebagai sarana pemasaran produk secara daring. Sementara itu, pelaku usaha toko kelontong didampingi untuk membuat QRIS melalui aplikasi GoPay Merchant agar dapat menerima pembayaran digital dari pelanggan.
Selama proses pendampingan, para peserta tampak antusias mengikuti setiap tahapan yang dijelaskan. Beberapa pelaku UMKM bahkan berhasil membuat akun marketplace dan QRIS secara langsung saat kegiatan berlangsung. Meski demikian, terdapat pula peserta yang belum melanjutkan proses pendaftaran karena keterbatasan perangkat maupun waktu.
Program sosialisasi dan pendampingan digital marketing ini merupakan salah satu dari 12 program kerja yang dilaksanakan oleh mahasiswa KKN UNS Kelompok 136 selama menjalankan pengabdian masyarakat di Desa Kaliwedi.
Tim KKN tersebut terdiri dari sepuluh mahasiswa, yaitu Arganesta Ayu Andarini, Benedetto Rakryan Resijati, Desinta Ayu Permatasari, Ebara Rosa Aryokunta, Elvaretta Fidela Casamira Kartika Dewi, Isabella, Mitakul Jihan, Muhammad Alvito Zaidan Ismail, Surya Bintang Zudistira, dan Vini Esa Al Qushori.
Kegiatan ini juga sejalan dengan upaya mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) poin 8, yakni mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan melalui peningkatan produktivitas usaha masyarakat.
Melalui kegiatan ini, tim KKN berharap para pelaku UMKM Desa Kaliwedi dapat mulai memahami pentingnya pemasaran digital serta memanfaatkan platform daring sebagai strategi pengembangan usaha. Dengan pemanfaatan teknologi yang lebih optimal, diharapkan produk-produk lokal desa dapat menjangkau pasar yang lebih luas sekaligus meningkatkan daya saing ekonomi masyarakat.
Simak berita terbaru kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Krajan.id WhatsApp Channel: https://whatsapp.com/channel/0029VaAD5sdDOQIbeQkBct03 Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya





