Mahasiswa KKN UNS Kelompok 64 Dorong Digitalisasi dan Penataan Wisata Desa Kranggan

Mahasiswa KKN Universitas Sebelas Maret (UNS) Kelompok 64 memaparkan materi pemanfaatan media sosial sebagai strategi publikasi digital wisata Desa Kranggan, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten. (doc. pribadi)
Mahasiswa KKN Universitas Sebelas Maret (UNS) Kelompok 64 memaparkan materi pemanfaatan media sosial sebagai strategi publikasi digital wisata Desa Kranggan, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten. (doc. pribadi)

Kranggan, Krajan.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret (UNS) Kelompok 64 menggelar sosialisasi bertajuk Pemanfaatan Media Sosial untuk Peningkatan Publikasi Digital Wisata Desa di Balai Desa Kranggan, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten, Kamis (5/2/2026). Kegiatan ini juga disertai edukasi mengenai pengaturan hak dan kewajiban pengunjung sebagai bagian dari upaya penataan tata kelola wisata yang lebih tertib.

Program tersebut diikuti perangkat desa, pengelola destinasi wisata, serta anggota Karang Taruna Desa Kranggan. Sosialisasi ini menjadi salah satu langkah awal untuk mendorong digitalisasi promosi wisata desa sekaligus memperkuat sistem pengelolaan yang profesional dan berkelanjutan.

Bacaan Lainnya

Ketua KKN UNS Kelompok 64, Sayid Nadarul Haq, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk menjawab kebutuhan desa dalam menghadapi perkembangan teknologi informasi. Menurut dia, Desa Kranggan memiliki potensi wisata yang menjanjikan, namun publikasi digitalnya masih perlu ditingkatkan agar mampu menjangkau pasar yang lebih luas.

“Potensi wisata di desa ini sudah ada, tetapi belum didukung promosi digital yang optimal. Kami mencoba memberikan pemahaman sekaligus keterampilan praktis agar pengelola dapat memanfaatkan media sosial secara efektif,” ujarnya.

Pada sesi pelatihan, penanggung jawab program, Danivan Pramundiaz, memaparkan strategi pengelolaan media sosial terutama Instagram sebagai sarana promosi. Materi yang diberikan meliputi perencanaan konten, teknik dasar desain visual, hingga pemahaman algoritma media sosial agar unggahan memiliki jangkauan yang lebih maksimal.

Peserta tidak hanya menerima paparan teori, tetapi juga memperoleh buku saku panduan praktis. Buku tersebut berisi tutorial desain menggunakan Canva, langkah penyuntingan video melalui CapCut, serta tips membuat konten promosi yang menarik dan informatif.

Sebagai tindak lanjut, tim KKN menyediakan akses ke folder digital Desa Kranggan melalui tautan dan kode QR. Folder ini memuat berbagai materi pendukung, seperti video tutorial, logo resmi wisata desa, serta dokumentasi foto dan video yang dapat digunakan untuk kebutuhan promosi. Penyediaan arsip digital ini diharapkan dapat menjaga kesinambungan pengelolaan media sosial meskipun masa KKN telah selesai.

Mahasiswa KKN Universitas Sebelas Maret (UNS) Kelompok 64 memberikan pemaparan materi terkait strategi publikasi digital wisata melalui media sosial dalam kegiatan sosialisasi di Balai Desa Kranggan, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten. (doc. pribadi)
Mahasiswa KKN Universitas Sebelas Maret (UNS) Kelompok 64 memberikan pemaparan materi terkait strategi publikasi digital wisata melalui media sosial dalam kegiatan sosialisasi di Balai Desa Kranggan, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten. (doc. pribadi)

Sementara itu, penanggung jawab edukasi hak dan kewajiban pengunjung, Dimas Joyo Kusumo, menekankan pentingnya regulasi yang jelas dalam pengelolaan destinasi wisata. Menurutnya, pemahaman mengenai aturan kunjungan akan memberikan kepastian bagi wisatawan sekaligus menjadi pedoman bagi pengelola dalam menjaga ketertiban.

“Dengan adanya aturan yang dipahami bersama, pengunjung merasa nyaman, dan pengelola memiliki dasar dalam mengatur aktivitas wisata agar tetap kondusif,” katanya.

Selain pelatihan digital, mahasiswa KKN juga menginisiasi perancangan logo wisata Desa Kranggan sebagai bagian dari penguatan identitas dan strategi branding. Logo tersebut dirancang agar dapat digunakan secara konsisten dalam berbagai media publikasi, baik digital maupun cetak.

Mahasiswa KKN Universitas Sebelas Maret (UNS) Kelompok 64 berfoto bersama perangkat desa, pengelola wisata, dan Karang Taruna usai pelaksanaan sosialisasi pemanfaatan media sosial untuk publikasi digital wisata di Balai Desa Kranggan, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten. (doc. pribadi)
Mahasiswa KKN Universitas Sebelas Maret (UNS) Kelompok 64 berfoto bersama perangkat desa, pengelola wisata, dan Karang Taruna usai pelaksanaan sosialisasi pemanfaatan media sosial untuk publikasi digital wisata di Balai Desa Kranggan, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten. (doc. pribadi)

Kepala Desa Kranggan, Gunawan Budi Utomo, menyambut baik inisiatif mahasiswa. Ia menilai program tersebut selaras dengan kebutuhan desa dalam meningkatkan kualitas promosi sekaligus memperbaiki sistem pengelolaan wisata.

“Kami berharap pendampingan ini menjadi awal bagi pengelolaan wisata yang lebih terstruktur dan mampu meningkatkan kunjungan serta kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, KKN UNS Kelompok 64 berharap Desa Kranggan semakin mandiri dalam mengelola promosi digital wisata, memiliki identitas yang kuat, serta menerapkan tata kelola kunjungan secara konsisten demi keberlanjutan sektor pariwisata desa.

Simak berita terbaru kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Krajan.id WhatsApp Channel: https://whatsapp.com/channel/0029VaAD5sdDOQIbeQkBct03 Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *