Mahasiswa KKN UNS Perkuat Pendidikan Karakter Siswa SD di Petungsewu melalui Literasi Digital, Budaya, dan Edukasi Lingkungan

Antusias para siswa saat praktik pembuatan ecoprint dalam pelaksanaan program bertajuk Kreasi Alamku: Pelatihan Ecoprint Ramah Lingkungan. (dpc. pribadi)
Antusias para siswa saat praktik pembuatan ecoprint dalam pelaksanaan program bertajuk Kreasi Alamku: Pelatihan Ecoprint Ramah Lingkungan. (dpc. pribadi)

Petungsewu, Krajan.id – Upaya membangun generasi berkarakter tidak lagi cukup mengandalkan pembelajaran akademik di ruang kelas. Perubahan sosial yang dipicu percepatan teknologi digital, disertai tantangan lunturnya interaksi sosial dan kepedulian lingkungan, menuntut pendekatan pendidikan yang lebih komprehensif.

Berangkat dari kebutuhan tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret (UNS) Kelompok 94 menghadirkan program penguatan pendidikan karakter bagi siswa sekolah dasar di Desa Petungsewu, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang.

Bacaan Lainnya

Kegiatan yang berlangsung pada Januari hingga Februari 2026 ini mengusung tema besar “Sustainable Smart Agro-Health Tourism Village: Sinergi Pertanian, Pariwisata, Ekonomi Digital, dan Kesehatan untuk Mewujudkan Desa Sehat dan Mandiri.” Secara substantif, rangkaian program diarahkan untuk mendukung implementasi SDG 4 Pendidikan Berkualitas, dengan fokus pada integrasi literasi digital, pelestarian budaya tradisional, dan edukasi lingkungan.

Ketua KKN Kelompok 94, Hillmy Fuaddzan Nugroho dari Program Studi Ilmu Hukum 2023, menjelaskan bahwa pendidikan dasar merupakan fondasi utama pembentukan karakter. Menurutnya, siswa sekolah dasar kini menghadapi tantangan baru, terutama dalam penggunaan media sosial tanpa pendampingan yang memadai.

“Anak-anak saat ini sudah sangat akrab dengan gawai, tetapi belum tentu memahami risiko dan etika penggunaannya. Karena itu, pendekatan literasi digital menjadi penting agar mereka tidak hanya cakap teknologi, tetapi juga bertanggung jawab,” ujarnya.

Program pertama bertajuk Bijak Bersosial Media: Cerdas, Aman, dan Beretika dipimpin oleh Fara Widya Ramadhani dari Ekonomi Pembangunan 2023. Kegiatan ini menyasar siswa kelas V dan VI di SDN 1 dan SDN 2 Petungsewu. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa menyampaikan materi interaktif mengenai pengertian media sosial, fungsi positifnya, risiko penyebaran hoaks, pentingnya menjaga data pribadi, hingga etika komunikasi di ruang digital.

Dokumentasi bersama setelah pelaksanaan program bertajuk Bijak Bersosial Media: Cerdas, Aman, dan Beretika. (dpc. pribadi)
Dokumentasi bersama setelah pelaksanaan program bertajuk Bijak Bersosial Media: Cerdas, Aman, dan Beretika. (dpc. pribadi)

Materi tidak hanya disampaikan secara satu arah. Siswa diajak berdiskusi melalui simulasi dan studi kasus sederhana tentang dampak informasi yang tidak terverifikasi. Dengan pendekatan komunikatif yang disesuaikan usia anak, siswa dilatih berpikir kritis sekaligus memahami konsekuensi dari setiap unggahan di media sosial.

Selain itu, mahasiswa juga mengenalkan penggunaan perangkat lunak sederhana sebagai sarana pendukung pembelajaran. Tujuannya, agar teknologi dimanfaatkan secara produktif dan edukatif, bukan sekadar hiburan. Selama kegiatan berlangsung, antusiasme siswa terlihat dari aktifnya sesi tanya jawab dan praktik langsung.

Program kedua, GENTRA (Generasi Tradisional): Ceria Melestarikan Budaya Lewat Permainan Rakyat, dipimpin oleh Muhammad Iqbal Ramadhan dari Teknik Sipil 2023. Berbeda dengan literasi digital yang berbasis kelas, GENTRA dilaksanakan di halaman sekolah melalui aktivitas fisik dan kolaboratif.

Mahasiswa KKN 94 UNS saat memandu siswa dalam pelaksanaan program GENTRA (Generasi Tradisional): Ceria Melestarikan Budaya Lewat Permainan Rakyat. (dpc. pribadi)
Mahasiswa KKN 94 UNS saat memandu siswa dalam pelaksanaan program GENTRA (Generasi Tradisional): Ceria Melestarikan Budaya Lewat Permainan Rakyat. (dpc. pribadi)

Permainan egrang bambu dan bakiak panjang menjadi media utama. Sebelum praktik, siswa diberikan pemahaman mengenai makna budaya dan nilai karakter di balik permainan tradisional tersebut. Egrang melatih keseimbangan, fokus, dan keberanian, sementara bakiak panjang mengajarkan kerja sama, koordinasi, dan komunikasi tim.

Kegiatan dikemas dalam bentuk kompetisi sederhana yang edukatif. Sorak-sorai siswa menggema di halaman sekolah, menandakan tingginya partisipasi dan interaksi positif antar teman sebaya. Melalui pendekatan ini, nilai sportivitas, kebersamaan, dan penghargaan terhadap budaya lokal ditanamkan secara menyenangkan.

Muhammad Iqbal menuturkan bahwa permainan tradisional bukan sekadar hiburan masa lalu, melainkan sarana efektif membangun karakter sosial. 

“Di tengah dominasi permainan digital, anak-anak perlu ruang untuk bergerak, bekerja sama, dan berinteraksi langsung. Dari situ nilai kebersamaan tumbuh secara alami,” katanya.

Sementara itu, program ketiga bertajuk Kreasi Alamku: Pelatihan Ecoprint Ramah Lingkungan dipimpin oleh Muhammad Husnul Wafa dari Teknik Sipil 2023. Program ini berbentuk workshop kreatif di dalam kelas dengan fokus pada edukasi lingkungan melalui praktik ecoprint.

Siswa diperkenalkan pada teknik pewarnaan kain menggunakan daun dan bunga tanpa bahan kimia berbahaya. Setelah memahami konsep dasar, mereka memilih daun dan bunga, menyusunnya di atas kain kanvas, lalu melakukan proses pencetakan motif. Setiap anak diberi kesempatan mempresentasikan hasil karyanya di depan kelas.

Kegiatan ini tidak hanya mengembangkan kreativitas dan keterampilan motorik halus, tetapi juga menanamkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan. Melalui pengalaman langsung, siswa memahami bahwa bahan alami di sekitar mereka dapat dimanfaatkan secara ramah lingkungan.

Muhammad Husnul Wafa menjelaskan bahwa edukasi lingkungan harus dimulai sejak dini agar tertanam sebagai kebiasaan. “Anak-anak belajar bahwa alam bukan sekadar objek, tetapi bagian dari kehidupan yang perlu dijaga. Dari proses sederhana seperti ecoprint, mereka memahami konsep keberlanjutan,” ujarnya.

Ketiga program tersebut dirancang sebagai satu kesatuan strategi implementasi SDG 4 Pendidikan Berkualitas. Pendidikan berkualitas, dalam konteks ini, dimaknai tidak hanya sebagai peningkatan capaian akademik, tetapi juga penguatan dimensi teknologi, sosial-budaya, dan keberlanjutan lingkungan.

Di bawah bimbingan dosen pembimbing lapangan, Andri Prasetyo, S.E., M.E., mahasiswa lintas program studi berkolaborasi secara multidisipliner. Selain Hillmy Fuaddzan Nugroho, Fara Widya Ramadhani, Muhammad Iqbal Ramadhan, dan Muhammad Husnul Wafa, kegiatan ini juga melibatkan Umi Fatimah, Ninda Khairun Nisa, Isyana Dwi Aryaningsih, Muhammad Mashia Abiyyu Arhab, Muhammad Ivan Ardiansyah, serta Priska Dwi Laurensia.

Kolaborasi lintas disiplin ini menunjukkan bahwa pembangunan manusia tidak dapat dipisahkan dari berbagai bidang keilmuan. Ekonomi pembangunan menekankan pentingnya investasi sumber daya manusia, teknik sipil membawa perspektif keberlanjutan, pendidikan geografi memperkaya wawasan spasial, sementara ilmu hukum menguatkan pemahaman norma dan tanggung jawab sosial.

Melalui intervensi yang kontekstual dan berbasis kebutuhan lokal, mahasiswa KKN UNS Kelompok 94 berupaya menjawab tantangan pendidikan di tingkat desa. Siswa SDN 1 dan SDN 2 Petungsewu tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga pengalaman belajar yang menyenangkan dan bermakna.

Program ini menjadi bukti bahwa pendidikan karakter dapat diperkuat melalui integrasi literasi digital, pelestarian budaya, dan edukasi lingkungan. Dengan pendekatan partisipatif, implementasi SDG 4 Pendidikan Berkualitas dapat diwujudkan secara nyata di tingkat akar rumput.

Ke depan, model integratif seperti ini diharapkan dapat direplikasi di desa-desa lain. Pendidikan tidak lagi dipahami secara sempit sebagai transfer ilmu, melainkan sebagai proses pembentukan generasi yang cerdas, beretika, peduli lingkungan, dan mampu beradaptasi dengan dinamika zaman.

Simak berita terbaru kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Krajan.id WhatsApp Channel: https://whatsapp.com/channel/0029VaAD5sdDOQIbeQkBct03 Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *