Sidorejo, Krajan.id – Kelompok 91 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret (UNS) menggelar sosialisasi bertajuk “Pemilahan Sampah sebagai Kunci Optimalisasi TPS 3R” di Desa Sidorejo, Kecamatan Sidorejo, Kabupaten Magetan. Kegiatan ini merupakan bentuk dukungan terhadap pemanfaatan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) yang baru dibangun di Dukuh Kopek.
Sosialisasi menyasar dua kelompok strategis, yakni siswa kelas IV SDN Sidorejo dan ibu-ibu PKK Desa Sidorejo. Kedua kelompok ini dinilai memiliki peran penting dalam membentuk kebiasaan pengelolaan sampah sejak usia dini sekaligus menanamkan praktik tersebut di lingkungan keluarga.
Mahasiswa KKN menilai keberadaan TPS 3R tidak akan berjalan optimal tanpa perubahan perilaku masyarakat, khususnya dalam memilah sampah dari sumbernya, yaitu rumah tangga. Edukasi menjadi langkah awal agar fasilitas yang telah dibangun dapat dimanfaatkan secara maksimal dan berkelanjutan.
Kepala Desa Sidorejo, Pulung Larson Fitroh Sahara, menyampaikan bahwa persoalan sampah masih menjadi tantangan di wilayahnya. Menurut dia, masih banyak warga yang belum disiplin dalam memilah dan membuang sampah sesuai jenisnya.
“Permasalahan di desa ini salah satunya terkait sampah. Masih banyak rumah tangga yang belum terbiasa memilah sampah dengan benar. Kami berharap kehadiran mahasiswa KKN dapat membantu memberikan pemahaman kepada masyarakat,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa memberikan materi mengenai jenis-jenis sampah, perbedaan sampah organik dan anorganik, serta pentingnya penerapan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) dalam kehidupan sehari-hari. Materi disampaikan dengan pendekatan yang disesuaikan dengan karakter peserta.
Untuk siswa sekolah dasar, kegiatan dikemas secara interaktif melalui permainan edukatif dan praktik langsung memilah sampah menggunakan contoh berbagai jenis limbah rumah tangga. Metode ini dipilih agar siswa lebih mudah memahami materi sekaligus menumbuhkan kebiasaan menjaga lingkungan sejak dini.

Sementara itu, kepada kelompok PKK, mahasiswa memberikan penjelasan lebih mendalam mengenai pengelolaan sampah rumah tangga, termasuk potensi pemanfaatan sampah anorganik menjadi barang bernilai guna. Diskusi juga membahas peran keluarga sebagai kunci keberhasilan sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
Program ini sejalan dengan tema KKN Kelompok 91, yaitu “Edukasi, Pendampingan, dan Pemberdayaan Masyarakat dalam Penguatan SDGs.” Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya memberikan penyuluhan, tetapi juga mendorong masyarakat untuk mulai menerapkan pemilahan sampah secara konsisten.
Upaya ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-11 tentang kota dan permukiman berkelanjutan, tujuan ke-12 tentang konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, serta tujuan ke-13 mengenai penanganan perubahan iklim.
Mahasiswa berharap sosialisasi ini menjadi langkah awal dalam membangun budaya sadar lingkungan di Desa Sidorejo. Dengan keterlibatan aktif masyarakat, operasional TPS 3R di Dukuh Kopek diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi kebersihan desa, kesehatan warga, serta pengurangan volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir.
Melalui kolaborasi antara pemerintah desa, masyarakat, dan mahasiswa, Desa Sidorejo diharapkan dapat menjadi contoh pengelolaan sampah berbasis partisipasi warga yang berkelanjutan.
Simak berita terbaru kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Krajan.id WhatsApp Channel: https://whatsapp.com/channel/0029VaAD5sdDOQIbeQkBct03 Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya





