Mahasiswa UGM Jadi Ujung Tombak Diplomasi Ekspor UMKM Lewat KKN-PPM

Menteri Perdagangan Budi Santoso saat memberikan sambutan pada acara penerjunan mahasiswa KKN-PPM UGM di Lapangan Pancasila, Jumat (20/6/2025). (doc. UGM)
Menteri Perdagangan Budi Santoso saat memberikan sambutan pada acara penerjunan mahasiswa KKN-PPM UGM di Lapangan Pancasila, Jumat (20/6/2025). (doc. UGM)

Yogyakarta, Krajan.id – Kementerian Perdagangan RI mengambil langkah strategis dalam mendorong Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk menembus pasar global dengan menggandeng mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui program Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM).

Tidak hanya sekadar kegiatan pengabdian masyarakat, KKN kali ini diarahkan menjadi wahana diplomasi ekonomi akar rumput, yang menjadikan mahasiswa sebagai fasilitator UMKM menuju ekspor.

Bacaan Lainnya

Menteri Perdagangan Budi Santoso secara resmi melepas 8.038 mahasiswa UGM yang akan mengabdi di 287 unit KKN-PPM tersebar di 122 kabupaten/kota dan 236 kecamatan di seluruh Indonesia. Dalam pidato orasinya di Lapangan Pancasila UGM, Sleman, Jumat (20/6), Budi menegaskan pentingnya peran mahasiswa dalam mengakselerasi ekspor produk lokal.

“Kami punya program ‘UMKM Bisa Ekspor’. Kami harap adik-adik mahasiswa bisa mencari UMKM yang punya potensi ekspor, lalu laporkan ke kami. Nanti akan kami bantu carikan ‘buyer’-nya melalui jaringan dagang luar negeri kami,” tegasnya.

Menurut Budi, saat ini Kementerian Perdagangan telah memetakan desa-desa dengan potensi UMKM ekspor dan siap menjembatani mereka dengan pembeli internasional melalui skema business matching. Jalur tersebut memanfaatkan jaringan atase perdagangan dan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) yang tersebar di 33 negara.

Baca Juga: Api Inovasi dari Limbah Indigofera: Mahasiswa UNS Kembangkan Terobosan Biochar yang Menjanjikan

“Setelah dipresentasikan ke perwakilan kita di luar negeri, kami akan carikan buyer yang tepat. Selanjutnya, UMKM bisa langsung bernegosiasi dan mempresentasikan produknya,” ujarnya lagi.

Hingga April 2025, sebanyak 466 UMKM telah difasilitasi mengikuti business matching dan menghasilkan potensi transaksi lebih dari 68,65 juta dolar AS, atau setara dengan Rp1 triliun. Meski demikian, Mendag mengakui belum banyak di antara mereka yang bisa rutin melakukan ekspor.

Inilah celah yang ingin dijembatani melalui keterlibatan mahasiswa. Selain mendorong UMKM naik kelas dan masuk pasar ekspor, Mendag juga meminta mahasiswa untuk mendampingi proses digitalisasi usaha, mulai dari adopsi sistem pembayaran digital hingga pemasaran melalui platform e-commerce.

“Pasar domestik kita besar, tapi jangan sampai didominasi produk impor. Mahasiswa bisa bantu UMKM masuk retail modern, naik kelas, dan ekspor,” tegasnya.

Baca Juga: Mahasiswa UNS Kenalkan Program Afiliasi PerpusKita Lewat Konten Kreatif dan Webinar Nasional

Rektor UGM Prof. Ova Emilia turut menekankan pentingnya KKN-PPM sebagai media transformasi sosial di tingkat desa. Menurutnya, mahasiswa bukan sekadar menjadi pengajar atau pendamping, tetapi juga aktor perubahan yang merancang solusi kontekstual dan berkelanjutan.

“Orientasi KKN-PPM ke depan tidak hanya memberdayakan masyarakat secara umum, tetapi juga harus strategis dalam menentukan tema-tema pengabdian. Harus ada fokus pada sektor-sektor dengan potensi dampak besar, termasuk UMKM dan ketahanan ekonomi desa,” ujar Ova.

Kegiatan ini menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi antara pemerintah dan perguruan tinggi dapat menciptakan lompatan dalam pemberdayaan masyarakat. Dengan peran aktif mahasiswa, proses ekspor produk lokal bukan lagi wacana, tetapi bisa menjadi kenyataan yang berdampak luas.

Simak berita terbaru kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Krajan.id WhatsApp Channel: https://whatsapp.com/channel/0029VaAD5sdDOQIbeQkBct03 Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *