Mahasiswa UNDIP Ajak Anak SD Gemar Makan Ikan Lewat GUYUB BAHARI

Mahasiswa KKN-T Tim 35 Kelompok 1 Universitas Diponegoro, Ahmad Rifa’i menjelaskan hasil bahari dan pentingnya konsumsi olahan hasil bahari, (24/5/2025). (doc. Kelompok 1 KKN-T 35 UNDIP)
Mahasiswa KKN-T Tim 35 Kelompok 1 Universitas Diponegoro, Ahmad Rifa’i menjelaskan hasil bahari dan pentingnya konsumsi olahan hasil bahari, (24/5/2025). (doc. Kelompok 1 KKN-T 35 UNDIP)

Tambakbulusan, Krajan.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Tim 35 Universitas Diponegoro (UNDIP) menggelar kegiatan bertajuk “GUYUB BAHARI: Gerakan Yuk Bersama Cinta Bahari” sebagai bagian dari implementasi program GEMARIKAN (Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan). Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu, (24/5/2025), di SD Negeri 2 Tambakbulusan, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Demak.

Tujuan utama kegiatan ini adalah untuk menanamkan kesadaran akan pentingnya konsumsi ikan dan olahan hasil bahari sejak dini, khususnya di kalangan anak-anak sekolah dasar. Desa Tambakbulusan sendiri dikenal sebagai daerah pesisir dengan potensi perikanan, wisata bahari, dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) lokal yang cukup besar.

Bacaan Lainnya

Ahmad Rifa’i, selaku pelaksana kegiatan, menuturkan bahwa penting bagi anak-anak di desa ini untuk mengenal potensi daerahnya sendiri.

“Kami ingin mengenalkan UMKM lokal kepada generasi muda agar mereka tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga berpeluang menjadi pelaku usaha di kemudian hari. Potensi dari dalam desa harus dikembangkan oleh warga desa sendiri,” ujarnya.

Baca Juga: Edukasi Leptospirosis di Tengah Guyub Istambul: Strategi Humanis Mahasiswa UNDIP Bangun Kesadaran Kesehatan Masyarakat Tambakbulusan

Dalam kegiatan ini, mahasiswa membawa serta berbagai produk olahan UMKM lokal, seperti pepes bandeng, padatan bandeng (olahan khas Tambakbulusan), keripik daun mangrove, serta nugget ikan udang. Anak-anak diajak mengenal jenis-jenis hasil bahari yang banyak ditemukan di sekitar desa, mulai dari ikan, udang, rumput laut, hingga mangrove.

Foto Bersama dalam sesi Praktek Konsumsi Langsung Olahan Hasil Bahari. (doc. Kelompok 1 KKN-T 35 UNDIP)
Foto Bersama dalam sesi Praktek Konsumsi Langsung Olahan Hasil Bahari. (doc. Kelompok 1 KKN-T 35 UNDIP)

Kegiatan GUYUB BAHARI dimulai dengan sesi perkenalan santai bersama siswa kelas 2 SDN 2 Tambakbulusan untuk menciptakan suasana yang hangat dan menyenangkan. Anak-anak kemudian dikenalkan pada jenis-jenis hasil laut serta manfaatnya bagi kesehatan.

Penjelasan mengenai pentingnya makan ikan untuk meningkatkan kecerdasan, kesehatan, dan kekuatan tubuh disampaikan dengan bahasa yang mudah dimengerti anak-anak.

Tak hanya itu, kegiatan semakin menarik dengan adanya sesi praktik membuat es kuwud berbahan dasar rumput laut. Anak-anak terlibat langsung dalam proses pembuatan, mulai dari memarut, memotong bahan, hingga mencampur dan mengaduk minuman. Sambil memasak, mereka juga belajar tentang manfaat rumput laut bagi tubuh.

Kegiatan diakhiri dengan sesi makan bersama olahan hasil bahari yang telah disiapkan. Antusiasme siswa begitu terlihat dalam setiap rangkaian acara. Fitri Aningsih, S.Pd.SD, wali kelas 2 SDN 2 Tambakbulusan, mengungkapkan bahwa anak-anak sangat menikmati kegiatan tersebut.

“Anak-anak senang sekali sama acara kemarin. Waktu ibu tanya acaranya gimana, mereka bilang seru dan pengen ikut lagi,” tuturnya.

Baca Juga: Mahasiswa UGM Jadi Ujung Tombak Diplomasi Ekspor UMKM Lewat KKN-PPM

“Ibu juga tanya ke mereka, kemarin kata kakaknya apa saja? Mereka jawab, harus sering makan ikan supaya sehat, pintar, dan kuat,” tambahnya sambil tersenyum.

Ahmad Rifa’i sendiri mengaku sempat ragu anak-anak akan tertarik, namun rasa ragu itu segera sirna saat melihat respon peserta yang luar biasa.

“Senang rasanya dari yang awalnya saya ragu apakah anak-anak akan mendengarkan atau tidak, ternyata mereka sangat antusias, senang, dan memahami apa yang saya sampaikan,” ujarnya saat diwawancara usai kegiatan pada Sabtu, (14/6/2025).

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa pendekatan yang ringan dan menyenangkan mampu menanamkan kesadaran pentingnya gizi bahari pada anak-anak. Dalam konteks KKN Tematik, GUYUB BAHARI bukan hanya sekadar program edukasi, tetapi juga langkah awal membentuk generasi yang sadar akan potensi lokal dan siap berkontribusi untuk pengembangan desa mereka di masa depan.

Foto Bersama dalam sesi Praktek Konsumsi Langsung Olahan Hasil Bahari. (doc. Kelompok 1 KKN-T 35 UNDIP)
Foto Bersama dalam sesi Praktek Konsumsi Langsung Olahan Hasil Bahari. (doc. Kelompok 1 KKN-T 35 UNDIP)

Semangat anak-anak dalam mengikuti kegiatan GUYUB BAHARI menjadi inspirasi bahwa langkah kecil seperti ini dapat memberikan dampak besar bagi pembangunan sumber daya manusia di wilayah pesisir. Mereka adalah harapan masa depan, dan membekali mereka dengan pengetahuan serta kecintaan terhadap daerah asal adalah investasi jangka panjang bagi kemajuan desa.

Simak berita terbaru kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Krajan.id WhatsApp Channel: https://whatsapp.com/channel/0029VaAD5sdDOQIbeQkBct03 Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *